Clickinfo.co.id – Perserikatan Mahasiswa Hukum Sumatera Selatan (PERMAHUM Sumsel) sukses menggelar Masa Pelatihan Kader (MPK) Ke-IV.
Agenda kaderisasi ini difokuskan untuk mencetak generasi muda hukum yang kritis, berintegritas, dan memiliki jiwa kepemimpinan.
Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari penuh, 11–12 Juli 2026, bertempat di Anjungan Kabupaten Lahat, Kawasan Dekranasda Jakabaring, Palembang. Pelatihan ini diikuti oleh mahasiswa Fakultas Hukum dari berbagai perguruan tinggi di Sumatera Selatan.
Ketua Umum PERMAHUM Sumsel, Rindi Yani Azhari, M.H., menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan investasi jangka panjang organisasi. Pihak asosiasi ingin melahirkan kader yang tidak hanya berpatokan pada nilai akademik, melainkan peka terhadap dinamika hukum di masyarakat.
“Kami ingin melahirkan kader yang punya daya kritis tinggi dan kepedulian sosial. Kehadiran para pemateri senior memberikan wawasan berharga sebagai bekal mereka menjadi calon penegak hukum yang berintegritas,” ujar Rindi, Senin, 13 Juli 2026.
Selama pelatihan, para peserta mendapatkan pembekalan intensif dari sejumlah tokoh hukum dan akademisi. Di antaranya Dr.(C) Albizia Rahidin Anang, S.E., M.M., Iswadi Idris, S.H., M.H., serta Ketua Dewan Penasehat PERMAHUM Sumsel, H. Nazaruddin Hasan, S.H., M.H.
Dalam sesi materinya, H. Nazaruddin Hasan menekankan pentingnya organisasi kemahasiswaan sebagai laboratorium karakter. Menurutnya, mahasiswa hukum tidak boleh hanya menghafal teori di dalam kelas, tetapi harus mengasah mental kepemimpinan.
“Mahasiswa hukum harus memiliki keberanian untuk berpikir kritis, menjaga integritas, dan menjunjung tinggi etika profesi. Organisasi inilah tempat terbaik untuk belajar memimpin dan bertanggung jawab sebelum terjun ke masyarakat,” tegas Nazaruddin.
Ia juga mengajak seluruh peserta memanfaatkan momentum ini untuk memperluas jaringan komunikasi antar-kampus. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam memperjuangkan supremasi hukum di Indonesia.
Melalui MPK Ke-IV ini, PERMAHUM Sumsel kembali membuktikan perannya sebagai wadah kaderisasi yang adaptif. Para alumni pelatihan diharapkan mampu menjadi pemimpin masa depan yang membawa kontribusi nyata bagi daerah dan bangsa.















