Clickinfo.co.id – Hulun Peduli Indonesia menutup rangkaian program Ramadan 1447 Hijriah dengan menyalurkan kado istimewa berupa uang tunai dan pakaian baru bagi anak-anak yatim serta kaum dhuafa di wilayah Gaza.
Aksi kemanusiaan ini merupakan wujud nyata kepedulian masyarakat Indonesia terhadap saudara-saudara di Palestina yang masih berjuang di tengah keterbatasan.
Santunan uang tunai yang diberikan sebesar 100 Syekel atau setara dengan Rp500.000 per penerima manfaat. Dana tersebut bersumber dari amanah zakat dan sedekah yang dititipkan oleh para dermawan melalui Hulun Peduli Indonesia.
Selain uang tunai, program ini juga menghadirkan keceriaan langsung bagi anak-anak yatim melalui pemberian pakaian lebaran. Berbeda dengan pembagian paket biasa, tim di lapangan mengajak anak-anak tersebut langsung ke toko pakaian agar mereka dapat memilih sendiri baju baru sesuai keinginan dan ukuran masing-masing.
Pimpinan Hulun Peduli Indonesia, Fajar Yusuf Dirgantara, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran program ini hingga penghujung Ramadan. Ia menegaskan bahwa memberikan kebahagiaan bagi anak-anak Gaza di hari raya sudah menjadi target utama lembaga sejak awal tahun.
“Ikhtiar untuk membelikan baju lebaran dan memberikan uang tunai sebagai hadiah Idulfitri bagi anak-anak yatim serta keluarga dhuafa di Gaza adalah komitmen kami. Alhamdulillah, Allah mampukan kita untuk berbagi di tengah situasi sulit mereka,” ujar Fajar.
Fajar juga memastikan bahwa gerakan kemanusiaan ini tidak akan berhenti seiring berakhirnya Ramadan. Program Dapur Berkah Hulun Peduli Indonesia di Gaza Utara akan tetap beroperasi secara rutin.
“Insyaallah, setelah Idulfitri, Dapur Berkah akan tetap membagikan makanan kepada masyarakat di pengungsian wilayah Gaza Utara, minimal dua hingga tiga kali dalam sepekan. Saat ini kami juga mulai menyiapkan program kurban untuk menyambut Idul Adha 1447 Hijriah mendatang,” pungkasnya.
Hulun Peduli terus mengajak para dermawan untuk konsisten memberikan dukungan, mengingat kebutuhan pangan dan logistik di wilayah konflik tersebut masih sangat mendesak.












