Clickinfo.co.id – Institut Teknologi Sumatera (ITERA) bersama PT PLN (Persero) mulai merealisasikan pengembangan tanaman energi berbasis biomassa melalui panen perdana sorgum varietas Bioguma 1 dan 2 di area kampus ITERA, Selasa (3/11/2026).
Panen perdana ini menjadi bagian dari upaya mendorong pemanfaatan potensi biomassa lokal sebagai sumber energi alternatif sekaligus mendukung percepatan transisi energi dan pencapaian target bauran energi baru terbarukan (EBT) nasional.
Kegiatan tersebut dihadiri Rektor ITERA, Prof. Dr. apt. Elfahmi, S.Si., M.Si., serta General Manager PLN Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang), Mochamad Soleh.
Rektor ITERA, Prof. Elfahmi, mengatakan kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri perlu terus diperkuat agar hasil penelitian tidak hanya berhenti pada tataran akademis, tetapi mampu diwujudkan menjadi inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia industri.
Sementara itu, GM PLN Puslitbang Mochamad Soleh menegaskan komitmen PLN untuk mendukung penelitian dan pengembangan biomassa lokal. Menurutnya, pemanfaatan sumber daya alam dalam negeri memiliki peluang besar untuk menjadi bagian dari solusi penyediaan energi bersih dan berkelanjutan.
Mahasiswa Tampilkan Teknologi Pengolahan Sorgum
Usai pelaksanaan panen simbolis, rombongan PLN meninjau Laboratorium Rekayasa Kehutanan ITERA. Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa memperagakan proses pengolahan sorgum, mulai dari pencacahan batang, pemerasan nira, hingga pengenalan mesin pelet dan tahapan produksinya.
Rombongan juga mengunjungi fasilitas Integrated Waste and Agro-Industrial Center (IWACI) ITERA untuk melihat secara langsung penerapan teknologi gasifikasi.
Teknologi tersebut dikembangkan untuk mengonversi biomassa menjadi energi terbarukan serta menghasilkan berbagai produk turunan yang memiliki nilai ekonomi.
Sorgum dan Kaliandra Disiapkan Jadi Bahan Baku Energi
Kerja sama ITERA dan PLN tidak hanya berfokus pada pengembangan sorgum, tetapi juga tanaman kaliandra sebagai sumber bahan baku biomassa.
Penelitian bersama ini diarahkan untuk mendukung pemanfaatan biomassa sebagai bahan bakar pendamping (co-firing) pada pembangkit listrik. Selain itu, biomassa juga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku produksi hidrogen melalui teknologi gasifikasi.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi diversifikasi sumber energi sekaligus mengoptimalkan potensi sumber daya lokal untuk mendukung ketahanan energi nasional.
Sebagai tindak lanjut, ITERA dan PLN menggelar diskusi proyek lanjutan di Gedung A ITERA. Pembahasan mencakup keberlanjutan penelitian, pengembangan teknologi, hingga peluang komersialisasi hasil inovasi.
Melalui kolaborasi ini, kedua pihak berupaya memperkuat hubungan antara dunia akademisi dan industri agar hasil riset dapat dikembangkan menjadi solusi aplikatif dalam sektor energi.
Pengembangan biomassa berbasis sorgum dan kaliandra diharapkan menjadi salah satu alternatif dalam memperluas pemanfaatan energi terbarukan serta mempercepat terwujudnya transisi energi hijau di Indonesia.











