Clickinfo.co.id – Universitas Bandar Lampung (UBL) menerapkan pendekatan berbeda dalam menyambut mahasiswa baru melalui Career Discovery Program (CDP) 2026.
Setelah dibuka resmi oleh rektor, program ini langsung bergulir dengan sesi edukasi yang mendorong mahasiswa baru memahami jati diri sebelum menentukan arah masa depan.
Dalam kegiatan yang berpusat di Kampus A UBL, Senin, 6 Juli 2026, para mahasiswa baru mengikuti kelas khusus bertajuk “Who Am I & Self-Awareness”. Melalui sesi ini, mereka ditantang untuk menjawab pertanyaan mendasar mengenai esensi diri mereka yang sebenarnya.
Materi diproyeksikan sebagai pintu masuk agar mahasiswa mampu memetakan potensi, kekuatan, kelemahan, nilai hidup, serta target yang ingin dicapai selama masa kuliah. Skema CDP UBL 2026 dirancang agar mahasiswa tidak terjebak pada rutinitas mengejar indeks prestasi komulatif (IPK) semata, melainkan memiliki kesadaran matang dalam merancang karier sejak dini.
Ovellya Griselda, mahasiswi baru Program Studi Ilmu Komunikasi UBL lulusan SMA Xaverius Bandar Lampung, mengakui program ini memberikan perspektif baru yang jauh dari kesan kaku penyerapan kampus pada umumnya.
“Saya jadi sadar kalau kuliah bukan cuma soal masuk kelas dan kejar IPK. Di sini saya belajar mengenali kekuatan, kelemahan, dan hal-hal yang ingin saya kembangkan selama di UBL. Ini membuat saya lebih percaya diri,” kata Ovellya.
Kurikulum CDP menekankan bahwa kesadaran diri (self-awareness) merupakan kunci utama untuk melihat kapasitas diri secara jujur. Mahasiswa dilatih memahami apa yang mereka lakukan, pikirkan, dan rasakan untuk kemudian diselaraskan dengan target masa depan, tanpa harus terjebak dalam pola pikir berlebihan (overthinking).
Hal senada diungkapkan oleh Raihan Al Faqi, mahasiswa baru Program Studi Teknik Sipil asal SMA Kebangsaan. Ia menilai CDP UBL 2026 menghadirkan metode yang tidak biasa karena tidak langsung mendikte mahasiswa mengenai pilihan profesi setelah lulus.
“Biasanya mahasiswa baru langsung ditanya mau jadi apa setelah lulus. Tapi di sini kami diajak mundur selangkah untuk mengenali diri dulu. Saya jadi mulai memikirkan impian, kebiasaan, dan apa saja yang harus diperbaiki,” urai Raihan.
Sepanjang sesi berlangsung, para peserta dilibatkan dalam berbagai aktivitas reflektif dan interaktif. Beberapa instrumen psikologi yang digunakan meliputi 3 Things About Me, Identity Iceberg, Self Map, Wheel of Life, hingga penyusunan Personal Reflection Journal.
Melalui rangkaian metode tersebut, UBL berkomitmen membangun paradigma bahwa kesuksesan masa depan tidak hanya ditentukan oleh pilihan program studi. Kemampuan mengenali diri dan mengambil keputusan tepat sejak awal kuliah dinilai menjadi modal utama dalam mencetak generasi muda yang kompetitif.
















