Clickinfo.co.id – Komitmen memperkuat ketahanan pangan nasional kian nyata di Bumi Sriwijaya. Perum Bulog bersama pemerintah daerah di Sumatera Selatan resmi menandatangani dokumen hibah lahan untuk percepatan pembangunan infrastruktur pasca panen, Kamis, 9 April 2026.
Langkah strategis ini melibatkan tiga wilayah kunci, Kabupaten Empat Lawang, Muara Enim, dan Banyuasin. Penandatanganan ini menjadi fondasi bagi pembangunan sistem pangan yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Direktur SDM dan Transformasi Perum Bulog, Prof. Dr. Sudarsono Hardjosoekarto, menegaskan bahwa pembangunan akan disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing daerah.
“Di Empat Lawang dan Muara Enim, kami fokus membangun gudang penyimpanan dengan kapasitas 1.000 hingga 3.500 ton. Sementara di Banyuasin sebagai lumbung pangan, fasilitasnya jauh lebih lengkap, mulai dari gudang, dryer (pengering), hingga penggilingan padi modern,” jelas Sudarsono.
Pembangunan fisik ditargetkan segera dimulai setelah proses administrasi di Kementerian Pertanian rampung. Bulog optimis fasilitas ini sudah mulai beroperasi pada akhir 2026 atau awal 2027.
Bupati Empat Lawang, Dr. H. Joncik Muhammad, menyebut keberadaan gudang ini sebagai solusi mitigasi bencana dan stabilitas harga. Senada, Bupati Muara Enim H. Edison menyatakan kesiapannya mendukung penuh program ini agar distribusi pangan tidak lagi bergantung pada daerah lain.
Sisi paling ambisius terlihat di Kabupaten Banyuasin. Wakil Bupati Netta Indian mengungkapkan pihaknya telah menyiapkan lahan seluas 8,7 hektare di Tanjung Lago.
“Di sana bukan hanya gudang, tapi juga ada dryer, silo, dan penggilingan. Harapannya bisa mempercepat kesejahteraan petani lokal dan mendukung suplai beras hingga level internasional,” kata Netta.
Saat ini, Bulog mengelola sekitar 1.400 gudang di seluruh Indonesia. Namun, jumlah tersebut dinilai masih belum mencukupi kebutuhan nasional yang terus tumbuh. Ekspansi di Sumatera Selatan dipandang krusial mengingat provinsi ini merupakan salah satu produsen beras terbesar di Indonesia.
Sudarsono pun membuka pintu bagi kabupaten lain di Sumsel untuk bersinergi melalui hibah lahan.
“Ini peluang bersama untuk menghadirkan dampak nyata bagi petani, mulai dari harga yang stabil hingga akses pengolahan hasil panen yang lebih modern,” pungkasnya.













