• Redaksi
  • Tentang Kami
Senin, Juni 22, 2026
clickinfo.co.id
  • Beranda
  • Berita
  • Provinsi
    • Lampung
    • Aceh
    • Bali
    • DKI Jakarta
    • NTB
    • NTT
    • Daerah
    • Jawa
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Sumatera
    • Papua
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Waykanan
  • Pendidikan
    • Unila
    • UIN RIL
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Puisi
    • Tajuk
  • Life Style
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Travel
  • Politik
    • DPRD Provinsi Lampung
    • DPRD Kota Bandar Lampung
  • Organisasi
    • JMSI
    • HIPMI
    • APINDO
    • IKADI
    • Komite OSIS Nasional
No Result
View All Result
clickinfo.co.id
  • Beranda
  • Berita
  • Provinsi
    • Lampung
    • Aceh
    • Bali
    • DKI Jakarta
    • NTB
    • NTT
    • Daerah
    • Jawa
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Sumatera
    • Papua
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Waykanan
  • Pendidikan
    • Unila
    • UIN RIL
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Puisi
    • Tajuk
  • Life Style
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Travel
  • Politik
    • DPRD Provinsi Lampung
    • DPRD Kota Bandar Lampung
  • Organisasi
    • JMSI
    • HIPMI
    • APINDO
    • IKADI
    • Komite OSIS Nasional
No Result
View All Result
clickinfo.co.id
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Takbir di Tengah Derita Rakyat

IrzonEditorIrzon
21/03/2026
in Opini
A A
Takbir di Tengah Derita Rakyat

Artikel opini Junaidi Ismail, SH menyoroti paradoks perayaan Idulfitri 1447 H di tengah kesulitan ekonomi rakyat.

Clickinfo.co.id – Lebaran atau Idul Fitri sejatinya adalah momentum kemenangan spiritual setelah sebulan penuh umat Islam menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan. Kemenangan ini tidak hanya dimaknai sebagai keberhasilan menahan lapar dan dahaga, tetapi juga sebagai keberhasilan mengendalikan hawa nafsu, memperkuat solidaritas sosial, serta memperdalam rasa empati terhadap sesama.

Namun, dalam realitas sosial-ekonomi masyarakat Indonesia, perayaan Lebaran kerap dihadapkan pada paradoks yang menyayat hati.

Di satu sisi, ia adalah simbol kebahagiaan kolektif, di sisi lain ia menjadi cermin ketimpangan sosial dan tekanan ekonomi yang belum sepenuhnya teratasi.

ArtikelTerkait

Belajar dari Suporter Kolombia

Kartu Merah Almiron dan Pelajaran Besar Transparansi Hukum di Indonesia

Di tengah semarak takbir yang berkumandang, terselip kisah-kisah pilu yang terus berulang dari tahun ke tahun, kisah tentang keterbatasan, pengorbanan, dan ketabahan rakyat kecil.

Fenomena ini semestinya menjadi alarm moral bagi para pemangku kebijakan di negeri ini.

Negara tidak boleh abai terhadap siklus tahunan penderitaan yang dialami sebagian rakyatnya menjelang hari besar keagamaan.

Justru di momen seperti inilah kehadiran negara diuji, apakah ia mampu menjadi pelindung dan pengayom, atau justru menjadi entitas yang jauh dari denyut nadi kehidupan rakyatnya.

Secara sosiologis, Lebaran bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan peristiwa sosial yang memperkuat kohesi masyarakat.

Tradisi mudik, silaturahmi, hingga berbagi rezeki merupakan manifestasi nilai-nilai kolektif yang telah mengakar kuat dalam budaya bangsa.

Namun, dalam perspektif ekonomi politik, momen ini juga memperlihatkan dinamika daya beli masyarakat yang fluktuatif, bahkan cenderung melemah di tengah tekanan global dan kebijakan domestik yang belum sepenuhnya berpihak pada rakyat.

Di berbagai pelosok negeri, kisah-kisah mengharukan menjadi narasi yang tak terpisahkan dari perayaan Lebaran.

Ada keluarga yang tetap merayakan hari kemenangan tanpa baju baru, tanpa hidangan istimewa, namun dengan hati yang penuh syukur.

Orang tua yang menjahit sendiri pakaian anak-anaknya dari sisa kain, atau keluarga yang berbagi satu hidangan sederhana demi menjaga kebersamaan, adalah potret nyata ketahanan sosial yang luar biasa.

