Clickinfo.co.id — Di tengah perhatian publik terhadap keamanan pangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), dosen Program Studi Sarjana Terapan Gizi Klinis Politeknik Negeri Lampung (Polinela) mengambil langkah preventif dengan memberdayakan siswa sebagai agen keamanan pangan di lingkungan sekolah.
Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pemberdayaan Food Safety Ambassador sebagai Upaya Penguatan Keamanan Pangan pada Program Makanan Bergizi Gratis”, siswa SMP Negeri 2 Metro dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk mengenali potensi bahaya pangan serta mengedukasi teman sebaya.
Berbeda dari pendekatan penyuluhan konvensional yang umumnya berhenti pada transfer informasi searah, program ini menempatkan siswa bukan sekadar sebagai penerima manfaat pasif, melainkan sebagai subjek aktif yang dibekali kompetensi teknis untuk mengenali dan mencegah risiko pangan sejak dini.
Sebanyak 35 perwakilan siswa dari tiap kelas dilatih secara terstruktur untuk mengidentifikasi tiga kelompok bahaya pangan, yakni biologis, kimia, dan fisik. Mereka juga dibekali teknik pemeriksaan organoleptik sederhana yang mengandalkan pancaindra untuk menilai kelayakan makanan sebelum dibagikan.
Para kader turut dilatih keterampilan edukasi sebaya (peer education) agar pengetahuan yang diperoleh dapat terus disampaikan kepada teman-teman sekelas secara berkelanjutan, tanpa harus bergantung pada kehadiran tim pengabdi di masa mendatang.
Rangkaian kegiatan mencakup sesi edukasi keamanan pangan yang disampaikan secara interaktif dan dikemas melalui simulasi langsung untuk membedakan ciri makanan yang aman dan tidak aman.
Untuk menjamin keberlanjutan program setelah kegiatan pengabdian selesai, tim juga membekali guru pembina Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) melalui pelatihan teknis. Dengan demikian, kapasitas pengawasan dan pembinaan kader diharapkan dapat terus berjalan secara mandiri di bawah koordinasi pihak sekolah.
Kepala SMPN 2 Kota Metro, Martati, S.Pd., M.Pd., menyambut baik pelaksanaan program tersebut dan menyampaikan apresiasi atas bekal pengetahuan yang diberikan kepada warga sekolah.
“Kegiatan ini sangat membantu kami. Anak-anak sekarang lebih paham cara mengenali makanan yang aman untuk dikonsumsi, dan kami sebagai pihak sekolah juga mendapat bekal untuk terus mengawal keamanan pangan program Makan Bergizi Gratis ke depannya. Kami berterima kasih kepada tim Polinela atas ilmu yang sudah dibagikan,” ujarnya.
Ketua tim pengabdian menegaskan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari terselenggaranya kegiatan, tetapi juga dari kemampuan sekolah mempertahankan praktik yang telah diperkenalkan dan mereplikasinya secara mandiri.
Model kaderisasi berbasis edukasi sebaya yang diterapkan di SMPN 2 Kota Metro ini juga berpotensi menjadi rujukan bagi sekolah-sekolah lain penerima MBG di Kota Metro maupun daerah sekitarnya. Hal tersebut sejalan dengan upaya memperkuat pengawasan keamanan pangan hingga ke titik akhir distribusi program.
Program pemberdayaan Food Safety Ambassador ini merupakan bagian dari komitmen Politeknik Negeri Lampung dalam menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.
Melalui model pemberdayaan tersebut, kegiatan diarahkan pada pembentukan kapasitas individu dan kelembagaan. Siswa menjadi agen edukasi sebaya, guru menjadi penggerak keberlanjutan program, dan sekolah memperoleh mekanisme yang dapat dikembangkan untuk memperkuat keamanan pangan dalam pelaksanaan MBG.
















