• Redaksi
  • Tentang Kami
Kamis, September 10, 2026
clickinfo.co.id
  • Beranda
  • Berita
  • Provinsi
    • Lampung
    • Aceh
    • Bali
    • DKI Jakarta
    • NTB
    • NTT
    • Daerah
    • Jawa
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Sumatera
    • Papua
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Waykanan
  • Pendidikan
    • Unila
    • UIN RIL
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Puisi
    • Tajuk
  • Life Style
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Travel
  • Politik
    • DPRD Provinsi Lampung
    • DPRD Kota Bandar Lampung
  • Organisasi
    • JMSI
    • HIPMI
    • APINDO
    • IKADI
    • Komite OSIS Nasional
No Result
View All Result
clickinfo.co.id
  • Beranda
  • Berita
  • Provinsi
    • Lampung
    • Aceh
    • Bali
    • DKI Jakarta
    • NTB
    • NTT
    • Daerah
    • Jawa
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Sumatera
    • Papua
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Waykanan
  • Pendidikan
    • Unila
    • UIN RIL
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Puisi
    • Tajuk
  • Life Style
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Travel
  • Politik
    • DPRD Provinsi Lampung
    • DPRD Kota Bandar Lampung
  • Organisasi
    • JMSI
    • HIPMI
    • APINDO
    • IKADI
    • Komite OSIS Nasional
No Result
View All Result
clickinfo.co.id
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Merawat Damai, Menjaga Aceh 

IrzonEditorIrzon
17/08/2026
in Opini
A A
Merawat Damai, Menjaga Aceh 

Merawat Damai, Menjaga Aceh 

Clickinfo.co.id – Sangat disayangkan peristiwa pengusiran sejumlah anggota TNI dan Polri dari kompleks Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu, 15 Agustus 2026. Peristiwa yang terjadi di tengah peringatan 21 tahun perdamaian Aceh ini bukan kericuhan biasa. Ada pesan serius yang harus dibaca dengan kepala dingin oleh semua pihak.

Aceh hari ini adalah Aceh yang sudah dua dekade lebih belajar hidup dalam suasana damai setelah konflik panjang. Karena itu, setiap gesekan yang menyentuh simbol identitas, aparat negara, dan ruang publik harus disikapi secara hati-hati. Jangan sampai persoalan yang sebenarnya dapat diselesaikan melalui dialog justru berkembang menjadi konflik terbuka.

Kericuhan bermula ketika sebagian warga mengibarkan bendera Bulan Bintang dan bendera putih di sekitar kompleks masjid. Aparat yang berjaga kemudian berupaya menertibkan atribut tersebut. Situasi memanas ketika sebagian massa menolak, hingga terjadi tindakan represif berupa tembakan peringatan ke udara. Di titik inilah persoalan menjadi semakin sensitif.

ArtikelTerkait

Presiden Bukan Milik Istana 

Gelegar Anak Krakatau dan Hikmah yang Kita Lupakan 

Ketika massa kemudian mengejar dan mengusir anggota TNI dan Polri, bahkan Wakapolda Aceh Brigjen Pol Ari Wahyu Widodo ikut dihadang dan dilempari saat hendak menghadiri zikir bersama, kita patut bertanya, apakah semangat perdamaian sedang kehilangan ruangnya?

Masjid Raya Baiturrahman bukan hanya bangunan. Tetapi merupakan simbol keagamaan, sejarah, dan kebanggaan masyarakat Aceh. Karena itu, sangat memprihatinkan ketika tempat yang seharusnya menjadi ruang untuk berdoa dan mempererat persaudaraan justru berubah menjadi arena ketegangan antara masyarakat dan aparat negara.

Namun, kritik terhadap masyarakat juga harus disertai kritik terhadap aparat. Penertiban atribut yang status hukumnya masih menjadi perdebatan seharusnya dilakukan dengan pendekatan yang terukur, persuasif, dan mengutamakan komunikasi. Sebaliknya, masyarakat juga harus memahami bahwa kebebasan menyampaikan identitas tidak boleh dilakukan dengan cara yang berujung pada kekerasan, pelemparan batu, pengrusakan, atau pengusiran aparat secara paksa.

Negara harus tegas, tetapi ketegasan tidak boleh kehilangan kebijaksanaan. Masyarakat boleh bersuara, tetapi aspirasi tidak boleh berubah menjadi kekerasan.