Di sisi lain, tradisi mudik yang menjadi ciri khas Lebaran di Indonesia juga menyimpan cerita pengorbanan yang mendalam.

Tidak sedikit perantau yang harus menabung selama berbulan-bulan demi bisa pulang kampung dan bersimpuh di hadapan orang tua.

Namun, tidak sedikit pula yang harus mengubur impian tersebut karena keterbatasan biaya.

Dalam era digital, sebagian hanya mampu melepas rindu melalui layar gawai, sebuah realitas baru yang menyentuh sekaligus menyedihkan.

Tradisi “salam tempel” atau berbagi rezeki juga menghadirkan dimensi kemanusiaan yang kuat.

Di tengah keterbatasan, masih banyak individu yang tetap menyisihkan sebagian kecil hartanya untuk membantu sesama.

Ini menunjukkan bahwa solidaritas sosial masyarakat Indonesia tidak pernah benar-benar luntur, bahkan di tengah tekanan ekonomi yang berat.

Namun demikian, tidak semua orang dapat menikmati momen Lebaran dengan kebersamaan keluarga.

Banyak pekerja yang tetap menjalankan tugasnya di hari raya, baik karena tuntutan profesi maupun kebutuhan ekonomi.

Mereka adalah wajah lain dari perjuangan hidup, yang menahan rindu demi tanggung jawab dan keberlangsungan hidup.

Dalam perspektif keilmuan, kondisi ini dapat dianalisis melalui pendekatan kesejahteraan sosial dan kebijakan publik.

Negara memiliki peran strategis dalam memastikan distribusi kesejahteraan yang adil, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan yang memiliki dampak ekonomi signifikan.

Intervensi kebijakan yang tepat seperti stabilisasi harga kebutuhan pokok, penguatan jaring pengaman sosial, serta subsidi transportasi dapat menjadi solusi konkret untuk meringankan beban masyarakat.

Lebih jauh, dalam perspektif religius, esensi Lebaran terletak pada nilai-nilai kesederhanaan, keikhlasan, dan kepedulian terhadap sesama. Islam tidak pernah mensyaratkan kemewahan dalam merayakan hari raya.

Justru, nilai ibadah dan kemanusiaan menjadi inti dari perayaan tersebut. Oleh karena itu, penting bagi seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah, untuk mengedepankan nilai-nilai ini dalam setiap kebijakan dan tindakan.

Seruan moral kepada para pemangku kebijakan bukanlah bentuk kritik semata, melainkan harapan agar negara hadir secara nyata dalam kehidupan rakyatnya.

Kebijakan publik tidak boleh hanya berorientasi pada angka dan statistik, tetapi harus menyentuh aspek kemanusiaan yang lebih dalam.

Rakyat tidak boleh dibuat sengsara oleh kebijakan yang tidak sensitif terhadap realitas sosial.

Lebaran seharusnya menjadi momentum refleksi bersama, baik bagi individu, masyarakat, maupun negara.

Ini adalah waktu yang tepat untuk mengevaluasi sejauh mana nilai-nilai keadilan sosial telah diwujudkan dalam praktik kehidupan berbangsa dan bernegara.

Apakah kesejahteraan telah dirasakan secara merata? Apakah kebijakan yang diambil benar-benar berpihak pada rakyat kecil?

Pada akhirnya, kisah-kisah mengharukan yang hadir setiap Lebaran bukanlah sekadar cerita, melainkan cermin dari kondisi nyata yang harus dihadapi dengan kebijakan yang bijak dan empati yang tulus.

Ketahanan rakyat dalam menghadapi keterbatasan adalah kekuatan, tetapi bukan berarti negara boleh bergantung pada ketabahan tersebut tanpa memberikan solusi yang konkret.

Selamat merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.

Semoga kemenangan ini tidak hanya menjadi milik individu, tetapi juga menjadi kemenangan bersama dalam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

 

Bandar Lampung, 21 Maret 2026

Oleh: Junaidi Ismail, SH | Wartawan Utama

Tags: Idul Fitri 1447 HJunaidi Ismail SHKeadilan SosialKebijakan PublikLebaran 2026
Previous Post

Bupati Pesisir Barat Dedi Irawan Lepas Pawai Takbiran Idul Fitri 1447 H, Serukan Kebersamaan

Next Post

Idulfitri 1447 H, Masjid Al Iman Rajabasa Perkuat Peran sebagai Pusat Kebersamaan Umat

Related Posts

Belajar dari Suporter Kolombia

Belajar dari Suporter Kolombia

22/06/2026
Kartu Merah Almiron dan Pelajaran Besar Transparansi Hukum di Indonesia

