Clickinfo.co.id – Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (UIN RIL) menggelar upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 dengan mengajak seluruh sivitas akademika memperkuat semangat persatuan, literasi digital, dan kontribusi nyata dalam pembangunan bangsa di tengah dinamika era digital, Rabu (20/5/2026).
Upacara yang semula dijadwalkan berlangsung di lapangan kampus terpaksa dipindahkan ke Ballroom UIN RIL akibat hujan yang mengguyur sejak pagi.
Rektor UIN Raden Intan Lampung, Prof. H. Wan Jamaluddin Z., M.Ag., Ph.D., bertindak sebagai pembina upacara sekaligus membacakan amanat Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Meutya Viada Hafid.
Dalam amanatnya, Menteri Komdigi mengajak seluruh elemen bangsa, mulai dari akademisi, praktisi, hingga generasi muda, untuk kembali menghidupkan semangat kebangkitan nasional yang diwariskan para pendiri bangsa.
“Momentum Hari Kebangkitan Nasional harus menjadi pengingat bagi kita semua untuk memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan literasi digital, dan memastikan setiap langkah pembangunan selalu berorientasi pada kemajuan bersama. Kebangkitan nasional dimulai dari kesadaran individu yang tumbuh menjadi gerakan kolektif demi kejayaan Indonesia,” demikian amanat Menteri Komdigi yang dibacakan Rektor UIN RIL.
Dalam pidato tersebut juga ditegaskan bahwa peringatan Harkitnas menjadi momentum meneguhkan arah pembangunan nasional dengan menjadikan Asta Cita sebagai pedoman utama dalam mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing.
Mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, Harkitnas 2026 menekankan pentingnya menjaga dan mempersiapkan generasi muda sebagai aset strategis bangsa. Tema tersebut juga mencerminkan semangat membangun Indonesia yang mandiri, tangguh, dan berdaulat di tengah perubahan global.
Selain itu, pidato juga mengingatkan kembali sejarah berdirinya Boedi Oetomo pada 1908 sebagai tonggak lahirnya kesadaran nasional. Semangat yang diwariskan organisasi tersebut dinilai tetap relevan sebagai inspirasi dalam menghadapi tantangan zaman melalui pendidikan, inovasi, serta kolaborasi.
“Kebangkitan nasional merupakan proses yang terus berkembang mengikuti perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri. Kebangkitan adalah keberanian untuk keluar dari ketertinggalan, membangun pengetahuan, dan terus bergerak menuju kemajuan,” tutup amanat tersebut.
















