Clickinfo.co.id — Sebanyak 174 petani asal Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, mengikuti Program Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan Kelapa Sawit melalui Pelatihan Budidaya Angkatan XXIV, XXV, XXVI, XXVII, XXVIII, dan XXIX yang dilaksanakan di Beston, Rabu, 26 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Direktorat Jenderal Perkebunan, dan IPB Training. Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus keterampilan petani dalam mengelola perkebunan kelapa sawit secara baik, produktif, legal, dan berkelanjutan.
Prof. Dr. Ir. Hariyadi, MS., IPM, Agronomist and Environmental Scientist, mengatakan pelatihan tersebut diikuti enam kelas dengan total 174 peserta. Selama enam hari, peserta mendapatkan pembelajaran yang mencakup regulasi dan aturan perkebunan, persiapan serta pembukaan lahan, pembibitan, pengelolaan tanaman belum menghasilkan maupun tanaman menghasilkan, hingga teknik pemupukan dan penggunaan pestisida secara tepat.
“Selama enam hari, lima hari dilaksanakan di kelas dan satu hari praktik di perusahaan. Peserta tidak hanya mendapatkan materi dari akademisi, tetapi juga dari praktisi perkebunan di Sumatera Selatan,” ujar Hariyadi.
Menurutnya, peningkatan kapasitas SDM petani menjadi salah satu kunci untuk mendorong pengelolaan kebun sawit agar semakin efektif. Petani diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kualitas hasil dan keberlanjutan lingkungan.
Hariyadi menjelaskan, terdapat sejumlah aspek penting yang perlu diperhatikan petani dalam mengembangkan perkebunan kelapa sawit, mulai dari legalitas lahan dan usaha, produktivitas, kualitas, keberlanjutan, ketertelusuran, hingga kepedulian terhadap pekerja dan lingkungan.
“Yang terpenting adalah bagaimana petani mampu mengelola sawit secara lestari dan berkelanjutan. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang semakin baik, diharapkan produktivitas meningkat, kualitas hasil terjaga, dan usaha perkebunan memberikan keuntungan bagi petani,” katanya.
Ia berharap seluruh peserta dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan di kebun masing-masing. Dengan demikian, pengelolaan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten OKU diharapkan semakin profesional, produktif, dan berwawasan lingkungan.
“Kesimpulannya, kita berharap para petani mampu mengerjakan dan mengelola sawit secara lestari dan berkelanjutan,” pungkasnya.















