• Redaksi
  • Tentang Kami
Selasa, Maret 31, 2026
clickinfo.co.id
  • Beranda
  • Berita
  • Provinsi
    • Lampung
    • Aceh
    • Bali
    • DKI Jakarta
    • NTB
    • NTT
    • Daerah
    • Jawa
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Sumatera
    • Papua
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Waykanan
  • Pendidikan
    • Unila
    • UIN RIL
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Puisi
    • Tajuk
  • Life Style
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Travel
  • Politik
    • DPRD Provinsi Lampung
    • DPRD Kota Bandar Lampung
  • Organisasi
    • JMSI
    • HIPMI
    • APINDO
    • IKADI
    • Komite OSIS Nasional
No Result
View All Result
clickinfo.co.id
  • Beranda
  • Berita
  • Provinsi
    • Lampung
    • Aceh
    • Bali
    • DKI Jakarta
    • NTB
    • NTT
    • Daerah
    • Jawa
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Sumatera
    • Papua
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Waykanan
  • Pendidikan
    • Unila
    • UIN RIL
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Puisi
    • Tajuk
  • Life Style
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Travel
  • Politik
    • DPRD Provinsi Lampung
    • DPRD Kota Bandar Lampung
  • Organisasi
    • JMSI
    • HIPMI
    • APINDO
    • IKADI
    • Komite OSIS Nasional
No Result
View All Result
clickinfo.co.id
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Darah Prajurit TNI Tumpah di Tanah Damai

Aidil Editor Aidil
30/03/2026
in Opini
A A
Darah Prajurit TNI Tumpah di Tanah Damai

Ilustrasi. | Ist

Clickinfo.co.id – DI TENGAH kompleksitas geopolitik global yang kian memanas, kabar gugurnya seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon menjadi tamparan keras bagi nurani kebangsaan.

Tragedi yang menimpa Praka Farizal Rhomadhon pada Minggu, 29 Maret 2026, bukan sekadar kehilangan personal bagi keluarga dan institusi militer, melainkan juga ujian serius bagi arah politik luar negeri Indonesia yang selama ini menjunjung tinggi prinsip bebas aktif.

Peristiwa tersebut terjadi dalam konteks konflik bersenjata antara Israel dan Hizbullah di wilayah Lebanon selatan, sebuah kawasan yang telah lama menjadi episentrum ketegangan Timur Tengah.

ArtikelTerkait

Etika Kritik di Ruang Publik

Hoaks di Era Digital, Kebenaran yang Terancam

Proyektil yang menghantam pos UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) dan menewaskan prajurit TNI menunjukkan betapa rapuhnya garis batas antara misi perdamaian dan realitas peperangan.

Dalam hukum humaniter internasional, pasukan penjaga perdamaian memiliki status yang harus dilindungi. Serangan terhadap mereka, apa pun alasannya, merupakan pelanggaran serius yang tidak dapat ditoleransi.

Indonesia, sebagai salah satu kontributor terbesar pasukan penjaga perdamaian dunia, memiliki rekam jejak panjang dalam menjaga stabilitas global. Keikutsertaan dalam misi UNIFIL merupakan bagian dari komitmen konstitusional sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945, yaitu ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Oleh karena itu, gugurnya prajurit TNI dalam misi tersebut harus dipandang sebagai serangan terhadap kontribusi aktif Indonesia dalam perdamaian dunia.

Dalam perspektif hukum internasional, insiden ini menuntut investigasi independen, transparan, dan akuntabel. Seruan Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, yang mengutuk keras serangan tersebut harus menjadi dasar legitimasi bagi langkah diplomatik lanjutan.

Indonesia tidak boleh berhenti pada ekspresi duka dan kecaman normatif, melainkan harus mendorong mekanisme pertanggungjawaban internasional melalui forum multilateral, termasuk Dewan Keamanan PBB.

Namun, di sinilah dilema klasik politik luar negeri Indonesia muncul. Di satu sisi, Indonesia menjunjung tinggi prinsip non-blok dan diplomasi damai. Di sisi lain, tekanan moral dan politik domestik menuntut sikap tegas terhadap pihak yang diduga bertanggung jawab.

Dalam konteks ini, negara tidak boleh terjebak dalam retorika emosional semata, tetapi juga tidak boleh terlihat lemah dalam mempertahankan martabat nasional.

Sikap tegas bukan berarti agresif, melainkan terukur dan berbasis hukum. Pemerintah Indonesia perlu mengoptimalkan jalur diplomasi strategis, termasuk melalui penguatan posisi di forum internasional serta kerja sama dengan negara-negara anggota PBB lainnya yang memiliki kepentingan serupa terhadap perlindungan pasukan penjaga perdamaian.

Transparansi hasil investigasi UNIFIL harus menjadi tuntutan utama, disertai dorongan untuk memastikan adanya konsekuensi hukum bagi pihak yang terbukti bertanggung jawab.

Lebih jauh, peristiwa ini juga membuka ruang refleksi terhadap kesiapan dan perlindungan pasukan Indonesia di wilayah konflik. Evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional, perlengkapan, dan sistem intelijen menjadi keharusan.

Negara memiliki kewajiban konstitusional untuk memastikan bahwa setiap prajurit yang dikirim ke medan tugas internasional mendapatkan perlindungan maksimal.