Persoalan bendera Bulan Bintang sendiri memang memiliki sejarah dan dimensi hukum yang tidak sederhana. Aceh memiliki Qanun Nomor 3 Tahun 2013 tentang Bendera dan Lambang Aceh, tetapi implementasinya selama ini belum menemukan titik temu sepenuhnya dengan pemerintah pusat. Justru karena persoalannya sensitif dan belum selesai secara politik maupun administratif, semua pihak seharusnya menghindari tindakan yang dapat memperlebar jurang perbedaan.

Peringatan 21 tahun perdamaian Aceh semestinya menjadi momentum untuk mengingat bagaimana mahalnya harga sebuah perdamaian. Jangan karena persoalan bendera, kita lupa bahwa di balik perdamaian itu ada sejarah panjang, air mata, kehilangan, dan perjuangan banyak pihak.

Kita juga patut mengapresiasi langkah Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan yang turun langsung menemui masyarakat dan memilih membuka ruang dialog di tengah situasi yang memanas. Pendekatan seperti ini penting karena keamanan tidak selalu harus dibangun dengan kekuatan. Dalam banyak keadaan, dialog justru jauh lebih kuat daripada pengerahan pasukan.

Di sisi lain, imbauan Mabes TNI agar masyarakat tetap tenang dan menghormati simbol-simbol negara juga harus menjadi perhatian bersama. NKRI harus dihormati, tetapi penghormatan terhadap NKRI bukan berarti mengabaikan aspirasi masyarakat. Begitu pula penghormatan terhadap kekhususan Aceh tidak boleh dimaknai sebagai pembenaran terhadap tindakan yang merusak ketertiban dan mengancam aparat.

Yang diperlukan sekarang bukan saling menyalahkan. Yang diperlukan adalah mendinginkan suasana, membuka dialog, dan mencari jalan keluar yang bermartabat.

Pemerintah pusat dan Pemerintah Aceh perlu duduk bersama membicarakan persoalan atribut dan simbol-simbol Aceh secara terbuka, jernih, serta berdasarkan hukum. Jangan biarkan persoalan yang berulang setiap tahun menjadi bara yang suatu saat bisa membakar kembali suasana damai.

Aparat keamanan pun perlu melakukan evaluasi. Setiap tindakan di lapangan harus mempertimbangkan karakter sosial dan sejarah Aceh. Sebab, pendekatan keamanan yang tidak sensitif terhadap konteks lokal justru berpotensi melahirkan persoalan baru.

Masyarakat juga mempunyai tanggung jawab yang sama. Perbedaan pandangan bukan alasan untuk melempar batu. Ketidakpuasan bukan alasan untuk mengusir aparat. Aspirasi tetap dapat disampaikan dengan cara yang bermartabat.

Aceh sudah terlalu lama merasakan pahitnya konflik. Jangan biarkan generasi hari ini mewarisi kembali ketegangan yang seharusnya sudah menjadi sejarah.

Peringatan 21 tahun perdamaian Aceh hendaknya tidak berhenti sebagai seremoni. Jadikan momentum ini sebagai pengingat bahwa perdamaian harus dirawat setiap hari oleh pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh adat, masyarakat, dan seluruh elemen bangsa.

Masjid harus kembali menjadi tempat menenangkan hati, bukan tempat mempertajam perbedaan. Dan Aceh harus tetap menjadi contoh bahwa konflik yang panjang sekalipun dapat diakhiri dengan perdamaian.

Demi kehormatan NKRI dan masa depan Aceh, jangan biarkan satu hari kericuhan menghapus 21 tahun perjalanan perdamaian.

 

Bandar Lampung, 17 Agustus 2026

Oleh: Junaidi Ismail, S.H. | Ketua Umum Poros Wartawan Lampung

Tags: Damai AcehJunaidi IsmailMasjid Raya Baiturrahman
Previous Post

Ikuti Upacara HUT ke-81 RI di Lapangan Korpri, 30 Mantan Napiter Lampung Komitmen Jaga NKRI

Next Post

Pemprov Lampung Simak Detik-detik Proklamasi HUT ke-81 RI dari Balai Keratun

Related Posts

Presiden Bukan Milik Istana 

Presiden Bukan Milik Istana 

09/09/2026
Gelegar Anak Krakatau dan Hikmah yang Kita Lupakan 

Gelegar Anak Krakatau dan Hikmah yang Kita Lupakan 

08/09/2026
Masyarakat Papua Cuma Numpang di Tanah Sendiri?

