Clickinfo.co.id – Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Provinsi Lampung, Aprohan Saputra, M.Pd., menolak piagam penghargaan dari Kepolisian Daerah (Polda) Lampung yang diterbitkan atas namanya.
Langkah itu diambil karena Aprohan menilai isi piagam tersebut berlebihan dan tidak sesuai fakta di lapangan.
Piagam bernomor Kep/281/VI/2026 yang ditandatangani oleh Kapolda Lampung, Irjen Pol. Helfi Assegaf, tertanggal 30 Juni 2026 itu ditujukan kepada “Aprohan” selaku Ketua IWO Lampung.
Apresiasi tersebut diberikan dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 atas dasar “peran serta media mitra Polri yang telah memberikan kontribusi luar biasa terhadap institusi Polri di Polda Lampung.”
Aprohan mengaku baru mengetahui keberadaan dokumen itu dari dokumentasi yang beredar di ruang publik. Ia menyayangkan pihak kepolisian yang tidak berkoordinasi atau memberikan pemberitahuan sejak awal.
“Saya tidak pernah merasa memberikan kontribusi kepada Polda Lampung seperti yang tertulis di piagam. Kalimat itu berlebihan dan tidak sesuai kenyataan. Nama saya juga tidak ditulis lengkap, hanya Aprohan,” ujar Aprohan kepada media, Kamis, 2 Juli 2026.
Sebagai insan pers, Aprohan menegaskan hubungan media dan kepolisian bersifat profesional dalam koridor jurnalistik, bukan hubungan yang dapat diklaim sebagai bentuk kontribusi kepada lembaga tertentu.
Ia khawatir redaksi kalimat dalam piagam tersebut memicu spekulasi buruk di masyarakat dan mencederai independensi pers. Aprohan pun meminta pihak kepolisian membuka parameter penilaian yang digunakan dalam piagam itu.
“Apa saya pernah iuran? Apa saya pernah memberi sumbangan ke Polda? Kontribusi seperti apa yang dimaksud? Kalau terkait pemberitaan, itu adalah pelaksanaan tugas pers sesuai Undang-Undang, bukan bentuk dukungan institusional,” tegasnya.
Karena dinilai bertolak belakang dengan sikap profesionalnya, Aprohan secara resmi menyatakan menolak penghargaan tersebut guna menghindari kesalahpahaman publik.
Hingga saat ini, pihak Polda Lampung belum memberikan penjelasan resmi terkait pencantuman nama Ketua IWO Lampung maupun indikator penilaian dalam piagam penghargaan tersebut.















