Clickinfo.co.id – Forum Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa/Alumni Senat Mahasiswa (FABEM-SM) Indonesia turut angkat bicara menanggapi polemik pernyataan pengamat politik Saiful Mujani.
Isu yang berkembang terkait narasi konsolidasi untuk menurunkan Presiden Prabowo Subianto dinilai perlu disikapi dengan kedewasaan berpendapat guna menjaga stabilitas nasional.
Wakil Ketua Umum DPP FABEM-SM Bidang Hukum & Antar Lembaga, Tody Ardiansyah Prabu, S.H. (TAP), menyampaikan bahwa setiap pernyataan publik dari tokoh intelektual harus ditempatkan dalam kerangka demokrasi yang sehat, legitimate, dan konstitusional.
“Kritik terhadap pemerintah adalah hal wajar dalam demokrasi. Namun, penyampaiannya harus proporsional dan tidak memicu interpretasi yang dapat mengakibatkan instabilitas politik di tengah masyarakat yang heterogen secara intelektual maupun ekonomi,” ujar Tody, Kamis, 9 April 2026.
Tody menekankan pentingnya membedakan antara kritik konstruktif dengan narasi yang berpotensi mendelegitimasi hasil demokrasi yang sah. Menurutnya, FABEM-SM melihat adanya kebutuhan mendesak akan kehati-hatian dalam beropini agar tidak menimbulkan kegaduhan yang tidak produktif.
Di sisi lain, FABEM-SM mengapresiasi sikap tenang pemerintah yang memilih tetap fokus pada agenda strategis nasional. Presiden Prabowo dinilai lebih memprioritaskan pelayanan publik di tengah dinamika geopolitik global yang sulit diprediksi.
“Pendekatan pemerintah untuk tetap fokus bekerja sangat penting. Polemik politik seharusnya tidak mengganggu jalannya pemerintahan, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi dan sosial yang nyata dihadapi rakyat,” lanjutnya.
Sebagai organisasi yang aktif mendorong literasi politik di kalangan mahasiswa dan alumni BEM se-Indonesia, FABEM-SM mengajak seluruh elemen bangsa untuk merawat keseimbangan antara kebebasan berpendapat dengan penegakan hukum yang tegak lurus.
“Mari kita kedepankan dialog dan rasionalitas. Menjaga stabilitas nasional adalah kunci utama merawat demokrasi menuju kemakmuran dan peradaban bangsa Indonesia yang lebih baik,” pungkas Tody.















