• Redaksi
  • Tentang Kami
Sabtu, September 19, 2026
clickinfo.co.id
  • Beranda
  • Berita
  • Provinsi
    • Lampung
    • Aceh
    • Bali
    • DKI Jakarta
    • NTB
    • NTT
    • Daerah
    • Jawa
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Sumatera
    • Papua
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Waykanan
  • Pendidikan
    • Unila
    • UIN RIL
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Puisi
    • Tajuk
  • Life Style
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Travel
  • Politik
    • DPRD Provinsi Lampung
    • DPRD Kota Bandar Lampung
  • Organisasi
    • JMSI
    • HIPMI
    • APINDO
    • IKADI
    • Komite OSIS Nasional
No Result
View All Result
clickinfo.co.id
  • Beranda
  • Berita
  • Provinsi
    • Lampung
    • Aceh
    • Bali
    • DKI Jakarta
    • NTB
    • NTT
    • Daerah
    • Jawa
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Sumatera
    • Papua
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Waykanan
  • Pendidikan
    • Unila
    • UIN RIL
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Puisi
    • Tajuk
  • Life Style
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Travel
  • Politik
    • DPRD Provinsi Lampung
    • DPRD Kota Bandar Lampung
  • Organisasi
    • JMSI
    • HIPMI
    • APINDO
    • IKADI
    • Komite OSIS Nasional
No Result
View All Result
clickinfo.co.id
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Lima Jurnalis Hilang, Luka Panjang Dunia Pers

IrzonEditorIrzon
19/09/2026
in Opini
A A
Lima Jurnalis Hilang, Luka Panjang Dunia Pers

Lima Jurnalis Hilang, Luka Panjang Dunia Pers

Clickinfo.co.id – Ada peristiwa yang hanya menjadi berita sehari, lalu perlahan dilupakan. Namun ada pula peristiwa yang meninggalkan luka panjang, bukan hanya bagi keluarga korban, tetapi juga bagi dunia jurnalistik dan masyarakat luas. Hilangnya lima jurnalis bersama tiga kru kapal di perairan Selat Sunda saat menjalankan tugas peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau termasuk dalam kategori yang kedua.

Setelah sepuluh hari pencarian intensif, operasi SAR gabungan resmi dihentikan pada 17 September 2026. Keputusan tersebut tentu tidak diambil dengan mudah. Tim pencarian telah mengerahkan kemampuan terbaiknya, menyisir perairan, memeriksa berbagai temuan di lapangan, hingga memperpanjang masa operasi di luar batas standar. Namun hingga hari terakhir, tidak ditemukan petunjuk yang dapat mengungkap keberadaan KM Arupadhatu I beserta delapan orang yang berada di dalamnya.

Secara prosedural, penghentian operasi dapat dipahami. Namun secara kemanusiaan, pencarian sesungguhnya belum benar-benar berakhir. Di hati keluarga, harapan biasanya bertahan lebih lama daripada batas waktu operasi resmi.

ArtikelTerkait

Karhutla Bukan Kejahatan Biasa

PT 5 Persen, Bagaimana Nasib Suara Rakyat? 

Peristiwa ini kembali mengingatkan bahwa pekerjaan jurnalistik bukan hanya menulis berita, mengambil gambar, atau mengunggah informasi ke ruang masyarakat. Di balik setiap foto, video, dan laporan yang sampai ke hadapan masyarakat, terdapat orang-orang yang sering kali harus berada di lokasi paling berbahaya untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi yang akurat.

Masyarakat mungkin melihat hasil akhirnya berupa berita yang muncul di layar telepon genggam atau televisi. Namun tidak semua orang menyaksikan proses di baliknya. Wartawan kerap harus menghadapi cuaca buruk, medan sulit, ancaman bencana, hingga risiko keselamatan yang tidak kecil. Mereka hadir di lokasi konflik, kebakaran, banjir, letusan gunung, dan berbagai peristiwa darurat ketika sebagian besar orang justru berusaha menjauh dari bahaya.

Karena itu, hilangnya para jurnalis di Selat Sunda bukan hanya duka bagi keluarga dan perusahaan media tempat mereka bekerja. Ini adalah kehilangan bagi masyarakat yang selama ini bergantung pada kerja jurnalistik untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di sekitar mereka.

Pada saat yang sama, tragedi ini seharusnya menjadi bahan refleksi bersama mengenai pentingnya standar keselamatan dalam peliputan berisiko tinggi. Perkembangan teknologi informasi telah membuat tuntutan kecepatan semakin besar. Masyarakat ingin memperoleh informasi secepat mungkin. Namun kecepatan tidak boleh mengalahkan keselamatan. Tidak ada berita yang lebih berharga daripada nyawa manusia.

Perusahaan media, organisasi profesi, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan perlu terus memperkuat budaya keselamatan kerja jurnalistik. Pelatihan mitigasi risiko, peralatan keselamatan yang memadai, prosedur operasi yang ketat, hingga perlindungan terhadap wartawan di lapangan harus menjadi perhatian serius. Tragedi seperti ini tidak boleh hanya dikenang sebagai peristiwa duka, tetapi juga menjadi pelajaran untuk memperbaiki sistem yang ada.

