Clickinfo.co.id – Ratusan pelajar dari jenjang SD, SMP, hingga SMA se-Kota Palembang memadati halaman SMP Negeri 27 Palembang guna mengikuti Lomba Ketangkasan Pramuka Penegak/Penggalang (LKPP) II di Jalan Rejung, Sako Baru, Kecamatan Sako.
Agenda kepanduan diselenggarakan sebagai wadah mengasah kecakapan fisik sekaligus menumbuhkan karakter mandiri generasi muda.
Kepala SMP Negeri 27 Palembang Darniati, M.Pd., melalui Wakil Kesiswaan Herlina, S.Pd., menegaskan ajang lomba bukan sekadar gelanggang mengejar piala kejuaraan. Pertemuan pramuka lintas sekolah menjadi momentum berharga dalam memupuk rasa percaya diri serta mempraktikkan kode kehormatan pandu dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui kegiatan kepramukaan, adik-adik dapat meningkatkan kedisiplinan, kemandirian, serta menambah pengalaman dalam berbagai keterampilan. Kami ingin membentuk generasi muda yang berkarakter, memiliki jiwa patriotisme, dan dapat diandalkan sebagai generasi penerus bangsa,” ungkap Herlina saat membuka perlombaan.
Materi persaingan dirancang berjenjang sesuai tingkatan kemampuan peserta didik. Golongan penggalang tingkat SD beradu ketangkasan dalam formasi baris-berbaris, pionering tiang bendera darurat, tali-temali, serta peragaan senam pramuka.
Pada kelompok SMP, peserta menguji kemampuan baris-berbaris, bangunan pionering, serta hasta karya kreatif berupa kerajinan bunga dan lampu meja belajar. Sementara itu, regu penegak tingkat SMA berkompetisi merakit miniatur meja makan lapangan dan variasi keterampilan baris-berbaris.
Guna menjaga netralitas dan mutu penilaian, panitia mendatangkan dewan juri gabungan dari luar wilayah Sumatera Selatan, unsur kepolisian, TNI, serta pembina senior Kwartir Cabang Palembang. Kehadiran para penilai profesional memberi standar pengukuran yang objektif bagi seluruh regu utusan.
Rangkaian pembukaan acara didukung penuh jajaran Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Palembang yang hadir mewakili Staf Ahli Pemerintah Kota Palembang. Pembina Pramuka SMP Negeri 27 Palembang Meri Yuniarsih, S.Sos., turut mengapresiasi keberanian para peserta yang tampil percaya diri memperlihatkan hasil latihan berbulan-bulan di pangkalan masing-masing.
Pihak sekolah menegaskan nilai-nilai kepramukaan tidak boleh berhenti pada penguasaan materi teknis semata. Proses kerja sama mendirikan tenda, memecahkan sandi, dan menaklukkan rintangan di lapangan menjadi bekal berharga bagi para pelajar dalam membentuk mental tangguh menghadapi dinamika masa depan.











