Clickinfo.co.id – Program Studi Kimia Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung menggelar Studium Generale bertema “Biosensor: Prinsip Dasar dan Penerapannya dalam Diagnostik Medis” secara daring melalui Zoom Meeting, Jumat (1/5/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber Dr. Eng. Trisna Juliana, S.Si., S.M.C., akademisi yang menempuh pendidikan sarjana dan magister di Universitas Gadjah Mada (UGM), kemudian meraih gelar doktor dan melanjutkan studi postdoktoral di Nara Institute of Science and Technology (NAIST), Jepang.
Studium Generale dibuka oleh Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Raden Intan Lampung, Dr. Sovia Mas Ayu, M.A. Ia menyampaikan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut perguruan tinggi terus menghadirkan forum akademik yang mampu memperluas wawasan mahasiswa, khususnya di bidang riset dan inovasi kesehatan.
Menurutnya, biosensor menjadi salah satu teknologi yang berkembang pesat karena mampu mendukung proses diagnostik medis yang lebih cepat, sensitif, dan efisien.
Dalam pemaparannya, Dr. Trisna menjelaskan bahwa biosensor merupakan perangkat yang mengubah interaksi biologis menjadi sinyal yang dapat dibaca dan dianalisis. Teknologi ini mampu mengenali berbagai target biologis seperti DNA, RNA, protein, antibodi, antigen, bakteri, hingga virus.
“Biosensor merupakan bidang yang bersifat multidisipliner. Biologi berperan menentukan target yang dideteksi, fisika mengubahnya menjadi sinyal, kimia berperan dalam proses reaksinya, sedangkan ilmu komputer digunakan untuk mengolah dan menginterpretasikan data,” jelasnya.
Ia mencontohkan penggunaan biosensor pada alat pengukur kadar gula darah. Melalui bantuan enzim tertentu, glukosa diubah menjadi sinyal listrik yang kemudian diterjemahkan menjadi hasil pengukuran.
Selain membahas prinsip kerja biosensor, narasumber juga menjelaskan berbagai metode deteksi yang digunakan, seperti metode elektrokimia, optik, dan piezoelektrik. Ketiganya memiliki mekanisme berbeda dalam mendeteksi keberadaan molekul atau partikel biologis.
Peserta juga diperkenalkan dengan berbagai teknik pemasangan bioreseptor pada permukaan sensor, mulai dari ikatan kovalen, self-assembled monolayer, adsorpsi, entrapment, hingga penggunaan molecularly imprinted polymer.
Dr. Trisna turut memaparkan perkembangan material pendukung biosensor, seperti graphene dan metal-organic framework (MOF), yang dinilai mampu meningkatkan sensitivitas sensor dalam mendeteksi biomarker penyakit.
Dalam bidang kesehatan, biosensor memiliki banyak aplikasi, mulai dari pemeriksaan kadar gula darah, deteksi penyakit jantung, kanker payudara melalui biomarker HER2+, hingga pengembangan sistem deteksi virus COVID-19.
Tak hanya itu, peserta juga dikenalkan pada berbagai inovasi pengembangan perangkat biosensor, seperti penggunaan screen-printed electrode, instrumen mandiri, hingga teknologi Quartz Crystal Microbalance (QCM) yang memungkinkan pengembangan alat diagnostik dengan biaya lebih terjangkau.
Melalui Studium Generale ini, Fakultas Sains dan Teknologi UIN Raden Intan Lampung berharap mahasiswa semakin memahami perkembangan teknologi biosensor sekaligus terdorong mengembangkan riset lintas disiplin yang mampu memberikan kontribusi bagi dunia kesehatan dan kemajuan ilmu pengetahuan.
















