• Redaksi
  • Tentang Kami
Rabu, Oktober 14, 2026
clickinfo.co.id
  • Beranda
  • Berita
  • Provinsi
    • Lampung
    • Aceh
    • Bali
    • DKI Jakarta
    • NTB
    • NTT
    • Daerah
    • Jawa
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Sumatera
    • Papua
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Waykanan
  • Pendidikan
    • Unila
    • UIN RIL
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Puisi
    • Tajuk
  • Life Style
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Travel
  • Politik
    • DPRD Provinsi Lampung
    • DPRD Kota Bandar Lampung
  • Organisasi
    • JMSI
    • HIPMI
    • APINDO
    • IKADI
    • Komite OSIS Nasional
No Result
View All Result
clickinfo.co.id
  • Beranda
  • Berita
  • Provinsi
    • Lampung
    • Aceh
    • Bali
    • DKI Jakarta
    • NTB
    • NTT
    • Daerah
    • Jawa
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Sumatera
    • Papua
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Waykanan
  • Pendidikan
    • Unila
    • UIN RIL
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Puisi
    • Tajuk
  • Life Style
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Travel
  • Politik
    • DPRD Provinsi Lampung
    • DPRD Kota Bandar Lampung
  • Organisasi
    • JMSI
    • HIPMI
    • APINDO
    • IKADI
    • Komite OSIS Nasional
No Result
View All Result
clickinfo.co.id
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Menuju Pengesahan RUU Perampasan Aset 

IrzonEditorIrzon
28/08/2026
in Opini
A A
Menuju Pengesahan RUU Perampasan Aset 

Menuju Pengesahan RUU Perampasan Aset 

Clickinfo.co.id – Gegap gempita aksi massa menuntut pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset pada 27 Agustus 2026 akhirnya menghasilkan sebuah kesepakatan. DPR RI menyatakan komitmen untuk menyelesaikan dan mengesahkan RUU tersebut paling lambat 15 Desember 2026.

Kesepakatan itu lahir setelah perwakilan massa dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) diterima untuk beraudiensi dengan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. Dalam kesepakatan tertulis, DPR juga membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan masukan, menyerahkan draf tertulis, serta ikut mengawal pembahasan pasal demi pasal.

Di atas kertas, tentu ini patut diapresiasi. Tetapi ada satu pertanyaan yang sulit dihindari yaitu, mengapa rakyat masih harus menunggu sampai 15 Desember?

ArtikelTerkait

Dua Tahun Terakhir Mencari Nafkah Kian Sulit, Jamal Pengurus KNPI Lampung: Rakyat Butuh Kepastian, Bukan Sekadar Harapan

Gemala Hatta dan Relevansi Kepemimpinan Bung Hatta

RUU Perampasan Aset bukan barang baru. Wacana dan pembahasannya sudah berlangsung bertahun-tahun. Karena itu, ketika rakyat kembali turun ke jalan dan meminta kepastian, lalu diberikan tenggat waktu beberapa bulan lagi, sangat wajar jika muncul rasa kecewa.

Bagi masyarakat, persoalannya bukan hanya soal kapan sebuah undang-undang disahkan. Persoalannya adalah seberapa serius negara memberantas kejahatan yang berorientasi pada keuntungan ekonomi.

Selama ini masyarakat sering mendengar kabar tentang korupsi, pencucian uang, penyalahgunaan kewenangan dan berbagai kejahatan yang menghasilkan kekayaan. Pelakunya bisa dihukum, tetapi masyarakat kemudian bertanya, bagaimana dengan aset yang diduga berasal dari kejahatan?

Di sinilah RUU Perampasan Aset memiliki arti penting. Penegakan hukum tidak boleh berhenti pada memenjarakan pelaku. Negara juga harus memiliki instrumen hukum yang kuat untuk memulihkan kerugian dan menyelamatkan kekayaan yang diperoleh melalui kejahatan, tentu dengan tetap menjunjung prinsip negara hukum, “due process of law”, perlindungan hak warga negara dan kepastian hukum.

Karena itu, tuntutan masyarakat terhadap RUU ini sebenarnya bukan tuntutan yang berlebihan.

Komitmen DPR untuk menyelesaikan RUU paling lambat 15 Desember harus dipandang sebagai janji politik sekaligus tanggung jawab kelembagaan, bukan hanya kalimat untuk meredam demonstrasi.

Bahkan tuntutan agar pimpinan DPR bertanggung jawab apabila target tersebut tidak tercapai menunjukkan satu hal penting, masyarakat sudah mulai lelah dengan janji yang tidak memiliki ukuran keberhasilan yang jelas.