Kartu Merah Almiron dan Pelajaran Besar Transparansi Hukum di Indonesia

21/06/2026
Menanti Putusan Hukum Perkara Roy Suryo dan dr. Tifa

Menanti Putusan Hukum Perkara Roy Suryo dan dr. Tifa

20/06/2026
Perebutan Kursi Ketua Apindo Lampung Dimulai, Dua Kandidat Sudah Ambil Berkas

MK Patahkan Mitos Perempuan Bekerja

19/06/2026
Idealisme Aktivis yang Tersesat

Idealisme Aktivis yang Tersesat

18/06/2026
Menguji Kedewasaan Demokrasi

Menguji Kedewasaan Demokrasi

17/06/2026
Next Post
Idulfitri 1447 H, Masjid Al Iman Rajabasa Perkuat Peran sebagai Pusat Kebersamaan Umat

Idulfitri 1447 H, Masjid Al Iman Rajabasa Perkuat Peran sebagai Pusat Kebersamaan Umat

Idulfitri 1447 H: Halalbihalal Door-to-Door Warga Perumahan Bumi Puspa Kencana Rajabasa

Idulfitri 1447 H: Halalbihalal Door-to-Door Warga Perumahan Bumi Puspa Kencana Rajabasa

Ribuan Warga Padati Lamban Rakyat, Momen Egi-Zita Dekatkan Diri dengan Rakyat

Ribuan Warga Padati Lamban Rakyat, Momen Egi-Zita Dekatkan Diri dengan Rakyat

UMKM Kebanjiran Rezeki, Dagangan Habis Diborong dan Dibagikan Gratis di Lamban Rakyat

UMKM Kebanjiran Rezeki, Dagangan Habis Diborong dan Dibagikan Gratis di Lamban Rakyat

Momentum Idulfitri, Pemkab Pesisir Barat Fokus Bangun Kebersamaan demi Masa Depan Bermartabat

Momentum Idulfitri, Pemkab Pesisir Barat Fokus Bangun Kebersamaan demi Masa Depan Bermartabat

Kembali Raih WTP dari BPK, Tanggamus Perkuat Komitmen Tata Kelola Keuangan Daerah
Tanggamus

Kembali Raih WTP dari BPK, Tanggamus Perkuat Komitmen Tata Kelola Keuangan Daerah

EditorAidiland1 others
22/06/2026

Clickinfo.co.id – Bupati Tanggamus Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H. menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD...

Read more
Tiga Kandidat Mundur dan Beri Dukungan, Ary Meizary Nahkodai Apindo Lampung Lima Tahun Ke Depan

Tiga Kandidat Mundur dan Beri Dukungan, Ary Meizary Nahkodai Apindo Lampung Lima Tahun Ke Depan

22/06/2026
Optimalisasi Pendapatan Daerah Jadi Fokus, Bupati Pesisir Barat Tekankan Sinergi Lintas Sektor

Optimalisasi Pendapatan Daerah Jadi Fokus, Bupati Pesisir Barat Tekankan Sinergi Lintas Sektor

22/06/2026
Harga Cabai dan Bawang Merah Naik, Lampung Perkuat Strategi Pengendalian Inflasi

Harga Cabai dan Bawang Merah Naik, Lampung Perkuat Strategi Pengendalian Inflasi

22/06/2026
Target Himpun Rp20 Miliar, Baznas Palembang Kejar Target Operasional Rumah Sehat di Kecamatan Sako

Target Himpun Rp20 Miliar, Baznas Palembang Kejar Target Operasional Rumah Sehat di Kecamatan Sako

22/06/2026
clickinfo.co.id

Lampung, Indonesia
Telepon : 081225227939
E-mail : admin@clickinfo.co.id

  • Beranda
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2025 - Clickinfo.co.id - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Provinsi
    • Lampung
    • Aceh
    • Bali
    • DKI Jakarta
    • NTB
    • NTT
    • Daerah
    • Jawa
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Sumatera
    • Papua
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Waykanan
  • Pendidikan
    • Unila
    • UIN RIL
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Puisi
    • Tajuk
  • Life Style
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Travel
  • Politik
    • DPRD Provinsi Lampung
    • DPRD Kota Bandar Lampung
  • Organisasi
    • JMSI
    • HIPMI
    • APINDO
    • IKADI
    • Komite OSIS Nasional

© 2025 - Clickinfo.co.id - All Rights Reserved.