Clickinfo.co.id – Wakil Menteri Koperasi Republik Indonesia, Farida Farichah, meninjau langsung pelaksanaan Tes Ujian Kompetensi Manajer Koperasi Merah Putih di Aula Yayasan Al-Kautsar, Bandar Lampung, Senin, 4 Mei 2026.
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan proses rekrutmen berjalan transparan dan didukung infrastruktur yang memadai.
Didampingi Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Wamenkop Farida Farichah melihat langsung alur seleksi berbasis komputer yang diikuti oleh antusiasme tinggi generasi muda di bawah usia 35 tahun.
Farida menegaskan bahwa proses seleksi ini mengadopsi standar rekrutmen CPNS dengan menggunakan sistem dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Hal ini dilakukan untuk menjamin akuntabilitas serta menutup celah praktik titipan dalam proses rekrutmen nasional tersebut.
“Kami menggunakan sistem BKN yang sudah teruji lebih dari satu dekade. Hasil ujian langsung keluar, sehingga dipastikan tidak ada titipan. Dari total sekitar 500 ribu pendaftar secara nasional, kami hanya akan memilih 30 ribu manajer terbaik,” tegas Farida.
Ia menambahkan, manajer yang terpilih nantinya memiliki peran krusial dalam mengelola operasional koperasi di tingkat desa. Selain dituntut memiliki kemampuan manajerial dan kepemimpinan yang kuat, para peserta juga harus siap ditempatkan di luar daerah asalnya sesuai kebutuhan program.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung terus mematangkan kesiapan infrastruktur, mulai dari ketersediaan listrik hingga jaringan internet yang stabil untuk mendukung program strategis nasional ini.
“Lampung mendapatkan apresiasi dari pemerintah pusat karena dinilai sangat cepat dan siap dalam mengimplementasikan program Koperasi Desa Merah Putih,” ujar Jihan.
Jihan juga mengingatkan para peserta untuk benar-benar memahami kontrak kerja dan sistem manajerial koperasi sebelum melangkah lebih jauh. Ia menekankan bahwa profesionalisme dan kesiapan penempatan lintas wilayah adalah kunci keberhasilan program ini.
“Peserta harus siap ditempatkan di mana pun. Jangan sampai setelah lolos justru terkendala masalah lokasi, karena ini akan menghambat percepatan penguatan ekonomi berbasis koperasi di tingkat desa,” pesannya.
Melalui seleksi ketat ini, Kemenkop RI berharap dapat mencetak sumber daya manusia yang kompeten dan siap menggerakkan roda ekonomi kelurahan serta desa di seluruh Indonesia.