Namun, ada pula hal yang perlu dijaga. Perjuangan mengesahkan RUU Perampasan Aset jangan sampai berubah menjadi tekanan politik yang mengabaikan kualitas legislasi. Undang-undang yang baik bukan hanya undang-undang yang cepat disahkan, tetapi juga undang-undang yang jelas, adil, dapat dilaksanakan dan tidak membuka ruang bagi kesewenang-wenangan.

Jangan sampai karena ingin cepat, justru melahirkan aturan yang kelak menimbulkan persoalan baru.

Karena itu, masyarakat perlu mengawal dua hal sekaligus yakni kecepatan dan kualitas. DPR tidak boleh berlindung di balik alasan bahwa pembahasan membutuhkan waktu. Sebaliknya, masyarakat juga harus memahami bahwa penyusunan undang-undang memang membutuhkan ketelitian agar tidak bertentangan dengan prinsip hukum dan konstitusi.

Yang tidak boleh terjadi adalah pembahasan kembali berjalan lambat tanpa kepastian.

Salah satu poin penting dari kesepakatan hari ini adalah keterlibatan masyarakat dalam memberikan masukan. Ini harus benar-benar diwujudkan, bukan hanya formalitas.

Masyarakat harus diberikan ruang untuk mengetahui perkembangan pembahasan, melihat persoalan-persoalan substansial yang masih diperdebatkan, serta memberikan masukan terhadap pasal-pasal yang berpotensi menimbulkan multitafsir. Transparansi menjadi penting karena RUU Perampasan Aset menyangkut kepentingan publik yang sangat luas.

DPR juga perlu menyadari bahwa pengawasan masyarakat bukan bentuk ketidakpercayaan semata. Justru pengawasan masyarakat dapat menjadi energi positif agar proses legislasi berjalan lebih terbuka dan bertanggung jawab.

Ada pesan yang jauh lebih besar dari aksi demonstrasi kemarin. Rakyat sebenarnya sedang mengatakan bahwa kesabaran masyarakat memiliki batas.

Masyarakat tidak meminta sesuatu yang mustahil. Mereka hanya ingin melihat negara memiliki keberanian untuk memperkuat instrumen hukum dalam menghadapi kejahatan yang merugikan negara dan masyarakat.

Karena itu, 15 Desember 2026 seharusnya bukan menjadi “tanggal aman” untuk kembali meminta tambahan waktu. Sebaliknya, tanggal tersebut harus menjadi batas tanggung jawab yang benar-benar dihormati. Kalau dapat diselesaikan lebih cepat, mengapa harus menunggu sampai batas akhir?

DPR memiliki kewenangan legislasi. Pemerintah memiliki kepentingan dalam penguatan penegakan hukum. Aparat penegak hukum membutuhkan kepastian instrumen hukum. Dan masyarakat memiliki hak untuk mendapatkan sistem hukum yang mampu melindungi kepentingan negara.

Semua kepentingan itu seharusnya bertemu pada satu tujuan, membangun sistem hukum yang lebih kuat dan berkeadilan.

Demi kehormatan lembaga negara sekaligus kewibawaan bangsa, sudah waktunya seluruh elemen menyatukan langkah. DPR jangan lagi memberi kesan bahwa RUU Perampasan Aset adalah pekerjaan rumah yang bisa ditunda tanpa batas. Masyarakat pun tidak perlu berhenti mengawal.

Mari beri DPR kesempatan untuk membuktikan komitmennya. Tetapi jangan cabut pengawasan masyarakat.

Sebab yang dipertaruhkan bukan hanya nasib satu RUU. Yang dipertaruhkan adalah kepercayaan rakyat kepada negara.

 

Bandar Lampung, 28 Agustus 2026

Oleh: Junaidi Ismail, S.H. | Ketua Umum Poros Wartawan Lampung

Tags: DPR RIRUU Perampasan AsetSufmi Dasco Ahmad
Previous Post

Hadirkan Layanan Medis Tanpa Biaya, DPD Demokrat Sumsel Bagikan Bibit Tanaman di Kalidoni

Next Post

Uji Kepekaan Rasa 24 Barista dan Pegiat Kopi Daerah, Cup Taster Competition 2026 Meriahkan Festival Krakatau

Related Posts

Dua Tahun Terakhir Mencari Nafkah Kian Sulit, Jamal Pengurus KNPI Lampung: Rakyat Butuh Kepastian, Bukan Sekadar Harapan

Dua Tahun Terakhir Mencari Nafkah Kian Sulit, Jamal Pengurus KNPI Lampung: Rakyat Butuh Kepastian, Bukan Sekadar Harapan

