Clickinfo.co.id — Pondok Pesantren (Ponpes) Sabilul Hasanah, Purwosari Sembawa, Banyuasin, menjadi tempat pengukuhan struktur Majelis Al-Muwasholah Baina Ulamail Muslimin Sumatera Selatan yang dirangkaikan dengan penutupan Maulid Arba’in, Selasa (6/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Masjid Pondok Pesantren Sabilul Hasanah tersebut dihadiri Direktur Pelaksana dan Sekretaris Umum Pengurus Besar Majelis Al-Muwasholah Baina Ulama Al-Muslimin, Habib Ahmad Mujtaba bin Shahab, serta Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Sabilul Hasanah, KH. M. Syarif Chumas as-Syawaly, S.Th.I., atau Gus Syarif.
Bagi Gus Syarif, pengukuhan tersebut bukan sekadar seremoni organisasi, tetapi menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan membangun kolaborasi antara ulama, pesantren, serta lembaga-lembaga keislaman di Sumatera Selatan.
Dalam sambutannya, Gus Syarif menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga menyambut hangat kehadiran Habib Ahmad Mujtaba di Sabilul Hasanah.
“Semoga ini menjadi bagian daripada Allah memberikan keberkahan bagi para santri, sivitas akademika dan keluarga besar Pondok Pesantren Sabilul Hasanah,” ujar Gus Syarif.
Ia menegaskan, kecintaan kepada para ulama, habaib, dan dzurriyah Nabi Muhammad SAW merupakan bagian dari warisan yang terus dijaga keluarga besar Sabilul Hasanah.
Menurut Gus Syarif, pesan tersebut merupakan salah satu warisan penting dari almarhum Romo KH. Muhammad Mudaris, pendiri Pondok Pesantren Sabilul Hasanah.
“Warisan yang ditinggalkan orang tua kami bukan hanya warisan keluarga, tetapi warisan jariyah. Kami punya tanggung jawab untuk melanjutkan dan mengembangkan apa yang ada di Sabilul Hasanah,” katanya.
Kini, Sabilul Hasanah yang telah berusia lebih dari 31 tahun terus berkembang dan membina hampir 1.300 santri, dengan sekitar 200 ustaz yang berkhidmat dalam pendidikan dan pembinaan santri.
Gus Syarif berharap pesantren tetap mampu menjaga nilai-nilai yang menjadi fondasi pendidikan Islam, terutama akhlak, keilmuan, dan sanad keilmuan, sembari tetap mampu mengikuti perkembangan zaman.
“Kami mohon doa semoga Sabilul Hasanah senantiasa dapat berkhidmat kepada umat dan para calon generasi bangsa,” tuturnya.
Sementara itu, Habib Ahmad Mujtaba bin Shahab menyampaikan bahwa Majelis Al-Muwasholah hadir untuk memperkuat persatuan, komunikasi, dan silaturahmi di antara para ulama serta pondok pesantren.
Menurutnya, keberadaan majelis tersebut diharapkan mampu menjadi jembatan untuk mempertemukan berbagai potensi umat.
“Majelis Al-Muwasholah menjadi narahubung antara para ulama dan pondok-pondok pesantren untuk saling bersilaturahmi dan berkolaborasi,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya memberikan perhatian dan dukungan kepada para santri sebagai penuntut ilmu.
“Para penimba ilmu adalah bagian dari wasiat Nabi Muhammad SAW. Karena itu, kita harus mendukung dan membekali mereka,” kata Habib Ahmad.
Pengukuhan struktur Majelis Al-Muwasholah Baina Ulamail Muslimin Sumatera Selatan tersebut diharapkan menjadi langkah awal semakin kuatnya jejaring silaturahmi ulama dan pesantren di Sumatera Selatan.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan Maulid Arba’in Pondok Pesantren Sabilul Hasanah dalam suasana penuh khidmat, dengan lantunan shalawat dan doa untuk keberkahan para ulama, santri, serta keberlangsungan dakwah dan pendidikan Islam.












