• Redaksi
  • Tentang Kami
Rabu, Juni 10, 2026
clickinfo.co.id
  • Beranda
  • Berita
  • Provinsi
    • Lampung
    • Aceh
    • Bali
    • DKI Jakarta
    • NTB
    • NTT
    • Daerah
    • Jawa
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Sumatera
    • Papua
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Waykanan
  • Pendidikan
    • Unila
    • UIN RIL
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Puisi
    • Tajuk
  • Life Style
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Travel
  • Politik
    • DPRD Provinsi Lampung
    • DPRD Kota Bandar Lampung
  • Organisasi
    • JMSI
    • HIPMI
    • APINDO
    • IKADI
    • Komite OSIS Nasional
No Result
View All Result
clickinfo.co.id
  • Beranda
  • Berita
  • Provinsi
    • Lampung
    • Aceh
    • Bali
    • DKI Jakarta
    • NTB
    • NTT
    • Daerah
    • Jawa
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Sumatera
    • Papua
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Waykanan
  • Pendidikan
    • Unila
    • UIN RIL
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Puisi
    • Tajuk
  • Life Style
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Travel
  • Politik
    • DPRD Provinsi Lampung
    • DPRD Kota Bandar Lampung
  • Organisasi
    • JMSI
    • HIPMI
    • APINDO
    • IKADI
    • Komite OSIS Nasional
No Result
View All Result
clickinfo.co.id
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Hoaks, Kritik, dan Kedewasaan Berdemokrasi

IrzonEditorIrzon
08/04/2026
in Opini
A A
Hoaks, Kritik, dan Kedewasaan Berdemokrasi

Hoaks, Kritik, dan Kedewasaan Berdemokrasi

Clickinfo.co.id – Di era digital yang serba cepat, informasi dapat menyebar dalam hitungan detik, menembus batas ruang dan waktu tanpa kendali yang memadai.

Namun, di balik kemudahan itu, tersimpan ancaman serius berupa disinformasi dan hoaks yang berpotensi merusak kepercayaan publik, memecah belah masyarakat, serta mengganggu stabilitas sosial.

Kasus yang belakangan mencuat terkait dugaan pemberhentian seorang siswa bernama Bayu Elnino dari jabatan Ketua OSIS SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta menjadi contoh nyata betapa rentannya ruang publik kita terhadap informasi yang tidak terverifikasi.

ArtikelTerkait

Isu Premanisme Bayangi Munas HIPMI di Lampung

Saatnya Reformasi Total Sistem Keimigrasian Nasional

Jika benar bahwa informasi tersebut adalah hoaks, maka sebagai rakyat dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), kita patut mensyukurinya.

Sebab, itu berarti tidak ada tindakan represif terhadap kebebasan berpendapat di lingkungan pendidikan.

Namun demikian, peristiwa ini tetap menyimpan pelajaran penting, bahkan sangat mendasar bagi semua pihak, baik masyarakat maupun para pemangku kebijakan.

Berdasarkan klarifikasi resmi, siswa yang bersangkutan telah mengakui bahwa narasi yang ia sampaikan sebelumnya adalah tidak benar. Ia bahkan bukan Ketua OSIS sebagaimana yang beredar luas di media sosial.

Pihak sekolah juga menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut-sebut sebagai sumber konflik belum dilaksanakan dan baru akan direncanakan pada Agustus mendatang.

Dengan demikian, narasi yang berkembang sebelumnya tidak hanya keliru, tetapi juga menyesatkan.

Fenomena ini memperlihatkan bagaimana konstruksi opini publik dapat dibentuk, bahkan dimanipulasi melalui informasi yang tidak valid.

Dalam perspektif komunikasi massa, ini dikenal sebagai agenda setting, di mana isu tertentu sengaja atau tidak sengaja didorong menjadi perhatian utama publik, meskipun belum tentu memiliki dasar fakta yang kuat.

Dalam konteks ini, media sosial berperan sebagai akselerator yang mempercepat penyebaran informasi tanpa melalui proses verifikasi yang memadai.

Namun, lebih dari sekadar persoalan hoaks, kasus ini juga menyentuh aspek yang lebih dalam, yakni relasi antara kritik dan kekuasaan.

Dalam negara demokrasi, kritik merupakan elemen esensial yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kritik adalah bentuk partisipasi publik, bahkan bisa menjadi indikator sehat atau tidaknya demokrasi itu sendiri.