13/10/2026
Gemala Hatta dan Relevansi Kepemimpinan Bung Hatta

Gemala Hatta dan Relevansi Kepemimpinan Bung Hatta

13/10/2026
Sherly Tjoanda Jadi Inspirasi; Karna Rakyat Butuh Bukti, Bukan Sekadar Janji

Sherly Tjoanda Jadi Inspirasi; Karna Rakyat Butuh Bukti, Bukan Sekadar Janji

12/10/2026
Belajar Menolak dari Bung Hatta

Belajar Menolak dari Bung Hatta

12/10/2026
Bung Hatta, Obligasi Negara dan Sepatu Bally

Bung Hatta, Obligasi Negara dan Sepatu Bally

11/10/2026
Wakil Presiden dan Warisan Intelektual Bung Hatta

Wakil Presiden dan Warisan Intelektual Bung Hatta

10/10/2026
Next Post
Uji Kepekaan Rasa 24 Barista dan Pegiat Kopi Daerah, Cup Taster Competition 2026 Meriahkan Festival Krakatau

Uji Kepekaan Rasa 24 Barista dan Pegiat Kopi Daerah, Cup Taster Competition 2026 Meriahkan Festival Krakatau

Terima detikSumatera Awards 2026, Gubernur Mirza Tegaskan Pendidikan Jadi Kunci Kemajuan Lampung

Terima detikSumatera Awards 2026, Gubernur Mirza Tegaskan Pendidikan Jadi Kunci Kemajuan Lampung

Gotong Royong Hijau, Forum CSR Lampung Tanam Mangrove di Way Lubuk dan Merak Belantung

Gotong Royong Hijau, Forum CSR Lampung Tanam Mangrove di Way Lubuk dan Merak Belantung

Atasi Krisis Air di Sematang Borang, Pemkot Palembang Kirim Mobil Tangki ke Depan Rumah Warga

Atasi Krisis Air di Sematang Borang, Pemkot Palembang Kirim Mobil Tangki ke Depan Rumah Warga

Indikasi Jual Beli Proyek dan Sunat Dana KDMP di Tanggamus, Insan Pers Minta Sanksi Tegas Oknum Terlibat

Indikasi Jual Beli Proyek dan Sunat Dana KDMP di Tanggamus, Insan Pers Minta Sanksi Tegas Oknum Terlibat

Dapoer Santan Kuliner Horison Lampung Tawarkan Buffet Tematik Setiap Sabtu Malam
Berita

Dapoer Santan Kuliner Horison Lampung Tawarkan Buffet Tematik Setiap Sabtu Malam

EditorAidil
13/10/2026

Clickinfo.co.id — Menikmati hidangan khas Nusantara di hotel berbintang bisa menjadi pilihan menarik untuk mengisi akhir pekan. Hotel Horison Lampung...

Read more
Pemprov Lampung Dorong Ekonomi Berbasis Desa untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Pemprov Lampung Dorong Ekonomi Berbasis Desa untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani

13/10/2026
Pemprov Lampung Perkuat Sinergi Kehutanan, Dorong Kelestarian dan Kesejahteraan Masyarakat

Pemprov Lampung Perkuat Sinergi Kehutanan, Dorong Kelestarian dan Kesejahteraan Masyarakat

13/10/2026
Buka Festival Literasi Tanggamus, Bupati Saleh Asnawi Tekankan Pentingnya Budaya Membaca

Buka Festival Literasi Tanggamus, Bupati Saleh Asnawi Tekankan Pentingnya Budaya Membaca

13/10/2026
Dua Tahun Terakhir Mencari Nafkah Kian Sulit, Jamal Pengurus KNPI Lampung: Rakyat Butuh Kepastian, Bukan Sekadar Harapan

Dua Tahun Terakhir Mencari Nafkah Kian Sulit, Jamal Pengurus KNPI Lampung: Rakyat Butuh Kepastian, Bukan Sekadar Harapan

13/10/2026
clickinfo.co.id

Lampung, Indonesia
Telepon : 081225227939
E-mail : admin@clickinfo.co.id

  • Beranda
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2025 - Clickinfo.co.id - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Provinsi
    • Lampung
    • Aceh
    • Bali
    • DKI Jakarta
    • NTB
    • NTT
    • Daerah
    • Jawa
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Sumatera
    • Papua
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Waykanan
  • Pendidikan
    • Unila
    • UIN RIL
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Puisi
    • Tajuk
  • Life Style
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Travel
  • Politik
    • DPRD Provinsi Lampung
    • DPRD Kota Bandar Lampung
  • Organisasi
    • JMSI
    • HIPMI
    • APINDO
    • IKADI
    • Komite OSIS Nasional

© 2025 - Clickinfo.co.id - All Rights Reserved.