Clickinfo.co.id – Harapan panjang masyarakat di wilayah enklave Way Haru, Kecamatan Bangkunat, Kabupaten Pesisir Barat, akhirnya menemui titik terang. Setelah puluhan tahun menanti akses jalan yang layak, Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat memastikan pembangunan infrastruktur menuju wilayah tersebut segera direalisasikan pada tahun 2026.
Kepastian itu disampaikan dalam agenda Refleksi Satu Tahun Pengabdian Bupati dan Wakil Bupati Pesisir Barat yang digelar di Gedung Marga Sai Batin, pada Rabu, 18 Februari 2026.
Bupati Pesisir Barat, Dedi Irawan, menegaskan bahwa persetujuan Perjanjian Kerja Sama (PKS) menjadi landasan hukum bagi pemerintah daerah untuk melaksanakan pembangunan infrastruktur di kawasan tersebut.
“Alhamdulillah, pada tahun 2026 ini akan segera dilakukan persetujuan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BBTNBBS dan Pemkab Pesisir Barat melalui SK persetujuan Kementerian Kehutanan,” ujar Dedi Irawan.
Kerja sama tersebut melibatkan Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan sebagai pengelola kawasan hutan, mengingat sebagian jalur yang akan dibangun berada dalam wilayah konservasi.
Untuk mendukung konektivitas empat pekon di Way Haru, pemerintah daerah telah menganggarkan pembangunan jembatan dalam APBD 2026. Sementara itu, ruas jalan yang akan dibangun membentang dari Way Heni menuju Way Haru sepanjang kurang lebih 10 kilometer. Pembangunan akan dilakukan secara bertahap, menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.
Meski demikian, Bupati menegaskan bahwa proses pembangunan tetap mengacu pada ketentuan kawasan kehutanan. Sejumlah persyaratan wajib dipenuhi, seperti penghijauan kembali, pengendalian dampak lingkungan, serta pengawasan berkelanjutan terhadap kelestarian ekosistem.
Akses jalan tersebut diharapkan mampu membuka isolasi wilayah, memperlancar mobilitas warga, serta mempercepat distribusi hasil pertanian dan perkebunan. Selain itu, akses terhadap layanan pendidikan dan kesehatan diyakini akan semakin mudah dijangkau masyarakat Way Haru.
Tak hanya infrastruktur jalan, dalam kesempatan itu Dedi Irawan juga memaparkan sejumlah program prioritas daerah. Di antaranya peningkatan layanan kesehatan melalui peningkatan status RSUD dari tipe D menjadi tipe C yang ditargetkan operasional penuh pada 2026.
Program lainnya adalah Pesisir Barat Menyala, dengan target pemasangan 1.000 unit penerangan jalan hingga 2030, serta berbagai program prioritas lain di sektor pembangunan yang bertujuan mendorong pertumbuhan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat.












