Clickinfo.co.id – Dukungan masyarakat Lampung diharapkan mengalir deras bagi Bhayangkara Presisi Lampung FC yang akan melakoni laga tandang krusial sore ini.
Tim kebanggaan Bumi Ruwa Jurai tersebut dijadwalkan menghadapi Persis Solo pada pekan ke-29 BRI Super League di Stadion Manahan, Solo, Rabu, 22 April 2026.
Ketua Sikambara, Junaedi, mengajak seluruh pecinta sepak bola di Lampung untuk memberikan doa dan dukungan penuh. Menurutnya, hasil pertandingan ini akan menjadi penentu langkah tim dalam menjaga asa bersaing di jajaran elit klasemen.
“Bismillah, kami mohon doa seluruh masyarakat Lampung. Mari kita jaga tren positif ini agar target finis di empat besar dan menembus zona Liga Champions Asia bisa tercapai,” ujar Junaedi, yang juga dikenal sebagai CEO Rumah Makan Minang Indah Grup.
Saat ini, Bhayangkara FC berada di posisi keempat klasemen sementara dengan koleksi 47 poin dari 28 pertandingan. Tim asuhan pelatih Bhayangkara FC ini mencatatkan rekor 14 kemenangan, lima hasil imbang, dan sembilan kekalahan.
Meski terpaut 11 angka dari Persija Jakarta di posisi ketiga, peluang untuk terus merangsek ke papan atas masih terbuka lebar jika mampu mengamankan poin penuh di kandang lawan.
Di sisi lain, tim tuan rumah Persis Solo diprediksi akan memberikan perlawanan sengit. Tim berjuluk Laskar Sambernyawa tersebut tengah berjuang keras keluar dari jerat degradasi. Saat ini, Persis menempati peringkat ke-16 dengan raihan 24 poin.
“Laga ini pasti berlangsung seru. Persis memiliki motivasi besar untuk keluar dari zona merah. Namun, kita harus tetap optimistis bahwa Bhayangkara FC mampu mencuri poin,” tambah Junaedi yang juga menjabat Ketua Pajero Indonesia One Chapter Krakatau.
Pertemuan kedua tim ini membawa misi yang bertolak belakang namun sama-sama krusial, Bhayangkara FC berambisi mengunci tiket kompetisi Asia, sementara Persis Solo bertaruh nyawa demi bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Manajemen dan pendukung berharap, semangat dari Lampung mampu menjadi energi tambahan bagi para pemain untuk membawa pulang hasil maksimal dari tanah Jawa Tengah.










