Clickinfo.co.id – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung, Ibu Purnama Wulan Sari Mirza, mengajak kaum perempuan di Bumi Ruwa Jurai untuk memaknai perjuangan Raden Ajeng Kartini melalui penguatan pendidikan.
Hal tersebut dinilai sebagai kunci utama agar perempuan mampu terus berkembang dan berkiprah dalam pembangunan daerah.
Pesan tersebut disampaikan Wulansari Mirza saat membacakan sejarah singkat perjuangan R.A. Kartini pada upacara peringatan Hari Kartini Tahun 2026 di Lapangan Korpri, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Senin, 20 April 2026.
Wulansari menyebut Kartini sebagai sosok visioner yang berhasil mendobrak ketidakadilan melalui pemikiran yang tertuang dalam karya legendaris “Habis Gelap Terbitlah Terang”.
“Raden Ajeng Kartini percaya bahwa pendidikan adalah pintu kemajuan. Pemikirannya menjadi simbol perjuangan dan inspirasi bagi perempuan Indonesia untuk memiliki kesempatan yang setara di segala bidang,” ungkapnya.
Peringatan bertema “Semangat Kartini, Inspirasi Lintas Generasi” tahun ini tampil beda. Seluruh petugas upacara, mulai dari pemimpin upacara, inspektur upacara, hingga pasukan pengibar bendera, seluruhnya dilakukan oleh perempuan. Hal ini menjadi representasi nyata dari semangat emansipasi yang diperjuangkan Kartini.
Wakil Ketua III DPRD Provinsi Lampung, Maulida Zauroh, yang bertindak sebagai inspektur upacara, menegaskan bahwa perempuan masa kini telah memiliki akses luas untuk berkontribusi bagi bangsa.
“Semangat Kartini telah membuka jalan bagi kita semua, terutama dalam hak pendidikan dan kehidupan sosial. Saat ini, perempuan memiliki ruang yang sangat luas untuk berkiprah di berbagai sektor strategis,” jelas Maulida.
Maulida juga memaparkan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam mendorong pemberdayaan perempuan. Salah satu indikator keberhasilannya terlihat dari peningkatan jumlah keterwakilan perempuan dalam struktur birokrasi.
Berdasarkan data terkini, dari total 48 pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung, sebanyak 14 posisi atau sekitar 30 persen telah ditempati oleh perempuan. Angka ini menunjukkan bahwa kompetensi perempuan semakin diakui dalam pengambilan kebijakan daerah.
Melalui momentum ini, Pemprov Lampung mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak, serta membangun budaya yang menjunjung tinggi kesetaraan gender.
“Kesetaraan gender bukan hanya tugas perempuan, melainkan tanggung jawab kita bersama. Mari jadikan semangat Kartini sebagai inspirasi untuk terus berinovasi bagi kemajuan Lampung,” pungkasnya.











