Clickinfo.co.id – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menjadi keynote speaker dalam kegiatan Tax Gathering yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Bengkulu dan Lampung di Hotel Radisson, Bandar Lampung, Rabu, 17 Juni 2026.
Kegiatan yang mengusung tema “Sinergi dan Kolaborasi dalam Rangka Mengoptimalkan Kepatuhan Perpajakan untuk Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Lampung” tersebut dihadiri lebih dari 203 wajib pajak yang terdiri dari pimpinan dan pemilik perusahaan wajib pajak badan serta wajib pajak orang pribadi yang selama ini berkontribusi besar terhadap penerimaan negara di Provinsi Lampung.
Tax Gathering menjadi wadah silaturahmi antara Direktorat Jenderal Pajak dan para wajib pajak, sekaligus sarana komunikasi terbuka, penguatan kemitraan, serta penyampaian arah kebijakan perpajakan dan peran strategis pajak dalam mendukung pembangunan nasional maupun daerah.
Kepala Kantor Wilayah DJP Bengkulu dan Lampung, Sigit Danang Joyo, menjelaskan bahwa penerimaan pajak yang berasal dari masyarakat dikembalikan untuk membiayai berbagai sektor strategis, seperti pendidikan, pembangunan ekonomi, infrastruktur, keamanan, subsidi energi, subsidi pupuk pertanian, hingga berbagai layanan publik lainnya.
Menurutnya, Provinsi Lampung memiliki potensi ekonomi yang sangat besar dengan komoditas unggulan seperti kelapa sawit, kopi, karet, lada, dan ubi kayu, serta didukung oleh pertumbuhan sektor UMKM yang terus berkembang. Namun, potensi tersebut dinilai belum sepenuhnya mampu dikonversi menjadi penerimaan negara secara optimal.
Berdasarkan data tahun 2025, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Lampung mencapai Rp578,2 triliun dengan realisasi penerimaan pajak sebesar Rp7,77 triliun dan tax ratio sebesar 1,47 persen.
Untuk meningkatkan penerimaan negara, DJP terus melakukan berbagai upaya melalui penguatan data dan sistem informasi perpajakan, perluasan basis pajak, peningkatan kualitas pelayanan dan kepercayaan publik, penguatan pengawasan dan penegakan hukum, serta penyempurnaan kebijakan perpajakan.
“Pelayanan yang baik hanya dapat diberikan oleh institusi yang berintegritas,” ujar Sigit seraya mengajak seluruh jajaran untuk terus menjaga profesionalisme, akuntabilitas, dan integritas dalam pelayanan perpajakan.
Sementara itu, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelaku usaha yang selama ini berkontribusi terhadap pembangunan daerah melalui aktivitas usaha dan kepatuhan dalam memenuhi kewajiban perpajakan.
Menurutnya, dunia usaha merupakan mitra strategis pemerintah dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Saya bangga kepada para pengusaha yang terus berinvestasi dan mengembangkan usahanya di Provinsi Lampung. Peran dunia usaha sangat penting dalam menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan roda perekonomian daerah,” ujarnya.
Gubernur menjelaskan bahwa struktur perekonomian Lampung saat ini masih didominasi sektor pertanian sebesar 26,9 persen, industri pengolahan sebesar 19,11 persen, dan sektor perdagangan sebesar 13,36 persen.
Berkat fokus pemerintah dalam menjaga stabilitas sektor primer, khususnya komoditas padi, jagung, dan singkong, Provinsi Lampung berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,28 persen atau berada di atas rata-rata nasional.
Selain itu, realisasi investasi di Lampung sepanjang tahun 2025 menunjukkan peningkatan signifikan dengan pertumbuhan mencapai 57,25 persen. Investasi tersebut masih didominasi oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), yang menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Lampung.
Menurut Gubernur, membaiknya harga komoditas pertanian juga berdampak langsung terhadap meningkatnya daya beli masyarakat di pedesaan. Hal tersebut tercermin dari kenaikan pembelian kendaraan bermotor hingga 21 persen serta meningkatnya tingkat kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan.
Meski demikian, Gubernur menilai masih terdapat tantangan besar yang harus dihadapi, yaitu terbatasnya kapasitas industri pengolahan yang mampu menyerap hasil produksi pertanian, perkebunan, dan peternakan yang melimpah.
Oleh karena itu, ia mengajak para pelaku usaha untuk memanfaatkan peluang investasi di sektor hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah sekaligus memperkuat daya saing ekonomi Lampung.
“Lampung hanya akan maju jika kita bersatu, bergerak bersama, dan bekerja dengan arah yang sama,” tegas Gubernur.
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk membangun budaya kepatuhan pajak yang lahir dari kesadaran bersama, bukan semata-mata karena kewajiban administratif.
“Mari kita jadikan pajak sebagai instrumen gotong royong untuk mewujudkan Lampung yang maju, sejahtera, dan berdaya saing,” pungkasnya.
Melalui kegiatan Tax Gathering ini, diharapkan sinergi antara pemerintah, Direktorat Jenderal Pajak, dan dunia usaha semakin kuat dalam mendorong kepatuhan perpajakan, memperkuat kemandirian fiskal daerah, serta mendukung percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Provinsi Lampung.