Oleh karena itu, sekalipun informasi ini terbukti tidak benar, pesan moral yang terkandung di dalamnya tetap relevan yakni para pemangku kebijakan tidak boleh bersikap reaktif, apalagi represif, terhadap kritik yang disampaikan oleh masyarakat, termasuk dari kalangan pelajar.

Dunia pendidikan sejatinya adalah ruang tumbuh bagi kebebasan berpikir dan keberanian menyampaikan pendapat secara bertanggung jawab.

Di sisi lain, masyarakat, khususnya generasi muda juga harus memahami bahwa kebebasan berekspresi bukanlah kebebasan tanpa batas.

Dalam kerangka negara hukum, setiap informasi yang disampaikan kepada publik harus dapat dipertanggungjawabkan.

Menyebarkan informasi yang tidak benar, apalagi dengan sengaja, bukan hanya melanggar etika, tetapi juga dapat berimplikasi hukum.

Kita tidak boleh terjebak dalam dikotomi sempit antara “kebebasan” dan “pembatasan”. Yang kita butuhkan adalah keseimbangan antara keduanya.

Kebebasan harus diiringi dengan tanggung jawab, sementara kewenangan harus dijalankan dengan kebijaksanaan. Inilah esensi dari demokrasi yang matang.

Kasus ini juga menunjukkan pentingnya literasi digital di tengah masyarakat.

Literasi digital bukan sekadar kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga mencakup kemampuan untuk memilah, menganalisis, dan memverifikasi informasi.

Tanpa literasi yang memadai, masyarakat akan mudah terombang-ambing oleh arus informasi yang belum tentu benar.

Pemerintah dalam hal ini memiliki peran strategis untuk memperkuat ekosistem informasi yang sehat.

Edukasi publik, penguatan regulasi, serta penegakan hukum terhadap penyebar hoaks harus dilakukan secara proporsional dan berkeadilan.

Namun, pendekatan yang digunakan tidak boleh semata-mata represif, melainkan juga edukatif dan preventif.

Di sisi lain, institusi pendidikan harus menjadi garda terdepan dalam membangun karakter kritis sekaligus bertanggung jawab pada peserta didik.

Sekolah tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang pembentukan etika dan integritas.

Kasus seperti ini harus dijadikan momentum refleksi untuk memperkuat nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan kedewasaan dalam berkomunikasi.

Pada akhirnya, kita harus menyadari bahwa hoaks bukan sekadar masalah informasi, tetapi juga masalah kepercayaan.

Ketika hoaks dibiarkan berkembang, maka yang terkikis bukan hanya fakta, tetapi juga kepercayaan publik terhadap institusi dan sesama warga negara.

Ini adalah ancaman serius bagi kohesi sosial dan keberlangsungan demokrasi.

Karena itu, mari kita jadikan peristiwa ini sebagai pelajaran kolektif. Bukan untuk saling menyalahkan, tetapi untuk saling menguatkan.

Bahwa dalam membangun bangsa yang besar, kita membutuhkan kejujuran dalam informasi, kedewasaan dalam menyikapi kritik, serta kebijaksanaan dalam mengambil keputusan.

Sebagai warga negara, kita memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga ruang publik tetap sehat dan produktif. Kritik harus terus disuarakan, tetapi dengan cara yang benar.

Pemerintah harus terus mendengar, tetapi dengan sikap yang terbuka. Dan kita semua harus terus belajar, agar tidak mudah terjebak dalam arus informasi yang menyesatkan.

Sebab, pada akhirnya, kemajuan bangsa ini tidak hanya ditentukan oleh kebijakan yang dibuat, tetapi juga oleh kualitas warganya dalam berpikir, bersikap, dan bertindak.

 

Bandar Lampung, 8 April 2026

Oleh: Junaidi Ismail, SH | Ketua Umum Poros Wartawan Lampung

Tags: DisinformasiHoaksJunaidi Ismail SHKebebasan BerpendapatPoros Wartawan Lampung
Previous Post

Upaya Mitigasi Penyakit di Lingkungan Asrama, Klinik Pratama UIN RIL Edukasi Mahasantri Soal Diare hingga DBD

Next Post

Urat Nadi Ekonomi Way Kanan Diperbaiki, Gubernur Lampung Pastikan Pembangunan Jalan Kualitas Terbaik

