Clickinfo.co.id – Polemik mewarnai pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mujor Tepor, Pekon Lintik, Kecamatan Krui Selatan, Kabupaten Pesisir Barat. Program ketahanan pangan berupa pembangunan kandang dan budidaya bebek petelur yang berlokasi di Pemangku Sukabanjar dikabarkan menuai pro dan kontra di internal pengurus.
Informasi yang dihimpun pada Jumat (26/6/2026) menyebutkan, perbedaan pandangan dalam menjalankan program tersebut diduga menjadi salah satu penyebab Ketua BUMDes berinisial B memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya.
Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp, B membenarkan bahwa dirinya sudah tidak lagi menjabat sebagai Ketua BUMDes Mujor Tepor.
“Benar, dulu saya masih menjabat sebagai ketua, tetapi sekarang saya sudah mengundurkan diri,” ujarnya.
Ketika ditanya alasan pengunduran dirinya, B mengaku sudah tidak lagi memiliki keselarasan dengan anggota pengurus lainnya.
“Saya sudah tidak sinkron lagi dengan anggota saya,” katanya.
Lebih lanjut, B juga mengaku merasa tidak memiliki kewenangan penuh dalam pengelolaan kegiatan BUMDes.
“Saya hanya pekerja. Yang lebih tahu secara detail itu Pak Peratin dan Sekdes, karena setiap pembelanjaan harus berdasarkan RAB yang mereka siapkan. Jadi saya hanya seperti topeng,” ungkapnya.
Sementara itu, berdasarkan penelusuran awak media di lapangan, salah seorang anggota BUMDes yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan menyebutkan bahwa pagu anggaran BUMDes Mujor Tepor pada tahun 2025 mencapai sekitar Rp186 juta.
Narasumber tersebut menduga pengelolaan anggaran belum berjalan secara efektif. Ia bahkan mengklaim terdapat dugaan ketidaksesuaian dalam proses belanja pakan ternak.
“Ada dugaan belanja pakan tidak sesuai. Bahkan ada yang hanya diminta nota kosong,” ujar narasumber tersebut.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Pekon Lintik saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp membenarkan bahwa dirinya menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) kegiatan BUMDes.
“Benar, saya yang membuat RAB-nya. Kalau Pak B mengundurkan diri, berarti itu menjadi tanggung jawab beliau sendiri,” katanya singkat.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya memperoleh konfirmasi dari Peratin Pekon Lintik dan pihak-pihak terkait lainnya guna mendapatkan penjelasan secara utuh mengenai pengelolaan anggaran BUMDes Mujor Tepor serta polemik yang terjadi di internal kepengurusan.











