Clickinfo.co.id – Kondisi Stadion Sumpah Pemuda PKOR Way Halim kembali menjadi sorotan. Ketua Sikambara, Junaedi, menyayangkan adanya oknum suporter tamu yang dinilai tidak menjaga kebersihan dan keindahan stadion saat laga kandang Bhayangkara Presisi Lampung FC.
Menurutnya, persoalan tersebut harus menjadi perhatian serius pihak manajemen klub ke depan, terutama dalam mempertimbangkan kehadiran suporter tim tamu pada pertandingan kandang.
“Kami sesalkan adanya suporter tamu yang tidak menjaga kebersihan dan keindahan stadion. Ini harus menjadi atensi bagi manajemen untuk mempertimbangkan kembali kehadiran suporter tamu dalam laga kandang. Apalagi aturan liga juga tidak memperbolehkan suporter tamu hadir saat laga away,” tegas Junaedi, Jumat, 01 Mei 2026.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi pintu masuk stadion, khususnya di tribun utara dan tribun selatan, terlihat memprihatinkan. Area gate 2, gate 3, gate 6, dan gate 7 tampak kumuh dengan banyak coretan pilok serta tempelan stiker yang tidak jelas, sehingga merusak estetika stadion.
Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan area tribun timur yang menjadi basis suporter loyal Bhayangkara Presisi Lampung FC dan Sikambara Lampung. Di gate 4 dan gate 5, lingkungan terlihat jauh lebih bersih tanpa coretan maupun stiker yang merusak fasilitas.
Junaedi menegaskan bahwa menjaga stadion bukan hanya menjadi tanggung jawab pengelola, tetapi juga seluruh elemen suporter. Namun demikian, ia menilai perlu adanya ketegasan dalam penerapan aturan demi menjaga marwah stadion sebagai kebanggaan masyarakat Lampung.
“Kami ingin stadion ini tetap bersih, nyaman, dan menjadi kebanggaan. Ketertiban harus dijaga bersama, tetapi aturan juga harus ditegakkan dengan tegas,” tambahnya.
Ia berharap ke depan manajemen Bhayangkara Presisi Lampung FC dapat mengambil langkah strategis agar kejadian serupa tidak terulang. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya memastikan atmosfer pertandingan tetap kondusif tanpa mengorbankan kebersihan dan keindahan stadion.
“Semoga menjadi perhatian panitia pelaksana sebagai bahan evaluasi internal,” pungkasnya.













