Clickinfo.co.id – Proses rekrutmen sumber daya manusia untuk Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Kota Palembang memasuki tahapan penting.
Seleksi berupa tes psikotes dan wawancara ini digelar di Balai Diklat Keagamaan Provinsi Sumatera Selatan pada Rabu, 15 Juli 2026.
Fasilitas kesehatan menjadi Rumah Sehat BAZNAS pertama dan satu-satunya di Provinsi Sumatera Selatan.
Kehadirannya diproyeksikan untuk memperluas akses layanan kesehatan gratis dan berkualitas bagi masyarakat kurang mampu, khususnya para mustahik.
Kepala Divisi Kesehatan BAZNAS RI, Siti Masturoh, menjelaskan bahwa proses penyaringan pegawai dilakukan secara ketat dengan mengedepankan kualifikasi medis. Langkah ini penting dilakukan mengingat operasional rumah sehat bersentuhan langsung dengan keselamatan pasien.
“Dari total 1.830 pelamar yang mendaftar, sebanyak 74 peserta dinyatakan lolos seleksi administrasi awal. Namun, hanya 68 orang yang hadir mengikuti tahapan psikotes dan wawancara hari ini,” ujar Siti Masturoh, Rabu, 15 Juli 2026.
Siti berharap, tata kelola RSB Palembang yang profesional nantinya dapat meningkatkan kepercayaan para muzaki dalam menyalurkan zakatnya, sekaligus membuktikan bahwa dana umat memberikan dampak nyata.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Palembang, Kgs. M. Ridwan Nawawi, S.Pd.I., M.M., mengungkapkan bahwa angka 1.830 pendaftar ini memecahkan rekor antusiasme tertinggi dibandingkan rekrutmen RSB di wilayah lain di Indonesia.
Kendati pelamar membeludak, kuota yang disediakan sangat terbatas demi efisiensi operasional klinik. BAZNAS hanya akan menyaring belasan orang untuk mengisi posisi strategis.
“Dari puluhan peserta yang tersisa, nantinya hanya akan dipilih 15 orang terbaik sesuai dengan kebutuhan klinis kita di lapangan,” ungkap Ridwan.
Adapun formasi kerja yang diperebutkan meliputi Kepala Klinik, dokter umum, dokter gigi, bidan, perawat, tenaga farmasi, pengemudi ambulans, hingga petugas kebersihan dan tenaga pendukung operasional lainnya.
Bagi peserta yang belum beruntung, Ridwan berpesan agar tidak berkecil hati karena data mereka akan tetap diarsipkan oleh BAZNAS untuk kebutuhan pengembangan atau ekspansi layanan kesehatan di masa mendatang.








