Clickinfo.co.id – Bupati Tulang Bawang Barat (Tubaba) Novriwan Jaya mengapresiasi tingginya kesadaran demokrasi masyarakat serta soliditas jajaran aparat keamanan dalam mengawal Pemilihan Kepala Tiyuh (Pilkati) Serentak 2026.
Berkat koordinasi lintas sektoral yang matang, seluruh tahapan pemungutan suara di tingkat tiyuh berjalan dalam suasana tertib, aman, dan kondusif.
Penghargaan tersebut disampaikan Novriwan menyusul tuntasnya pencoblosan di lapangan yang memungkinkan warga menyalurkan hak suara secara bebas tanpa hambatan stabilitas keamanan, Kamis, 22 Oktober 2026.
Secara khusus, Novriwan menyampaikan terima kasih kepada unsur pengamanan terpadu, meliputi jajaran Polres Tubaba, dukungan personel BKO dari Polres Lampung Utara dan Polda Lampung, satuan TNI melalui Kodim Lampung Utara, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Lampung Utara dan Pemerintah Provinsi Lampung yang telah memberikan perbantuan operasional.
“Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Tulang Bawang Barat, saya menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh unsur yang telah mendedikasikan tenaga menjaga keamanan dan ketertiban selama Pilkati berlangsung,” ujar Novriwan.
Novriwan menegaskan bahwa terpeliharanya stabilitas daerah bukan semata-mata bertumpu pada kesiagaan aparat bersenjata, melainkan buah dari kedewasaan masyarakat yang mampu memosisikan perbedaan pandangan politik secara sehat. Berakhirnya proses pencoblosan di tempat pemungutan suara (TPS) diminta menjadi awal untuk merekatkan kembali ikatan kekeluargaan antar sesama warga tiyuh.
“Yang paling utama adalah proses demokrasi di akar rumput telah berlangsung dengan baik, aman, dan lancar. Mari kita jaga bersama iklim yang sudah sangat kondusif ini demi merawat persatuan dan mengakselerasi kemajuan Kabupaten Tulang Bawang Barat,” lanjutnya.
Novriwan turut mengimbau para kontestan dan warga untuk menyikapi hasil rekapitulasi suara dengan lapang dada dan menghormati koridor hukum yang berlaku. Bagi kepalo tiyuh yang nantinya ditetapkan secara definitif, Novriwan menitipkan pesan kepemimpinan inklusif agar segera merangkul seluruh elemen masyarakat tanpa membedakan pilihan politik saat pemilihan.
Harmonisasi sosial di tingkat desa dinilai sebagai fondasi mendasar agar roda pemerintahan tiyuh dapat langsung bergerak cepat merealisasikan program pembangunan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada warga setempat.










