Clickinfo.co.id – DPRD Kota Bandar Lampung mendesak pemerintah kota segera mengambil langkah strategis untuk mengatasi persoalan banjir yang kembali melanda sejumlah wilayah di Kota Tapis Berseri.
Desakan tersebut disampaikan menyusul hujan deras yang mengguyur Bandar Lampung pada Jumat (6/3/2026) dan menyebabkan genangan di berbagai titik.
Ketua Fraksi PKS DPRD Bandar Lampung, Agus Widodo, menilai penanganan banjir harus dilakukan secara terencana dan berkelanjutan agar tidak terus menjadi masalah tahunan.
Menurutnya, pengelolaan sistem drainase di kota ini perlu dirancang secara komprehensif dan terintegrasi dengan kebijakan pembangunan kota.
“Bandar Lampung berisiko mengalami krisis drainase jika pengelolaannya tidak direncanakan secara menyeluruh dan terintegrasi dengan kebijakan pembangunan kota,” kata Agus, Sabtu (7/3/2026).
Ia menegaskan, penanganan banjir tidak boleh hanya bersifat reaktif saat hujan deras terjadi. Oleh karena itu, Fraksi PKS mendorong Pemerintah Kota Bandar Lampung menyiapkan sejumlah langkah strategis.
Langkah pertama yakni menyusun masterplan drainase kota sebagai dasar pengelolaan air perkotaan dalam jangka panjang.
Kemudian melakukan audit terhadap kondisi drainase yang ada, termasuk mengevaluasi kapasitas saluran, tingkat sedimentasi serta mengidentifikasi titik rawan genangan.
Selain itu, pembangunan kolam retensi di sejumlah kawasan strategis juga dinilai penting untuk menampung limpasan air saat curah hujan tinggi.
Fraksi PKS juga mendorong agar sistem drainase diintegrasikan dengan kebijakan tata ruang kota, khususnya dalam pelaksanaan rencana tata ruang wilayah.
Langkah lainnya adalah melakukan normalisasi sungai secara berkala, termasuk pengerukan sedimentasi serta penataan kawasan sempadan sungai agar aliran air tetap lancar.
Agus menegaskan DPRD sebagai lembaga legislatif memiliki fungsi pengawasan dan penganggaran untuk memastikan program penanganan banjir dapat berjalan secara efektif.
“DPRD siap mendorong dan mendukung langkah strategis pemerintah kota dalam penanganan banjir, termasuk melalui kebijakan dan dukungan anggaran,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk turut menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah ke saluran air agar risiko banjir dapat diminimalkan.
“Kami juga mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan drainase dan tidak membuang sampah ke saluran air,” pungkasnya.
