Masyarakat Papua Cuma Numpang di Tanah Sendiri?

07/09/2026
Anak Krakatau Menggelegar, Antara Kewaspadaan dan Kepanikan

Anak Krakatau Menggelegar, Antara Kewaspadaan dan Kepanikan

06/09/2026
Geothermal Suoh-Sekincau, Energi Bersih Jangan Menabrak Warisan Dunia

Geothermal Suoh-Sekincau, Energi Bersih Jangan Menabrak Warisan Dunia

05/09/2026
Lindungi Pekerja dan Buka Lebih Banyak Kesempatan Kerja

Lindungi Pekerja dan Buka Lebih Banyak Kesempatan Kerja

04/09/2026
Next Post
Pemprov Lampung Simak Detik-detik Proklamasi HUT ke-81 RI dari Balai Keratun

Pemprov Lampung Simak Detik-detik Proklamasi HUT ke-81 RI dari Balai Keratun

Merah Putih Berkibar di Menara Siger, Lampung Selatan Teguhkan Semangat Persatuan

Merah Putih Berkibar di Menara Siger, Lampung Selatan Teguhkan Semangat Persatuan

Semarak HUT ke-81 RI, Warga RT 005 Sukarame 2 Perkuat Kebersamaan Lewat Lomba

Semarak HUT ke-81 RI, Warga RT 005 Sukarame 2 Perkuat Kebersamaan Lewat Lomba

422 Warga Binaan Lapas Kalianda Dapat Remisi HUT ke-81 RI

422 Warga Binaan Lapas Kalianda Dapat Remisi HUT ke-81 RI

Usai Upacara, HUT ke-81 RI di Menara Siger Berubah Jadi Pesta Kebersamaan

Usai Upacara, HUT ke-81 RI di Menara Siger Berubah Jadi Pesta Kebersamaan

DPKH Lampung Ungkap Produksi Ternak 2025 Tumbuh 5,85 Persen, Target Terlampaui
Lampung

DPKH Lampung Ungkap Produksi Ternak 2025 Tumbuh 5,85 Persen, Target Terlampaui

EditorAidil
09/09/2026

Clickinfo.co.id — Sektor peternakan Provinsi Lampung mencatat pertumbuhan positif sepanjang 2025. Berdasarkan evaluasi kinerja Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH)...

Read more
Bupati Dedi Irawan Serahkan Bantuan Rumah Swadaya untuk 617 Penerima di Pesisir Barat

Bupati Dedi Irawan Serahkan Bantuan Rumah Swadaya untuk 617 Penerima di Pesisir Barat

09/09/2026
Terima Silaturahmi PWI Lampung, Pemkab Pesisir Barat Siap Sukseskan Hari Pers Nasional

Terima Silaturahmi PWI Lampung, Pemkab Pesisir Barat Siap Sukseskan Hari Pers Nasional

09/09/2026
Dukung Pelestarian Wastra Nusantara, PLN Bina Perajin Songket Banyuasin Go Digital

Dukung Pelestarian Wastra Nusantara, PLN Bina Perajin Songket Banyuasin Go Digital

09/09/2026
Presiden Bukan Milik Istana 

Presiden Bukan Milik Istana 

09/09/2026
clickinfo.co.id

Lampung, Indonesia
Telepon : 081225227939
E-mail : admin@clickinfo.co.id

  • Beranda
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2025 - Clickinfo.co.id - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Provinsi
    • Lampung
    • Aceh
    • Bali
    • DKI Jakarta
    • NTB
    • NTT
    • Daerah
    • Jawa
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Sumatera
    • Papua
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Waykanan
  • Pendidikan
    • Unila
    • UIN RIL
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Puisi
    • Tajuk
  • Life Style
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Travel
  • Politik
    • DPRD Provinsi Lampung
    • DPRD Kota Bandar Lampung
  • Organisasi
    • JMSI
    • HIPMI
    • APINDO
    • IKADI
    • Komite OSIS Nasional

© 2025 - Clickinfo.co.id - All Rights Reserved.