Clickinfo.co.id — Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat mematangkan rencana penataan pusat pemerintahan yang terpadu, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Langkah awal ditandai dengan pemaparan laporan akhir kajian pengembangan kompleks perkantoran oleh Bupati Pesisir Barat Dedi Irawan di Ruang Rapat Payung Agung Lantai 4, Kamis, 24 September 2026.
Forum pemaparan dihadiri Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Baperida) Pesisir Barat Dr. Drs. Gunawan, M.Si., jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), pejabat struktural, serta tim tenaga ahli konsultan perencana.
Bupati Dedi Irawan menegaskan, arah pengembangan pusat perkantoran pemerintah daerah tidak boleh hanya bertumpu pada pembangunan fisik semata. Penataan ruang mesti mampu mengintegrasikan alur koordinasi antardinas agar pelayanan kepada masyarakat berjalan lebih ringkas.
“Pemerintah daerah menghendaki kawasan perkantoran yang terintegrasi, efisien, nyaman, mendukung produktivitas kerja aparatur, sekaligus ramah lingkungan dan mampu bertahan untuk kebutuhan jangka panjang,” ujar Dedi.
Kajian tersebut memuat pemetaan kebutuhan luasan ruang kerja, sarana dan prasarana, integrasi fungsi instansi, hingga daya dukung lingkungan hidup. Dedi mengingatkan jajarannya agar telaah ilmiah konsultan tidak berakhir menjadi tumpukan berkas formalitas.
“Hasil kajian jangan hanya berhenti sebagai dokumen administratif. Rumusan dokumen harus menjadi pijakan dasar bagi pemerintah daerah dalam menetapkan arah, skala prioritas, dan tahapan penataan ke depan,” tegas Dedi.
Dedi juga berpesan agar konsep penataan kawasan diselaraskan dengan kemampuan fiskal daerah, regulasi tata ruang wilayah, serta kondisi geografis pesisir. Masukan komprehensif dari para kepala OPD diharapkan dapat menyempurnakan dokumen akhir agar implementasi pembangunan bertahap dapat segera dieksekusi secara terukur.