Related Posts

Isu Premanisme Bayangi Munas HIPMI di Lampung

Isu Premanisme Bayangi Munas HIPMI di Lampung

10/06/2026
Saatnya Reformasi Total Sistem Keimigrasian Nasional

Saatnya Reformasi Total Sistem Keimigrasian Nasional

09/06/2026
Balas Ejekan dengan Santun

Balas Ejekan dengan Santun

08/06/2026
Juara Dunia, Ongkos Sendiri 

Juara Dunia, Ongkos Sendiri 

07/06/2026
Uji Itikad Baik JC Sony di Kasus Korupsi MBG 

Uji Itikad Baik JC Sony di Kasus Korupsi MBG 

06/06/2026
Jabatan Bukan Jalan Pintas Menuju Kekayaan

Jabatan Bukan Jalan Pintas Menuju Kekayaan

05/06/2026
Next Post
Urat Nadi Ekonomi Way Kanan Diperbaiki, Gubernur Lampung Pastikan Pembangunan Jalan Kualitas Terbaik

Urat Nadi Ekonomi Way Kanan Diperbaiki, Gubernur Lampung Pastikan Pembangunan Jalan Kualitas Terbaik

Pangkas Waktu Tempuh 1,5 Jam ke Bandar Lampung, Gubernur Mirza Kebut Jalan Kasui–Air Ringkih

Pangkas Waktu Tempuh 1,5 Jam ke Bandar Lampung, Gubernur Mirza Kebut Jalan Kasui–Air Ringkih

Hanya Ada Dua Periode Pengusulan, Warek II Unila Minta Dosen Segera Siapkan Kenaikan Pangkat

Hanya Ada Dua Periode Pengusulan, Warek II Unila Minta Dosen Segera Siapkan Kenaikan Pangkat

Nasib Ribuan Buruh Terkatung-katung, Cipayung Plus Bandar Lampung Konsolidasi Lawan Penindasan

Nasib Ribuan Buruh Terkatung-katung, Cipayung Plus Bandar Lampung Konsolidasi Lawan Penindasan

Jelang Pelantikan JMSI Lampung 2026, Pastikan Kesiapan Maksimal

Jelang Pelantikan JMSI Lampung 2026, Pastikan Kesiapan Maksimal

Semarakkan HUT Pomad ke-80, Kejuaraan ORADO Antar Klub Siap Digelar Gratis di Lampung
Berita

Semarakkan HUT Pomad ke-80, Kejuaraan ORADO Antar Klub Siap Digelar Gratis di Lampung

EditorIrzon
10/06/2026

Clickinfo.co.id – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Polisi Militer Angkatan Darat (Pomad) ke-80, Kejuaraan ORADO Antar Klub siap dihelat di...

Read more
Isu Premanisme Bayangi Munas HIPMI di Lampung

Isu Premanisme Bayangi Munas HIPMI di Lampung

10/06/2026
Dukung Program E10 Tahun 2028, Pemerintah Siapkan Empat Pabrik Bioetanol di Lampung

Dukung Program E10 Tahun 2028, Pemerintah Siapkan Empat Pabrik Bioetanol di Lampung

09/06/2026
PKS Pemkab Pesisir Barat-TNBBS Fokus pada Jalan Way Haru, Jembatan, dan Pengamanan Kawasan Konservasi

PKS Pemkab Pesisir Barat-TNBBS Fokus pada Jalan Way Haru, Jembatan, dan Pengamanan Kawasan Konservasi

09/06/2026
Pasca Pembakaran Gubuk di Lahan Eks HGU Tanggamus, Jubir Tiga Marga Bantah Ada Komando Perusakan

Pasca Pembakaran Gubuk di Lahan Eks HGU Tanggamus, Jubir Tiga Marga Bantah Ada Komando Perusakan

09/06/2026
clickinfo.co.id

Lampung, Indonesia
Telepon : 081225227939
E-mail : admin@clickinfo.co.id

  • Beranda
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2025 - Clickinfo.co.id - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Provinsi
    • Lampung
    • Aceh
    • Bali
    • DKI Jakarta
    • NTB
    • NTT
    • Daerah
    • Jawa
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Sumatera
    • Papua
  • Daerah
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Waykanan
  • Pendidikan
    • Unila
    • UIN RIL
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Puisi
    • Tajuk
  • Life Style
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Travel
  • Politik
    • DPRD Provinsi Lampung
    • DPRD Kota Bandar Lampung
  • Organisasi
    • JMSI
    • HIPMI
    • APINDO
    • IKADI
    • Komite OSIS Nasional

© 2025 - Clickinfo.co.id - All Rights Reserved.