Di tengah penghentian operasi SAR, secercah harapan masih hidup. Keluarga korban, nelayan, dan warga sekitar masih berupaya mencari informasi. Harapan itu mungkin kecil, tetapi tidak pernah salah untuk dipelihara. Sebab dalam setiap musibah, harapan sering menjadi satu-satunya pegangan yang tersisa.

Yang terpenting saat ini adalah memastikan para korban dan keluarganya tidak berjalan sendiri menghadapi cobaan ini. Dukungan moral, perhatian masyarakat, dan doa dari masyarakat merupakan bentuk penghormatan yang layak diberikan kepada mereka yang hilang saat menjalankan tugas.

Semoga masih ada kabar baik yang datang di kemudian hari. Dan jika takdiir berkata lain, sejarah tetap akan mencatat bahwa mereka berangkat bukan untuk mencari sensasi, melainkan untuk menjalankan tanggung jawab profesi demi kepentingan masyarakat.

Mereka pergi untuk membawa informasi kepada masyarakat. Karena itu, apa pun hasil akhirnya, pengabdian mereka patut dikenang sebagai bagian dari dedikasi yang tidak semua orang sanggup jalani.

 

Bandar Lampung, 19 September 2026

Oleh: Junaidi Ismail, S.H. | Ketua Umum Poros Wartawan Lampung

Tags: Erupsi Gunung Anak KrakatauJurnalis Hilang Selat SundaKM Arupadhatu I
Previous Post

DPRD Pesisir Barat Bahas Perubahan Perda Pemilihan Peratin Sesuai Regulasi Nasional

Next Post

SPPG Muara Putih Tegaskan Sanksi Relawan Mengacu Juknis dan SOP BGN

Related Posts

Karhutla Bukan Kejahatan Biasa

Karhutla Bukan Kejahatan Biasa

18/09/2026
PT 5 Persen, Bagaimana Nasib Suara Rakyat? 

PT 5 Persen, Bagaimana Nasib Suara Rakyat? 

17/09/2026
20 Koper Uang dan Ironi Keadilan Pertanahan

20 Koper Uang dan Ironi Keadilan Pertanahan

16/09/2026
Tantangan Berat Suahasil, Bersihkan APBN dari Mafia Anggaran

Tantangan Berat Suahasil, Bersihkan APBN dari Mafia Anggaran

15/09/2026
Rp1 Triliun Disita, Tersangka Belum Ada

Rp1 Triliun Disita, Tersangka Belum Ada

14/09/2026
Wacana Jabatan Kades Seumur Hidup Muncul Lagi

Wacana Jabatan Kades Seumur Hidup Muncul Lagi

13/09/2026
Next Post
SPPG Muara Putih Tegaskan Sanksi Relawan Mengacu Juknis dan SOP BGN

SPPG Muara Putih Tegaskan Sanksi Relawan Mengacu Juknis dan SOP BGN

SPPG Muara Putih Tegaskan Sanksi Relawan Mengacu Juknis dan SOP BGN
Berita

SPPG Muara Putih Tegaskan Sanksi Relawan Mengacu Juknis dan SOP BGN

EditorAidil
19/09/2026

Clickinfo.co.id — Sejumlah relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Muara Putih, Natar, Lampung Selatan, membantah pemberitaan yang menyebut adanya dugaan...

Read more
Lima Jurnalis Hilang, Luka Panjang Dunia Pers

Lima Jurnalis Hilang, Luka Panjang Dunia Pers

19/09/2026
DPRD Pesisir Barat Bahas Perubahan Perda Pemilihan Peratin Sesuai Regulasi Nasional

DPRD Pesisir Barat Bahas Perubahan Perda Pemilihan Peratin Sesuai Regulasi Nasional

18/09/2026
Wakil Bupati Irawan Topani: Perda Pemilihan Peratin Pesisir Barat Perlu Disesuaikan

Wakil Bupati Irawan Topani: Perda Pemilihan Peratin Pesisir Barat Perlu Disesuaikan

18/09/2026
Seporsi Nasi, Sebuah Kepedulian: Taring dan Zitline Berbagi di Bandar Lampung

Seporsi Nasi, Sebuah Kepedulian: Taring dan Zitline Berbagi di Bandar Lampung

18/09/2026
clickinfo.co.id

Lampung, Indonesia
Telepon : 081225227939
E-mail : admin@clickinfo.co.id

  • Beranda
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2025 - Clickinfo.co.id - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Provinsi
    • Lampung
    • Aceh
    • Bali
    • DKI Jakarta
    • NTB
    • NTT
    • Daerah
    • Jawa
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Sumatera
    • Papua
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Waykanan
  • Pendidikan
    • Unila
    • UIN RIL
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Puisi
    • Tajuk
  • Life Style
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Travel
  • Politik
    • DPRD Provinsi Lampung
    • DPRD Kota Bandar Lampung
  • Organisasi
    • JMSI
    • HIPMI
    • APINDO
    • IKADI
    • Komite OSIS Nasional

© 2025 - Clickinfo.co.id - All Rights Reserved.