Clickinfo.co.id – Tim dosen Universitas Lampung (Unila) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Unggulan bertema “Penguatan Tata Kelola dan Kelembagaan Ekonomi Kelompok Tani Menuju Korporasi Petani di Kecamatan Lumbok Seminung, Lampung Barat.”
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas kelembagaan, manajemen usaha, dan kemandirian kelompok tani agar mampu berkembang menjadi korporasi petani yang profesional dan berdaya saing.
Kegiatan ini bekerja sama dengan Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Lampung Barat sebagai bentuk sinergi perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam memperkuat kelembagaan serta pengembangan usaha kelompok tani.
Tim PkM diketuai oleh Dr. Novi Rosanti, M.E.P. bersama dosen Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Unila, yaitu Lina Marlina, M.Si., Dewi Mulia Sari, M.Si., Adia Nugraha, M.S., dan Dr. Dwi Haryono, M.S., serta mahasiswa pendukung kegiatan Sheiza Amanda Dwiyantie, Sabrina Salsabila Tasra, Aniqa Salma Zhafira, Carlos Roberto dan Muhammad Arfani Rahman.
Kegiatan dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu tahap pertama, pelatihan dan pendampingan pada 7–8 Agustus 2026, serta tahap kedua monitoring dan evaluasi pada 16–17 September 2026.
Program ini dilaksanakan sebagai upaya menjawab berbagai kebutuhan kelompok tani, khususnya dalam penguatan tata kelola organisasi, administrasi, pencatatan keuangan, perencanaan usaha, dan legalitas kelembagaan.
Ketua Tim PkM, Dr. Novi Rosanti, M.E.P., menyampaikan bahwa peningkatan produksi pertanian harus diikuti dengan penguatan tata kelola kelembagaan.
Organisasi yang tertata, administrasi yang jelas, pengelolaan keuangan yang baik, serta perencanaan usaha yang terarah menjadi fondasi penting bagi kelompok tani untuk berkembang menuju korporasi petani yang mandiri dan berkelanjutan.
Kelompok tani sasaran kegiatan adalah Mitra Karya dan Karya Mandiri di Kecamatan Lumbok Seminung, Lampung Barat, yang bergerak pada komoditas utama kopi.
Kedua kelompok telah memiliki aset ekonomi produktif, seperti kas kelompok, mesin penggilingan kopi, dan mesin babat, namun masih memerlukan penguatan dalam pengelolaan organisasi dan usaha agar aset tersebut dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi anggota.
Dalam kegiatan pelatihan, tim memberikan materi mengenai administrasi kelompok, manajemen organisasi, perencanaan usaha, pengelolaan keuangan, serta penguatan kelembagaan menuju korporasi petani.
Pendekatan pelatihan dan pendampingan dilakukan agar peserta tidak hanya memahami materi, tetapi juga mampu menerapkannya dalam aktivitas kelompok sehari-hari.
Program ini menargetkan kelompok tani memiliki struktur organisasi, AD/ART, sistem administrasi, laporan keuangan, serta perencanaan bisnis jangka pendek, menengah dan panjang.
Transformasi menuju korporasi petani diharapkan mampu memperkuat posisi tawar petani, meningkatkan nilai tambah usaha, memperluas akses kemitraan, dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Ketua Kelompok Tani Mitra Karya, Nirman, menyampaikan bahwa kegiatan pendampingan memberikan pemahaman baru mengenai pentingnya administrasi, pengelolaan keuangan, dan perencanaan usaha kelompok.
“Selama ini kami lebih banyak fokus pada kegiatan kebun dan produksi. Melalui pelatihan ini kami memahami bahwa kelompok juga perlu memiliki administrasi dan pencatatan keuangan yang tertib agar usaha dapat berkembang dan aset kelompok bisa dikelola dengan lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Karya Mandiri, Hafzi, mengungkapkan bahwa pendampingan membantu pengurus memahami pembagian tugas dan tata kelola organisasi secara lebih terstruktur.
“Kami mendapatkan banyak pengetahuan yang bisa langsung diterapkan dalam pengelolaan kelompok. Ke depan, kami ingin memperbaiki administrasi, laporan keuangan, dan perencanaan usaha agar kelompok semakin tertata dan mampu berkembang,” katanya.
Perwakilan Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Lampung Barat, Jamal Husen Daryatmo, S.P. menyampaikan bahwa penguatan kelembagaan menjadi salah satu aspek penting dalam meningkatkan kapasitas dan daya saing petani.
“Pengembangan sektor perkebunan tidak hanya membutuhkan peningkatan produksi, tetapi juga kelembagaan petani yang kuat. Melalui pendampingan seperti ini, kelompok tani diharapkan mampu memperbaiki tata kelola organisasi, pengelolaan usaha, serta membangun kemitraan yang lebih luas sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi anggota kelompok,” ujarnya.
Lina Marlina, M.Si., menambahkan bahwa transformasi kelembagaan membutuhkan proses bertahap dan berkelanjutan. Monitoring dan evaluasi diperlukan untuk melihat perkembangan penerapan hasil pelatihan sekaligus menentukan langkah pendampingan berikutnya.
Melalui kegiatan PkM ini, Universitas Lampung berupaya memperkuat peran perguruan tinggi dalam menyelesaikan persoalan masyarakat melalui penguatan kelembagaan ekonomi kelompok tani menuju korporasi petani yang lebih mandiri, profesional, dan berkelanjutan di Kecamatan Lumbok Seminung, Lampung Barat.















