• Redaksi
  • Tentang Kami
Jumat, Oktober 23, 2026
clickinfo.co.id
  • Beranda
  • Berita
  • Provinsi
    • Lampung
    • Aceh
    • Bali
    • DKI Jakarta
    • NTB
    • NTT
    • Daerah
    • Jawa
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Sumatera
    • Papua
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Waykanan
  • Pendidikan
    • Unila
    • UIN RIL
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Puisi
    • Tajuk
  • Life Style
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Travel
  • Politik
    • DPRD Provinsi Lampung
    • DPRD Kota Bandar Lampung
  • Organisasi
    • JMSI
    • HIPMI
    • APINDO
    • IKADI
    • Komite OSIS Nasional
No Result
View All Result
clickinfo.co.id
  • Beranda
  • Berita
  • Provinsi
    • Lampung
    • Aceh
    • Bali
    • DKI Jakarta
    • NTB
    • NTT
    • Daerah
    • Jawa
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Sumatera
    • Papua
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Waykanan
  • Pendidikan
    • Unila
    • UIN RIL
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Puisi
    • Tajuk
  • Life Style
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Travel
  • Politik
    • DPRD Provinsi Lampung
    • DPRD Kota Bandar Lampung
  • Organisasi
    • JMSI
    • HIPMI
    • APINDO
    • IKADI
    • Komite OSIS Nasional
No Result
View All Result
clickinfo.co.id
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Drama 10 Gol di Perebutan Juara 3 Piala Dunia 

IrzonEditorIrzon
19/07/2026
in Opini
A A
Drama 10 Gol di Perebutan Juara 3 Piala Dunia 

Drama 10 Gol di Perebutan Juara 3 Piala Dunia 

Clickinfo.co.id – Piala Dunia FIFA 2026 kembali membuktikan bahwa sepak bola bukan hanya permainan sebelas lawan sebelas. Tetapi bisa menjadi cermin kehidupan, laboratorium kepemimpinan, sekaligus panggung yang memperlihatkan bagaimana strategi, karakter, dan mentalitas menentukan hasil akhir.

Pertandingan perebutan tempat ketiga antara Inggris dan Prancis yang berakhir dengan skor fantastis 6-4 pada Minggu, 19 Juli 2026 WIB, merupakan salah satu pertandingan paling dramatis dalam sejarah Piala Dunia. Sepuluh gol tercipta dalam satu pertandingan, berbagai rekor lahir, emosi naik turun, dan dunia menyaksikan bagaimana dua negara besar mempertontonkan sepak bola menyerang yang luar biasa.

Sebagai penikmat sepak bola, saya bukan hanya terpukau oleh hujan gol yang tercipta, tetapi juga kagum terhadap dinamika psikologis, kecerdasan taktik, sportivitas, dan daya juang yang diperlihatkan kedua kesebelasan.

ArtikelTerkait

Kritik Boleh Keras, NKRI Harus Tetap Dijaga

Evaluasi Total Keselamatan Kapal Penumpang

Inggris menunjukkan bahwa keberanian mengambil keputusan yang tidak populer terkadang justru menjadi kunci keberhasilan. Sebelum pertandingan dimulai, pelatih Thomas Tuchel dikritik habis-habisan karena merombak susunan pemain. Banyak pihak menganggap keputusan tersebut terlalu berisiko.

Namun sepak bola kembali mengajarkan satu pelajaran penting yaitu pemimpin tidak boleh mengambil keputusan berdasarkan tekanan publik semata. Seorang pemimpin harus berani bertanggung jawab terhadap analisis dan keyakinannya sendiri. Keputusan yang semula dicaci berubah menjadi pujian setelah Inggris tampil luar biasa pada babak pertama dengan keunggulan 4-0. Kritik berubah menjadi apresiasi hanya dalam waktu 45 menit.

Fenomena ini tidak hanya berlaku di lapangan hijau. Dalam pemerintahan, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, maupun penegakan hukum, seorang pemimpin sering kali dihadapkan pada pilihan-pilihan sulit yang tidak selalu populer. Yang terpenting apakah keputusan tersebut didasarkan pada perencanaan, data, dan keberanian moral.

Di sisi lain, Prancis memperlihatkan arti sebenarnya dari semangat pantang menyerah. Tertinggal empat gol biasanya cukup untuk mematikan mental sebuah tim. Namun Les Bleus justru bangkit melalui kepemimpinan Kylian Mbappe hingga mampu memperkecil ketertinggalan menjadi 4-3. Walaupun akhirnya tetap kalah, semangat mereka layak memperoleh penghormatan.

