Clickinfo.co.id – Pimpinan Senat Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) memberikan apresiasi tinggi atas peningkatan signifikan jumlah Guru Besar di lingkungan kampus hijau tersebut.
Capaian ini menjadi salah satu poin krusial yang dibahas dalam Rapat Kerja (Raker) UIN RIL Tahun 2026, Jumat, 17 April 2026.
Ketua Senat UIN RIL, Prof. Dr. Idham Kholid, M.Ag, memaparkan bahwa saat ini tercatat ada 54 Guru Besar yang sudah ada, ditambah 4 dosen yang telah dinyatakan lulus Ujian Kompetensi (Ukom). Dengan demikian, total SDM pada jabatan fungsional tertinggi tersebut mencapai 55 orang.
“Dari jumlah tersebut, sebanyak 31 Guru Besar ditambah 4 yang lulus Ukom merupakan capaian pada masa kepemimpinan Rektor periode 2022–2026. Saat ini beberapa masih dalam proses administrasi penerbitan SK,” ujar Prof. Idham.
Prof. Idham menegaskan bahwa lonjakan jumlah profesor ini dibarengi dengan mekanisme pengusulan yang sangat ketat. Setiap calon harus melalui penilaian Komite Integritas dan wajib mengantongi persetujuan sidang pleno tertutup Senat.
“Tanpa rekomendasi atau persetujuan Senat sebagai organ pertimbangan, berkas usulan Guru Besar akan dikembalikan. Kami terus memotivasi dosen untuk meraih gelar tertinggi ini sebagai upaya menjaga kualitas akademik,” tegasnya.
Peningkatan mutu ini, lanjutnya, berkaitan erat dengan milestone ketiga UIN RIL, yakni meraih rekognisi internasional melalui penerapan good university governance.
Dalam sesi yang sama, Ketua Komisi Akademik dan Keilmuan, Prof. Dr. Agus Pahrudin, menyampaikan bahwa seluruh Program Studi (Prodi) di UIN RIL kini telah berbasis Outcome-Based Education (OBE). Langkah ini merupakan penyempurnaan dari Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).
“Secara dokumen, seluruh prodi sudah berbasis OBE. Kami bersama Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) terus mengawal agar implementasinya nyata, bukan sekadar administratif,” kata Prof. Agus.
Ia juga menambahkan bahwa Senat terus mengawasi pembukaan prodi baru, termasuk Program Studi S3 Pendidikan Agama Islam (PAI) yang saat ini tengah menunggu penerbitan SK pendirian.
Sementara itu, Sekretaris Senat, Prof. Dr. H. Moh. Bahrudin, menyebutkan peran 57 anggota senator saat ini sangat vital dalam mengawal kebijakan normatif lembaga. Sinergi antara organ eksekutif (Rektorat) dan legislatif (Senat) dinilai menjadi kunci stabilitas kepemimpinan universitas.
Pimpinan Senat berharap, melalui Raker 2026 ini, UIN Raden Intan Lampung dapat terus melakukan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) untuk mempertahankan akreditasi Unggul sekaligus menembus persaingan global dengan tetap mengedepankan identitas lokal melalui kebijakan Kurikulum Berbasis Cinta.
















