Clickinfo.co.id – Pemerintah Provinsi Lampung mempercepat agenda hilirisasi hasil panen dan perkebunan demi mengejar target pertumbuhan ekonomi delapan persen menuju visi Indonesia Emas 2045.
Komitmen penguatan nilai tambah disampaikan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat membuka perhelatan Lampung Begawi x Siger Fest 2026 di Lampung City Mall, Jumat, 18 dan 2026.
Gubernur Mirza memaparkan profil komparatif Lampung sebagai salah satu lumbung pangan utama nasional. Daerah memproduksi gabah hingga 3,5 juta ton, lumbung pasokan jagung, menyumbang 70 persen tapioka nasional, penyuplai 60 persen ekspor kopi Indonesia, serta produsen lada dan tebu skala besar. Kendati melimpah, komoditas lokal yang telah tersentuh proses hilirisasi baru berkisar 30 persen.
“Sekarang perekonomian tumbuh berkat kebijakan proteksi harga komoditas dari Presiden Prabowo Subianto. Namun ke depan, pencapaian target delapan persen membutuhkan kreativitas, kemitraan antarsektor, serta realisasi hilirisasi sesuai mandat RPJMN,” ujar Mirza.
Strategi peningkatan nilai tambah dirancang lewat dua pendekatan terpadu, mencakup hilirisasi skala sentra perdesaan seperti pakan ternak mandiri dan pengolahan biji kopi, hingga hilirisasi manufaktur di kawasan industri modern. Geliat sektor agraris turut tercermin dari lonjakan pembelian alat mesin pertanian sebesar 200 persen serta pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) perbankan daerah mendekati tujuh persen secara tahunan (year-on-year).
Mirza menekankan perlunya pemangkasan regulasi bersama otoritas perbankan guna mengurai hambatan penanaman modal di daerah.
“Fondasi kemajuan bangsa berakar dari ketangguhan daerah. Ketika perekonomian daerah melaju pesat dan warganya makmur, cita-cita kesejahteraan nasional otomatis tercapai,” lanjutnya.
Pada kesempatan sama, Deputi Gubernur Bank Indonesia Thomas A.M. Djiwandono mengapresiasi kinerja perekonomian Lampung yang mencatatkan pertumbuhan 5,29 persen pada triwulan II-2026. Catatan positif menempatkan Lampung sebagai daerah dengan laju ekonomi tertinggi kedua di Pulau Sumatera setelah Kepulauan Riau.
“Tantangan utama ke depan bukan sekadar menjaga angka pertumbuhan, melainkan memastikan pertumbuhan menghadirkan nilai tambah nyata bagi kesejahteraan masyarakat lewat penguatan hilirisasi dan arus investasi,” tutur Thomas.
Thomas menambahkan, implementasi Undang-Undang P2SK memperluas peran Bank Indonesia untuk aktif menyokong sektor ekonomi riil. Dukungan diwujudkan lewat pembinaan kapasitas UMKM kopi, pisang, dan wastra agar menembus pasar ekspor, ditopang pemanfaatan transaksi digital melalui 1,6 juta pengguna QRIS di Lampung.
Sementara Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Bimo Epyanto menjelaskan perhelatan tahunan sengaja diperluas cakupannya guna memetakan potensi investasi baru. Ekosistem keuangan digital yang diperluas diyakini menjadi motor penggerak efisiensi aktivitas perdagangan daerah secara berkelanjutan.