Dalam kehidupan berbangsa, Indonesia juga sering menghadapi berbagai tantangan besar, mulai dari persoalan ekonomi, korupsi, pendidikan, ketimpangan sosial, hingga perkembangan teknologi yang bergerak sangat cepat. Apabila bangsa ini memiliki semangat sebagaimana diperlihatkan Prancis pada babak kedua, maka tidak ada alasan untuk mudah menyerah menghadapi berbagai persoalan nasional.

Ada pelajaran lain yang menurut saya jauh lebih berharga daripada hanya sebuah kemenangan. Ketika Inggris memperoleh hadiah penalti, Jude Bellingham tidak memaksakan diri menjadi eksekutor meskipun dirinya adalah salah satu bintang terbesar tim. Ia justru memberikan kesempatan kepada Bukayo Saka untuk menyempurnakan hat-trick. Gestur sederhana itu menunjukkan kedewasaan karakter.

Dalam dunia kepemimpinan modern, keberhasilan organisasi lahir ketika setiap individu bersedia saling menguatkan, bukan saling berebut panggung. Keberhasilan tim selalu lebih besar daripada ambisi pribadi.

Hal lain yang menarik adalah pertandingan berlangsung sangat keras secara kompetitif, tetapi sama sekali tidak menghasilkan kartu kuning maupun kartu merah. Sepuluh gol tercipta tanpa diwarnai tindakan kasar yang berlebihan.

Ini menunjukkan bahwa kompetisi yang sehat tidak harus dibangun melalui permusuhan, Perbedaan pendapat tidak harus melahirkan kebencian, dan Persaingan tidak harus menghilangkan rasa hormat.

Pelajaran seperti inilah yang sebenarnya sangat relevan bagi kehidupan demokrasi Indonesia. Perbedaan politik, pandangan hukum, maupun kepentingan organisasi seyogianya diselesaikan melalui argumentasi, etika, dan penghormatan terhadap aturan, bukan dengan saling menjatuhkan.

Momentum emosional juga tampak ketika Didier Deschamps menutup pengabdiannya setelah hampir 14 tahun memimpin Prancis.

Dia menerima kekalahan dengan lapang dada, mengakui kesalahan strategi pada babak pertama, memberikan penghormatan kepada para pemainnya, serta optimistis terhadap masa depan tim nasional Prancis. Inilah karakter negarawan.

Kepemimpinan sejati bukan hanya perkara memenangkan pertandingan, tetapi juga tentang bagaimana menerima kekalahan dengan bermartabat dan meninggalkan warisan yang baik bagi generasi berikutnya. Indonesia membutuhkan semakin banyak pemimpin yang memiliki karakter demikian.

Dalam perspektif yang lebih luas, pertandingan Inggris melawan Prancis sesungguhnya memberikan pesan bahwa kemajuan tidak pernah lahir secara instan. Tetapi dibangun melalui proses panjang, disiplin latihan, penguasaan ilmu pengetahuan olahraga, investasi terhadap pembinaan usia muda, tata kelola organisasi yang profesional, serta budaya kompetisi yang sehat.

Tidak ada negara yang menjadi kekuatan sepak bola dunia hanya karena keberuntungan. Demikian pula tidak ada bangsa yang menjadi negara maju hanya karena retorika. Kemajuan selalu merupakan hasil kerja keras yang konsisten.

Bagi Indonesia, hikmah terbesar dari pertandingan ini adalah pentingnya membangun budaya kerja yang berorientasi pada kualitas, integritas, kolaborasi, dan keberanian melakukan perubahan. Mental juara bukan hanya dibutuhkan atlet. Mental juara dibutuhkan aparatur negara, penegak hukum, pendidik, mahasiswa, jurnalis, pengusaha, hingga seluruh elemen masyarakat.

Skor 6-4 mungkin hanya akan menjadi catatan sejarah. Namun nilai-nilai yang lahir dari pertandingan tersebut jauh lebih abadi yakni Keberanian mengambil keputusan, Pantang menyerah menghadapi kesulitan, Mengutamakan kepentingan tim, Menghormati lawan, dan Menerima kekalahan dengan bermartabat.

Kelima nilai itu sesungguhnya merupakan fondasi yang juga diperlukan dalam membangun Indonesia yang maju, adil, dan berdaya saing.

Karena itu, Piala Dunia bukan hanya milik para pecinta sepak bola, melainkan ruang pembelajaran bagi siapa saja yang ingin memahami bahwa kemenangan besar selalu lahir dari kerja keras, disiplin, integritas, dan semangat untuk terus berkembang.

