Clickinfo.co.id – Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) menegaskan komitmennya terhadap akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan negara.
Hal ini disampaikan langsung oleh Rektor UIN RIL, Prof. H. Wan Jamaluddin Z., M.Ag., Ph.D., dalam Entry Meeting Audit Laporan Keuangan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Senin, 2 Maret 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Rektor, Gedung Academic & Research Center ini merupakan tahapan awal pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan tahun anggaran 2025.
Bagi UIN RIL, momentum ini dipandang sebagai upaya menjaga kualitas tata kelola institusi yang berkelanjutan.
“Semoga audit ini memberikan energi baru bagi kita semua untuk terus meningkatkan kinerja dan performa keuangan di kampus UIN Raden Intan Lampung,” ujar Rektor dalam sambutannya.
Prof. Wan Jamaluddin memaparkan bahwa UIN RIL saat ini menunjukkan tren pertumbuhan positif dengan kepemilikan delapan fakultas dan program pascasarjana.
Bahkan, kampus hijau ini tengah mempersiapkan pendirian Fakultas Kedokteran. Dari sisi prestasi manajerial, UIN RIL berhasil meraih predikat pengelolaan maturitas BLU terbaik nomor dua di kalangan PTKIN se-Indonesia.
Lebih lanjut, Rektor menegaskan komitmennya dalam menuntaskan setiap temuan pemeriksaan. Ia menyebut UIN RIL baru saja mendapatkan apresiasi dari Itjen Kemenag terkait Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan (TLHP) dengan status nihil (Rp0).
“Tugas kita sebagai pengemban amanah adalah menunjukkan performa tertinggi. Kami ingin membuktikan kepada publik dan negara bahwa seluruh jajaran memiliki keseriusan dalam mempertanggungjawabkan amanah ini,” tegasnya.
Sementara itu, Pengendali Teknis Tim BPK RI, Medianto Basuki, menjelaskan bahwa pemeriksaan ini merupakan amanat undang-undang untuk memberikan opini terhadap kewajaran laporan keuangan tahun anggaran 2025.
Pemeriksaan akan menilai kesesuaian pengelolaan dengan standar akuntansi serta kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.
“Kami mengharapkan dukungan pimpinan dalam penyediaan data dan dokumen yang diperlukan selama proses audit berlangsung agar pemeriksaan berjalan objektif dan profesional,” kata Medianto.












