Clickinfo.co.id – Universitas Lampung (Unila) menggelar Lokakarya Pelaksanaan Diktisaintek Berdampak dan Program TA 2026, yang berlangsung di ruang sidang utama lantai dua, Gedung Rektorat, Rabu, 14 Januari 2026.
Kegiatan dihadiri langsung Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., selaku Rektor Unila, Prof. Dr. Ayi Ahadiat, S.E., M.B.A., selaku Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi, Prof. Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, S.Si., M.T., selaku Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Herpratiwi, M.Pd., selaku Ketua Senat, Dr. Budi Sutomo, M.Si., selaku Kepala BPKHM, Prof. Dr. Ir. Murhadi, M.Si., selaku Direktur Pascasarjana, serta para dekan di lingkungan Unila.
Prof. Lusmeilia Afriani dalam sambutannya menyampaikan visi Kemdiktisaintek yakni pendidikan tinggi sains dan teknologi yang inklusif, adaptif, dan berdampak dalam mewujudkan transformasi bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Ia juga menegaskan Visi Unila harus diterapkan dalam RKAKL tahun 2026 sehingga nantinya masing-masing unit di Unila sudah memiliki tujuan yang berfokus pada Indonesia Emas 2045.
“Kemdiktisaintek telah menerbitkan Permendiktisaintek Nomor 40 Tahun 2025 tentang Rencana Strategi Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi tahun 2025-2028 dengan tagline Kampus berdampak,” ujarnya.
Prof. Ayi Ahadiat pada kesempatan yang sama memaparkan Strategi Pencapaian Kinerja 2026 untuk Unila Berdampak.
“Penyusunan strategi Unila dilakukan dengan menggunakan Balanced Score Card (BSC). BSC juga sebagai sistem manajemen strategi yang menghubungkan visi, misi, dan strategi dengan tujuan, ukuran, target, dan inisiatif yang saling terkait,” jelasnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong perguruan tinggi yang menghasilkan kontribusi nyata dan berkelanjutan melalui penguatan talenta, riset dan inovasi, pengabdian kepada masyarakat, serta tetap kelola berintegritas sehingga tercipta dampak positif bagi kemajuan bangsa dan kejayaan masyarakat.














