Clickinfo.co.id – Genap satu tahun memimpin Kabupaten Pesawaran sejak dilantik pada 27 Agustus 2025, Bupati Hj. Nanda Indira B., S.E., M.M., dan Wakil Bupati Antonius Muhammad Ali, S.H., berhasil memperkokoh fondasi pembangunan daerah melalui perbaikan indikator makro ekonomi serta penguatan layanan publik, Kamis, 27 Agustus 2026.
Mengusung visi Pesawaran yang Cerdas, Aman, Kreatif, Efektif, dan Produktif (CAKEP), laju pertumbuhan ekonomi Bumi Andan Jejama tercatat tumbuh positif sebesar 5,38 persen.
Peningkatan perekonomian beriringan dengan capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang menembus angka 70,90, penurunan angka kemiskinan menjadi 10,93 persen, serta terjaganya stabilitas inflasi daerah di level 0,44 persen.
Pemerintah Kabupaten Pesawaran mengintegrasikan seluruh capaian pembangunan melalui eksekusi 10 Program Prioritas yang menyasar perbaikan infrastruktur konektivitas, pendidikan, kesehatan, hingga hilirisasi potensi lokal.
Pada sektor infrastruktur, Pemkab mengoptimalkan Satgas Tambal Sulam guna mempercepat rehabilitasi jalan poros antar kecamatan hingga mendongkrak tingkat kemantapan jalan kabupaten mencapai 55,27 persen.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia disiapkan melalui rencana pembangunan Sekolah Rakyat Menengah Pertama di Gedong Tataan serta Balai Latihan Kerja (BLK) Pariwisata di Kecamatan Kedondong guna mencetak generasi muda berdaya saing.
Guna mendongkrak perekonomian berbasis keunggulan lokal, pemerintah daerah mengintegrasikan Kawasan Wisata Terpadu (KWT) pesisir dan kepulauan dengan sektor UMKM, serta merancang fasilitas modern pengolahan sampah di TPA Taman Sari.
Di bidang tata kelola birokrasi, kepemimpinan Nanda-Anton menorehkan prestasi dengan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk ke-10 kalinya secara berturut-turut.
Bupati Pesawaran Nanda Indira menyampaikan bahwa rekam jejak capaian tahun pertama merupakan pijakan kerja bersama untuk menuntaskan berbagai agenda strategis daerah ke depan.
“Capaian satu tahun pertama menjadi modal penting untuk bekerja lebih giat. Masih banyak tantangan dan aspirasi warga yang harus dipenuhi melalui penguatan semangat kolaborasi lintas sektoral,” ujar Nanda.
Senada, Wakil Bupati Antonius Muhammad Ali menegaskan bahwa arah pembangunan daerah menitikberatkan pada pemerataan kesejahteraan masyarakat pedesaan.
“Pembangunan fisik harus berbanding lurus dengan pembukaan akses ekonomi baru bagi masyarakat di desa agar kemandirian daerah terus bertumbuh secara berkelanjutan,” pungkas Antonius.












