Clickinfo.co.id – Ikatan Da’i Indonesia (IKADI) menorehkan prestasi membanggakan dengan mencatatkan rekor pada Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) melalui penyelenggaraan “Pelatihan 10.000 Khotib IKADI Nasional” secara serentak di 38 provinsi, Sabtu, 24 Oktober 2026.
Kegiatan nasional yang dihelat dalam rangka menyongsong Musyawarah Nasional (Munas) IV IKADI ini berhasil menjaring sebanyak 10.013 peserta di seluruh Indonesia.
Mengusung tema “Mencetak Khotib yang Moderat, Inspiratif, Berwawasan, dan Profesional”, program ini diselenggarakan untuk mematangkan kapasitas, retorika, serta standar keilmuan para khotib agar mampu menyampaikan syiar keagamaan yang menyejukkan dan merawat persatuan bangsa.
Di tingkat daerah, Pengurus Daerah (PD) IKADI Kota Bandar Lampung memusatkan kegiatan pelatihan di Aula Ragom Mufakat, Kompleks Yayasan Daarul Hikmah. Sebanyak 65 peserta hadir mewakili berbagai elemen, mulai dari ormas Islam, pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM), pondok pesantren, hingga pegiat Kerohanian Islam (Rohis) sekolah dan perguruan tinggi.
Pembina IKADI Kota Bandar Lampung, Dr. Ir. H. A. Junaidi Auly, M.M., menegaskan bahwa mimbar khutbah memegang tanggung jawab moral dan sosial yang sangat besar di tengah masyarakat. Oleh karena itu, integritas da’i harus dibangun atas fondasi spiritualitas yang lurus dan kecakapan wawasan kontemporer.
“Menjadi seorang da’i dan khotib harus diawali dengan niat yang lurus karena Allah SWT. Selain keikhlasan, para da’i juga harus terus meningkatkan kapasitas ilmu pengetahuan, memperluas wawasan kebangsaan, dan melatih kompetensi berbicara agar risalah dakwah yang disampaikan benar-benar membawa manfaat bagi umat,” pesan Junaidi.
Ketua PD IKADI Kota Bandar Lampung, Dr. Triono, M.I.P., menjelaskan bahwa penguatan kapasitas ini bertujuan mencetak da’i muda yang adaptif serta konsisten mendakwahkan Islam yang rahmatan lil ‘aalamiin. Merespons animo peserta yang tinggi, IKADI Bandar Lampung memastikan program kaderisasi dakwah tidak berhenti pada seremoni pemecahan rekor semata.
“Pelatihan ini merupakan langkah awal dari kaderisasi berjenjang. Para peserta akan kami fasilitasi untuk mengikuti pembinaan lanjutan melalui program MADANI (Madrasah Da’i Indonesia). Dari program tersebut, kami berharap lahir para khatib yang berintegritas, moderat dalam pemikiran, dan peka terhadap dinamika persoalan umat,” ungkap Triono.
Dalam sesi pembekalan teknis, peserta dibimbing oleh instruktur dari jajaran Pengurus Wilayah (PW) IKADI Lampung dan PD IKADI Kota Bandar Lampung melalui tiga modul utama:
1. Wawasan Kebangsaan dan Dakwah Islam Rahmatan Lil ‘Aalamiin: Disampaikan oleh Ust. Endri Saprijal, M.H., yang menitikberatkan pada moderasi beragama, toleransi, dan peran mimbar Jumat dalam merajut persaudaraan sebangsa.
2. Retorika Dakwah Keummatan: Disampaikan oleh Ust. Dr. Doni Sastrawan, M.Pd.I., yang mengulas seni komunikasi publik, teknik penyusunan draf khutbah yang sistematis, dan manajemen penguasaan jamaah.
3. Tata Cara dan Praktik Khutbah: Disampaikan oleh Ust. Muhammad Iqbal, M.Pd., yang menguraikan rukun, syarat sah, adab, hingga simulasi praktik khutbah Jumat secara langsung.
Pencapaian rekor MURI dengan 10.013 peserta di 38 provinsi ini menegaskan kesiapan IKADI dalam mengonsolidasikan gerakan dakwah yang profesional, sekaligus memperkuat peran strategis khotib di masjid perkotaan maupun perdesaan.











