Clickinfo.co.id – Selain itu, Egi juga menyoroti berbagai tantangan dalam menjamin suplai sampah sebagai bahan baku utama PSEL. Dengan cakupan wilayah yang luas, terdiri dari 256 desa dan 4 kelurahan, distribusi serta pengumpulan sampah menjadi pekerjaan besar yang membutuhkan sistem terintegrasi dan pengelolaan yang optimal.
“Kami juga harus memperhitungkan kebutuhan operasional seperti listrik dan air yang cukup besar dalam pengelolaan fasilitas ini,” jelasnya.
Meski demikian, ia tetap optimistis proyek PSEL dapat berjalan optimal dengan dukungan pemerintah pusat dan provinsi. Ia menilai, pengembangan PSEL menjadi solusi jangka panjang yang tidak hanya mampu mengatasi persoalan sampah, tetapi juga menghasilkan energi alternatif yang bermanfaat bagi daerah.
“Saya sangat mendukung penuh program ini karena menjadi langkah maju dalam pengelolaan sampah yang modern dan berkelanjutan,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pula penandatanganan komitmen bersama antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan Kementerian Lingkungan Hidup. Komitmen tersebut mencakup penerapan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle), penyusunan rencana induk pengelolaan sampah, serta target ambisius pengelolaan sampah 100 persen pada tahun 2029.
Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Provinsi Lampung berharap seluruh daerah dapat semakin memperkuat kolaborasi serta menghadirkan inovasi dalam pengelolaan sampah, sehingga memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
















