Clickinfo.co.id – Tim dosen Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Lampung (Unila) memacu kemandirian kelompok tani pekebun kopi di Kecamatan Lumbok Seminung, Kabupaten Lampung Barat, agar mampu bertransformasi menuju korporasi berbadan hukum.
Pembinaan kelembagaan dan manajemen usaha digulirkan lewat Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Unggulan bermitra dengan Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Lampung Barat.
Program pendampingan dirancang dalam dua fase kegiatan. Pelatihan tata kelola organisasi dan pembukuan dasar telah bergulir pada 7–8 Agustus 2026, kemudian dilanjutkan dengan tahap monitoring serta evaluasi perkembangan kelompok pada 16–17 September 2026.
Pendampingan lapangan menyasar dua perkumpulan tani komoditas kopi, yakni Kelompok Tani Mitra Karya dan Karya Mandiri. Tim fokus membenahi penataan administrasi, pencatatan kas, penyusunan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART), hingga perencanaan usaha jangka panjang.
Ketua Tim Pengabdian Dr. Novi Rosanti, M.E.P. menegaskan peningkatan produksi kebun wajib dibarengi kecakapan tata kelola agar para pekebun memiliki posisi tawar yang kokoh dalam rantai niaga komoditas.
“Kelompok tani perlu memiliki organisasi yang tertata, administrasi yang jelas, pengelolaan keuangan yang baik, serta perencanaan usaha yang terarah. Fondasi semacam itu menjadi modal utama menuju korporasi petani yang mandiri dan berkelanjutan,” ujar Novi.
Dua kelompok dampingan sejatinya telah memiliki sarana produksi kolektif. Mitra Karya mengoperasikan mesin penggilingan kopi bersama modal kas simpanan, sedangkan Karya Mandiri memiliki mesin babat pembersih gulma serta kas kelompok. Penguatan manajerial diberikan agar pemanfaatan fasilitas alat mesin mendatangkan pemasukan berkesinambungan bagi kas anggota.
Ketua Kelompok Tani Mitra Karya Nirman menyambut baik hadirnya pelatihan manajemen. Program membuka wawasan baru bagi petani yang selama puluhan tahun hanya berkonsentrasi pada rutinitas tanam dan panen di kebun.
“Selama masa lampau kami lebih banyak fokus pada kegiatan kebun dan produksi. Melalui pendampingan, kami paham bahwa kelompok butuh administrasi dan pencatatan kas tertib agar usaha berkembang serta alat bersama terkelola baik,” tutur Nirman.
Sekretaris Kelompok Tani Mitra Karya Samsudin menambahkan materi pembekalan memberi arahan nyata mengenai tata pembagian tugas kepengurusan.
“Banyak pengetahuan yang bisa langsung kami praktikkan. Ke depan, pembenahan laporan pembukuan dan rencana bisnis disiapkan agar Mitra Karya semakin rapi,” kata Samsudin.
Anggota tim pengabdian Lina Marlina, M.Si. menyampaikan perubahan perilaku manajemen kelompok menjadi tolok ukur utama keberhasilan program pembinaan.
“Pelatihan bukan tujuan akhir. Hal yang lebih utama adalah perubahan tata kelola kelompok pascapelatihan. Karena alasan itu, peninjauan lapangan dilakukan guna melihat kemajuan sekaligus memetakan langkah tindak lanjut,” tegas Lina.
Agenda pengabdian turut digerakkan oleh dosen agribisnis Dr. Dwi Haryono, M.S. dan Adia Nugraha, M.S., serta melibatkan lima mahasiswa, yakni Sheiza Amanda Dwiyantie, Sabrina Salsabila Tasra, Aniqa Salma Zhafira, Carlos Roberto, dan Muhammad Arfani Rahman. Sinergi kampus dan pemerintah daerah diproyeksikan mencetak percontohan korporasi kopi rakyat yang mandiri, tertib administrasi, serta berdaya saing tinggi.