 

Bandar Lampung, 19 Juli 2026

Oleh: Junaidi Ismail, S.H. | Ketum Poros Wartawan Lampung

Tags: Inggris vs PrancisJunaidi IsmailPiala Dunia 2026Poros Wartawan LampungPWL
Previous Post

Bandar Lampung Expo 2026 Dibuka, Pemprov Dorong UMKM dan Ekonomi Daerah Makin Bergeliat

Next Post

Antrean Pertalite dan Solar Kian Panjang, FKWKP Minta Distribusi BBM Dievaluasi

Related Posts

Kritik Boleh Keras, NKRI Harus Tetap Dijaga

Kritik Boleh Keras, NKRI Harus Tetap Dijaga

22/10/2026
Evaluasi Total Keselamatan Kapal Penumpang

Evaluasi Total Keselamatan Kapal Penumpang

21/10/2026
Suara Rakyat Bukan Ancaman

Suara Rakyat Bukan Ancaman

20/10/2026
Kesejahteraan Ojol Cermin Bangsa 

Kesejahteraan Ojol Cermin Bangsa 

19/10/2026
Bantuan Bencana Harus Tepat Sasaran

Bantuan Bencana Harus Tepat Sasaran

18/10/2026
Kapolri Gandeng MUI Soal Vape, Langkah Tepat Perang Narkoba

Kapolri Gandeng MUI Soal Vape, Langkah Tepat Perang Narkoba

17/10/2026
Next Post
Antrean Pertalite dan Solar Kian Panjang, FKWKP Minta Distribusi BBM Dievaluasi

Antrean Pertalite dan Solar Kian Panjang, FKWKP Minta Distribusi BBM Dievaluasi

Pembangunan Pondok Tahfidz Al Iman Terus Berjalan, Panitia Ajak Masyarakat Raih Amal Jariyah

Pembangunan Pondok Tahfidz Al Iman Terus Berjalan, Panitia Ajak Masyarakat Raih Amal Jariyah

Gubernur Mirza: Padel, Digitalisasi dan UMKM Jadi Satu Gerakan Ekonomi

Gubernur Mirza: Padel, Digitalisasi dan UMKM Jadi Satu Gerakan Ekonomi

Bambang Hartono Dorong Evaluasi Kinerja Pemerintah Kabupaten Pringsewu

Bambang Hartono Dorong Evaluasi Kinerja Pemerintah Kabupaten Pringsewu

H. Suroso: Budaya Adalah Identitas yang Harus Dijaga Warga Banyuwangi

H. Suroso: Budaya Adalah Identitas yang Harus Dijaga Warga Banyuwangi

Kabar Rohadi Dibawa ke Polres Tanggamus Beredar, Polisi Belum Beri Keterangan Lengkap
Tanggamus

Kabar Rohadi Dibawa ke Polres Tanggamus Beredar, Polisi Belum Beri Keterangan Lengkap

EditorAidiland1 others
22/10/2026

Clickinfo.co.id – Kabar Rohadi dibawa ke Polres Tanggamus beredar, polisi belum beri keterangan lengkap. Rohadi, yang dikenal sebagai konten kreator,...

Read more
Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Pemkab Pesisir Barat Dorong Perluasan Akses Keuangan

Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Pemkab Pesisir Barat Dorong Perluasan Akses Keuangan

22/10/2026
Catat! Ini Jadwal Pendaftaran dan Pengambilan Jersey Lava Run 2026 Lampung Selatan

Catat! Ini Jadwal Pendaftaran dan Pengambilan Jersey Lava Run 2026 Lampung Selatan

22/10/2026
Pemprov Lampung Perkuat Hilirisasi dan Program Desaku Maju melalui APBD 2027

Pemprov Lampung Perkuat Hilirisasi dan Program Desaku Maju melalui APBD 2027

22/10/2026
Upacara Hari Santri di Lampung, Pemprov Salurkan Beasiswa hingga Bantuan Al-Qur’an

Upacara Hari Santri di Lampung, Pemprov Salurkan Beasiswa hingga Bantuan Al-Qur’an

22/10/2026
clickinfo.co.id

Lampung, Indonesia
Telepon : 081225227939
E-mail : admin@clickinfo.co.id

  • Beranda
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2025 - Clickinfo.co.id - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Provinsi
    • Lampung
    • Aceh
    • Bali
    • DKI Jakarta
    • NTB
    • NTT
    • Daerah
    • Jawa
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Sumatera
    • Papua
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Waykanan
  • Pendidikan
    • Unila
    • UIN RIL
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Puisi
    • Tajuk
  • Life Style
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Travel
  • Politik
    • DPRD Provinsi Lampung
    • DPRD Kota Bandar Lampung
  • Organisasi
    • JMSI
    • HIPMI
    • APINDO
    • IKADI
    • Komite OSIS Nasional

© 2025 - Clickinfo.co.id - All Rights Reserved.