Clickinfo.co.id – Suasana haru dan bangga menyelimuti Pondok Pesantren Tahfidz Kiai Marogan Palembang, Sabtu, 7 November 2026. Sebanyak 800 santriwan dan santriwati penghafal Al-Qur’an dari berbagai daerah di Sumatera Selatan mengikuti Wisuda Akbar Tahsin dan Tahfidz Al-Qur’an yang diselenggarakan Rumah Tahsin dan Tahfidz Indonesia (RTTI) Sumsel.
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan peresmian Mini Makkah sebagai pusat edukasi manasik haji dan umrah.
Wisuda akbar ini diikuti para santri dengan capaian hafalan mulai dari 1 juz hingga 30 juz. Para peserta berasal dari berbagai kabupaten/kota di Sumatera Selatan, di antaranya Muara Enim, OKI, Pampangan, OKU Selatan, dan OKU Timur.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ulama Al-Azhar Syekh Dr. Hisyam Kamil Hamid Musa Al-Azhari, Pembina Ponpes Tahfidz Kiai Marogan KH. Masagus A. Fauzan Yayan, SQ, Ketua Umum Paguyuban Masyarakat Palembang Bersatu (PMPB) Sumsel H. M. Yusuf Malaya, Kapolda Sumsel, Kapolrestabes Palembang, perwakilan TNI-Polri, termasuk dari Korem dan TNI AL, serta tokoh masyarakat dan para wali santri.
Ketua Umum PMPB Sumsel, H. M. Yusuf Malaya, dalam sambutannya mengaku bangga atas pencapaian para santri yang telah menyelesaikan proses pembelajaran dan hafalan Al-Qur’an.
“Saya selaku Ketua Umum PMPB Sumsel sangat bangga melihat anak-anak pada hari ini diwisuda sebagai penghafal Al-Qur’an. Keberhasilan ini adalah hasil dari ketekunan para guru, ustadz dan ustadzah. Alhamdulillah, hari ini 700 hingga 800 anak bisa menghafal Al-Qur’an,” ujar Yusuf.
Ia juga menyampaikan selamat kepada seluruh wisudawan dan berharap kecintaan terhadap Al-Qur’an terus tumbuh serta menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
“Semoga kecintaan kepada Al-Qur’an terus tumbuh menjadi pedoman dalam kehidupan serta tercermin dalam akhlak dan bakti kepada orang tua. Terima kasih kepada para ustadz-ustazah dan seluruh pengurus RTTI yang terus mendampingi generasi kita. Semoga setiap ilmu yang diajarkan menjadi amal jariyah,” katanya.
Yusuf menambahkan, PMPB Sumsel akan terus mendukung pengembangan pendidikan agama, ekonomi umat, dan kegiatan sosial di Sumatera Selatan.
Sementara itu, Pembina Ponpes Tahfidz Kiai Marogan, KH. Masagus A. Fauzan Yayan, SQ, mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya wisuda akbar tersebut. Ia menjelaskan bahwa lokasi Mini Makkah sebelumnya merupakan area kolam yang kemudian ditimbun dan diratakan dengan dukungan H. M. Yusuf Malaya hingga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, hari ini kita mewisuda kurang lebih 750 hingga 800 santriwan-santriwati para penghafal Al-Qur’an. Sebetulnya pendaftar lebih banyak, kita batasi karena mempertimbangkan kapasitas dan kenyamanan lingkungan pondok yang dikelilingi sungai,” jelas Yayan.
Ia juga memperkenalkan Mini Makkah yang baru diresmikan. Fasilitas tersebut merupakan miniatur Ka’bah yang akan digunakan sebagai pusat manasik haji dan umrah sekaligus sarana edukasi untuk menumbuhkan kerinduan umat Islam terhadap Tanah Suci.
“Mudah-mudahan yang hafal Qur’an, insya Allah semuanya nanti bisa ke Tanah Suci, bisa haji dan umrah. Penghafal Al-Qur’an itu paling layak untuk mengkhatamkan Qur’an di Masjidil Haram, berziarah ke Madinah, ke Raudhah, karena tempat turunnya Al-Qur’an ada di Makkah dan Madinah,” tuturnya.
Yayan berharap, ke depan RTTI yang menjadi markas atau pusat Rumah Tahfidz Indonesia di Sumsel dapat terus dilengkapi sarana dan prasarananya. Hal itu termasuk pengembangan wakaf produktif berupa minimarket dan pusat manasik haji dan umrah untuk mendukung kemandirian ekonomi santri yatim dan dhuafa.
“Harapannya setiap tahun semakin meningkat hafalannya, semakin lancar bacaannya. Dan dengan adanya wisuda ini, santri semakin giat menghafal Al-Qur’an sehingga menjadi gerakan membina generasi Qur’ani yang bermanfaat untuk kemaslahatan umat,” pungkasnya.
Dengan diresmikannya Mini Makkah dan digelarnya wisuda bagi ratusan penghafal Al-Qur’an, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat pembinaan generasi Qur’ani sekaligus menjadi sarana edukasi manasik haji dan umrah bagi masyarakat.