Dalam dimensi politik domestik, posisi Indonesia yang tidak menjalin hubungan diplomatik dengan Israel selama Palestina belum merdeka merupakan sikap historis yang berakar kuat pada solidaritas terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Namun, dalam praktik diplomasi modern, pendekatan tersebut perlu dikelola secara strategis agar tidak membatasi ruang gerak Indonesia dalam memperjuangkan kepentingan nasional di tingkat global.

Prinsip tersebut tetap dapat dijaga, sembari membuka kanal komunikasi tidak langsung dalam forum multilateral guna memastikan efektivitas diplomasi.

Pada akhirnya, gugurnya Praka Farizal Rhomadhon harus menjadi momentum bagi Indonesia untuk menegaskan kembali posisinya sebagai negara berdaulat yang berwibawa.

Wibawa negara tidak hanya ditentukan oleh kerasnya retorika, tetapi oleh konsistensi tindakan, ketegasan sikap, dan kecerdasan diplomasi.

Darah yang tumpah di tanah damai tidak boleh sia-sia. Harus menjadi pengingat bahwa perdamaian dunia bukanlah sesuatu yang gratis, melainkan diperjuangkan dengan pengorbanan.

Dan ketika pengorbanan itu datang dari anak bangsa, maka negara wajib hadir bukan hanya untuk berduka, tetapi untuk bertindak.

 

Oleh: Junaidi Ismail, SH | Wartawan Utama

Editor & Penulis

Aidil

See author's posts

Via: Junaidi Ismail
Tags: Junaidi IsmailOpiniPBBTNI
Previous Post

Halal Bihalal Pemkab Pesibar, Momentum Perkuat Etos Kerja dan Pelayanan Masyarakat

Next Post

Pemkab Pesibar Gelar Musrenbang RKPD 2027, Dorong Ekonomi Biru dan Infrastruktur Berkelanjutan

Related Posts

Etika Kritik di Ruang Publik

Etika Kritik di Ruang Publik

30/03/2026
Hoaks di Era Digital, Kebenaran yang Terancam

Hoaks di Era Digital, Kebenaran yang Terancam

27/03/2026
Empati Gugur, Program MBG Tersungkur

Empati Gugur, Program MBG Tersungkur

26/03/2026
BoP, Antara Idealisme dan Realitas Geopolitik 

BoP, Antara Idealisme dan Realitas Geopolitik 

25/03/2026
Negeri Merdeka, Hukum Terjajah

Negeri Merdeka, Hukum Terjajah

24/03/2026
Urgensi Reformasi SDM Penegak Hukum

Urgensi Reformasi SDM Penegak Hukum

23/03/2026
Next Post
Pemkab Pesibar Gelar Musrenbang RKPD 2027, Dorong Ekonomi Biru dan Infrastruktur Berkelanjutan

Pemkab Pesibar Gelar Musrenbang RKPD 2027, Dorong Ekonomi Biru dan Infrastruktur Berkelanjutan

Pemkab Pesibar Gelar Musrenbang RKPD 2027, Dorong Ekonomi Biru dan Infrastruktur Berkelanjutan
Pesisir Barat

Pemkab Pesibar Gelar Musrenbang RKPD 2027, Dorong Ekonomi Biru dan Infrastruktur Berkelanjutan

Editor Aidil
30/03/2026

Clickinfo.co.id – Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat (Pemkab Pesibar) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah...

Read more
Darah Prajurit TNI Tumpah di Tanah Damai

Darah Prajurit TNI Tumpah di Tanah Damai

30/03/2026
Halal Bihalal Pemkab Pesibar, Momentum Perkuat Etos Kerja dan Pelayanan Masyarakat

Halal Bihalal Pemkab Pesibar, Momentum Perkuat Etos Kerja dan Pelayanan Masyarakat

30/03/2026
Kapolres Ogan Ilir Turun Langsung Bantu Korban Kebakaran, Ingatkan Bahaya Instalasi Listrik

Kapolres Ogan Ilir Turun Langsung Bantu Korban Kebakaran, Ingatkan Bahaya Instalasi Listrik

30/03/2026
Halalbihalal Virtual Kemenimipas, Kalapas Kotaagung Tekankan Soliditas dan Integritas Pegawai

Halalbihalal Virtual Kemenimipas, Kalapas Kotaagung Tekankan Soliditas dan Integritas Pegawai

30/03/2026
clickinfo.co.id

Lampung, Indonesia
Telepon : 081225227939
E-mail : admin@clickinfo.co.id

  • Beranda
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2025 - Clickinfo.co.id - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Provinsi
    • Lampung
    • Aceh
    • Bali
    • DKI Jakarta
    • NTB
    • NTT
    • Daerah
    • Jawa
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Sumatera
    • Papua
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Waykanan
  • Pendidikan
    • Unila
    • UIN RIL
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Puisi
    • Tajuk
  • Life Style
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Travel
  • Politik
    • DPRD Provinsi Lampung
    • DPRD Kota Bandar Lampung
  • Organisasi
    • JMSI
    • HIPMI
    • APINDO
    • IKADI
    • Komite OSIS Nasional

© 2025 - Clickinfo.co.id - All Rights Reserved.