Clickinfo.co.id — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memperkuat implementasi digitalisasi keuangan daerah secara terintegrasi guna meningkatkan efisiensi dan transparansi pengelolaan keuangan, sekaligus menargetkan hasil optimal pada ajang Championship TP2DD 2026.
Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan tingkat tinggi (High Level Meeting) Finalisasi Pengisian Championship TP2DD 2026 yang digelar di Bank Lampung, Bandarlampung, Selasa, 21 April 2026.
Gubernur Mirza menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah dalam mempercepat dan memperluas digitalisasi transaksi pendapatan serta belanja daerah. Langkah ini dinilai penting untuk menciptakan tata kelola keuangan yang efisien, transparan, dan akuntabel.
“Kita ingin memastikan seluruh transaksi keuangan daerah, baik pendapatan maupun belanja, dilakukan secara non-tunai, terintegrasi, dan transparan,” ujar Mirza.
Pertemuan tersebut juga dihadiri Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, yang menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam mendorong transformasi digital secara menyeluruh.
Gubernur Mirza mengungkapkan bahwa capaian Lampung pada Championship TP2DD 2025 yang berada di peringkat kelima dari 10 provinsi se-Sumatera menjadi bahan evaluasi untuk peningkatan kinerja ke depan. Ia optimistis Lampung dapat meraih hasil lebih baik pada tahun 2026, bahkan menargetkan posisi terbaik di tingkat Sumatera.
Dalam upaya tersebut, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan, untuk memperkuat sinergi bersama, termasuk peran strategis Bank Lampung sebagai pengelola Rekening Kas Umum Daerah (RKUD).
Lebih lanjut, Mirza menegaskan bahwa TP2DD menjadi motor utama transformasi digital di daerah, termasuk melalui inovasi yang telah dikembangkan, salah satunya aplikasi Saibara (Satu Aplikasi Belanja Retribusi Daerah).
“Saibara menjadi instrumen penting dalam mendukung digitalisasi pendapatan daerah. Dengan sistem ini, proses menjadi lebih transparan, efisien, dan akuntabel,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jihan Nurlela menyoroti hasil heatmap Championship TP2DD 2025. Ia menyebutkan bahwa meskipun aspek outcome telah menunjukkan capaian positif, masih terdapat kelemahan pada aspek proses dan output yang perlu diperbaiki.
Ia mendorong TP2DD untuk lebih optimal dalam mengakomodasi progres kegiatan serta memaksimalkan penginputan data dan dokumen pendukung melalui sistem SIP2DD, dengan batas akhir pengumpulan pada 24 April 2026.
“Ini harus menjadi perhatian bersama agar seluruh proses dapat diselesaikan dengan baik,” ujar Jihan.
Jihan menegaskan bahwa digitalisasi keuangan daerah bukan semata untuk mengejar penilaian dalam ajang TP2DD, melainkan untuk memastikan transformasi digital benar-benar terwujud.
“Kita tidak hanya sekadar mengejar penilaian. Yang utama adalah memastikan fondasi transformasi digital benar-benar terjadi di daerah,” tegasnya.
Ia menambahkan, penguatan ekosistem keuangan daerah yang terintegrasi dan berkelanjutan diharapkan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta kualitas pelayanan publik secara keseluruhan.














