Clickinfo.co.id – Yayasan Pendidikan Vokasi yang dipimpin oleh Kepala SMKN 2 Palembang, Suparman, S.Pd., M.Pd., menggelar program pelatihan kerja intensif selama 240 jam.
Langkah ini dilakukan guna mencetak tenaga mekanik terampil yang langsung terhubung dengan kebutuhan industri otomotif nasional.
Program strategis ini didanai langsung oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Sasarannya khusus bagi masyarakat yang berstatus pengangguran atau pencari kerja produktif yang tidak sedang menempuh pendidikan formal.
“Program vokasi 240 jam ini merupakan sumbangsih nyata kami untuk membantu penyerapan tenaga kerja. Harapan kami, setelah menyelesaikan pelatihan, para peserta benar-benar siap mandiri dan memasuki dunia kerja komersial,” ujar Suparman di Palembang, Sabtu, 20 Juni 2026.
Untuk menjamin penyerapan lulusan, yayasan menggandeng sejumlah perusahaan ritel otomotif terkemuka, salah satunya PT Swakarya Insan Mandiri (Planet Ban), sebagai mitra magang sekaligus rekrutmen langsung.
“Tahun lalu dari 25 peserta, sebanyak 15 orang langsung direkrut menjadi mekanik resmi Planet Ban. Sementara sisanya kami salurkan ke jejaring bengkel umum mitra sekolah,” urai Suparman.
Pada tahun anggaran ini, pemerintah pusat menyetujui kuota sebanyak 25 peserta dari total kapasitas yang diusulkan. Pelatihan saat ini difokuskan pada penguasaan teknis mekanik sepeda motor konvensional dengan kurikulum yang disesuaikan secara dinamis berdasarkan instruksi pelaku usaha (user).
Materi pembelajaran diperkuat pada aspek penanganan ban, sistem pengereman, pelek, hingga teknik tune up mesin. Selain motor konvensional, lembaga yang telah berdiri selama 28 tahun ini juga mulai merambah ke sektor kendaraan ramah lingkungan.
“Perkembangan kendaraan listrik saat ini menjadi peluang besar. Kami telah membuka kelas khusus motor listrik dan dipercaya oleh Direktorat menjadi pusat pelatihan serta pengimbasan bagi guru dan instruktur otomotif se-Sumatera Selatan,” pungkasnya.












