Clickinfo.co.id — Pemerintah Provinsi Lampung terus menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung bagi masyarakat, tidak hanya melalui pembangunan jalan, tetapi juga menjaga keberlanjutannya.
Hal tersebut terlihat dari kunjungan kerja Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, ke Kabupaten Lampung Tengah untuk meninjau progres percepatan pembangunan jalan provinsi.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Mirza melakukan peninjauan langsung terhadap pengerjaan ruas jalan Kalirejo–Bangun Rejo di Kecamatan Kalirejo. Ruas ini menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan konektivitas wilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Secara strategis, jalur tersebut terhubung dengan sejumlah ruas penting lainnya, seperti Kalirejo–Padang Ratu, Bangun Rejo–Wates, hingga Kalirejo–Pringsewu, sehingga memperkuat akses antarwilayah di Lampung Tengah dan sekitarnya.
Selain itu, pemerintah provinsi juga mempercepat pembangunan pada ruas Padang Ratu–Kalirejo dan Padang Ratu–Pekurun Udik. Pembangunan dilakukan secara terintegrasi guna memastikan konektivitas berjalan optimal, bukan sekadar parsial.
Berdasarkan data teknis Tahun Anggaran 2026, rincian pembangunan meliputi:
Ruas Kalirejo–Bangun Rejo sepanjang 5,53 kilometer dengan perkerasan beton (rigid pavement) senilai Rp57,75 miliar.
Ruas Padang Ratu–Pekurun Udik sepanjang 3,5 kilometer dengan konstruksi rigid beton senilai Rp38,39 miliar.
Ruas Padang Ratu–Kalirejo sepanjang 6,5 kilometer dengan konstruksi rigid beton senilai Rp66,69 miliar.
Ketiga ruas tersebut merupakan jalur vital dengan aktivitas tinggi, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, perdagangan, hingga mobilitas pelajar. Tingginya intensitas lalu lintas, termasuk kendaraan berat, menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga ketahanan jalan.
Dalam peninjauan tersebut, Gubernur Mirza juga mengecek detail teknis di lapangan, mulai dari konstruksi, sistem drainase, hingga kesiapan alat berat. Ia menegaskan bahwa perhitungan Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR) menjadi dasar dalam menentukan spesifikasi pembangunan.
“Tahun 2026 ini kita mulai lebih cepat, di bulan April ini sudah berjalan. Ini adalah harapan masyarakat Lampung selama ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa percepatan pembangunan tahun ini menargetkan peningkatan signifikan terhadap kemantapan jalan di Provinsi Lampung.
“Pada tahun 2025, kemantapan jalan berada di angka 75 persen. Tahun 2026 kita bangun hampir 200 kilometer jalan untuk mencapai 86 persen jalan mantap,” jelasnya.
Khusus di Lampung Tengah, target yang dicanangkan lebih tinggi.
“Saat ini sudah 89 persen, dan kita targetkan akhir 2026 mencapai 98 persen,” tegasnya.
Meski demikian, Gubernur Mirza menekankan bahwa pembangunan saja tidak cukup. Ia memperkenalkan konsep “jaga jalan” sebagai upaya kolektif untuk menjaga kualitas infrastruktur agar bertahan lebih lama.
Menurutnya, terdapat tiga faktor utama penyebab kerusakan jalan, yakni buruknya drainase, beban kendaraan berlebih (overload), serta rendahnya kualitas konstruksi.
“Ada tiga hal utama yang harus dijaga, yaitu kualitas jalan, kondisi drainase, dan beban kendaraan. Jika tidak diperhatikan, jalan akan cepat rusak,” ujarnya.
Ia juga menginstruksikan agar seluruh material konstruksi, seperti semen dan batu, wajib melalui uji laboratorium guna memastikan kualitas sesuai standar.
Lebih jauh, Gubernur Mirza menegaskan bahwa pembangunan jalan bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan bagian dari upaya besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan mobilitas sosial, serta membangun peradaban yang lebih maju.
“Mari kita bangun sekaligus kita jaga. Jalan yang baik akan membuka akses ekonomi, pendidikan, dan kehidupan sosial masyarakat,” katanya.
Ia pun mengingatkan pentingnya perawatan berkala, termasuk menjaga kebersihan saluran air dan sistem drainase sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan infrastruktur.
“Kalau kita bangun dengan baik dan kita jaga bersama, manfaatnya akan dirasakan lebih lama oleh masyarakat,” tutupnya.












