Clickinfo.co.id — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengajak Dewan Pendidikan Provinsi Lampung menjadi mitra strategis dalam membangun pendidikan berkualitas demi mewujudkan masa depan generasi muda di daerah.
Hal tersebut disampaikan usai pengukuhan Dewan Pendidikan Provinsi Lampung masa bakti 2025–2030 di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Senin, 13 April 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur mengukuhkan Syafrimen sebagai Ketua Dewan Pendidikan Provinsi Lampung bersama 12 anggota lainnya.
Gubernur Mirza menegaskan bahwa persoalan pendidikan di Lampung harus menjadi perhatian bersama dan diselesaikan melalui kolaborasi berbagai pihak.
“Persoalan pendidikan harus segera kita solusikan bersama-sama. Mengentaskan permasalahan ini menjadi salah satu prioritas utama Pemerintah Provinsi Lampung,” ujarnya.
Menurutnya, Dewan Pendidikan memiliki peran penting sebagai jembatan antara pemerintah dan kondisi riil di lapangan, mulai dari sistem pendidikan, kualitas guru, peserta didik, hingga keterlibatan orang tua dan dunia kerja.
“Dewan Pendidikan menjembatani kami dalam memahami persoalan di lapangan agar kebijakan yang diambil tepat sasaran,” katanya.
Ia juga berharap Dewan Pendidikan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dan dunia usaha dalam meningkatkan mutu pendidikan di Lampung.
“Saya berharap Dewan Pendidikan aktif memberikan rekomendasi, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta mengawal implementasi kebijakan agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” lanjutnya.
Gubernur menekankan bahwa pendidikan merupakan kunci utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia dan menentukan daya saing daerah.
“Pendidikan adalah kunci utama dalam membangun manusia, bangsa, dan daerah. Dari sanalah kualitas SDM kita dibentuk,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pendidikan bukan hanya kebutuhan anak, tetapi harapan besar orang tua untuk meningkatkan taraf hidup keluarga.
“Anak-anak harus pintar agar derajat orang tuanya meningkat. Harapan setiap orang tua, anaknya harus lebih baik dari dirinya,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak dasar yang harus dipenuhi karena kegagalan pendidikan dapat berdampak besar terhadap masa depan.
“Pendidikan adalah harapan dan doa orang tua. Ketika pendidikan gagal, harapan itu bisa hancur,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Lampung, kata dia, berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, termasuk memastikan tidak ada anak yang putus sekolah di wilayahnya.
“Kita ingin meski dengan keterbatasan, tetap bisa menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas. Jangan sampai ada anak putus sekolah di Lampung,” tegasnya.
Gubernur juga menitipkan masa depan pendidikan dan generasi muda Lampung kepada Dewan Pendidikan yang baru dikukuhkan.
“Saya titip masa depan anak-anak kita, masa depan pendidikan, dan masa depan Lampung kepada Dewan Pendidikan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Provinsi Lampung, Syafrimen, menyatakan komitmennya untuk mendorong kebijakan pendidikan berbasis data serta memperkuat kolaborasi lintas sektor.
“Kami berkomitmen meningkatkan kualitas guru, mempererat keterkaitan dunia pendidikan dengan dunia kerja, serta memastikan suara masyarakat hadir dalam setiap kebijakan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya pemerataan akses pendidikan hingga ke pelosok desa agar setiap anak memiliki kesempatan yang sama dalam meraih cita-cita.
“Kami ingin memastikan setiap anak di Provinsi Lampung, hingga pelosok desa, memiliki kesempatan yang sama untuk mewujudkan mimpinya,” tutupnya.










