Clickinfo.co.id – Rektor Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, Wan Jamaluddin, mengimbau masyarakat untuk lebih jernih dan proporsional dalam menyikapi pernyataan Menteri Agama RI terkait optimalisasi zakat dan instrumen keuangan Islam.
Sebelumnya, Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menekankan pentingnya pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf secara lebih sistematis dan produktif guna memperkuat ekonomi umat.
Menanggapi hal tersebut, Rektor UIN Raden Intan Lampung menilai bahwa pesan yang disampaikan Menteri Agama harus dipahami secara utuh dalam konteks pembangunan ekonomi syariah, bukan ditafsirkan secara sempit atau parsial.
“Zakat bukan hanya kewajiban ibadah, tetapi juga memiliki fungsi sosial yang besar. Dorongan untuk mengoptimalkan zakat dan instrumen keuangan Islam lainnya adalah bagian dari upaya memperkuat kemandirian umat,” ujarnya, Minggu (1/3/2026).
Menurutnya, sebagai bagian dari pemerintah, Menteri Agama memiliki tanggung jawab untuk mendorong tata kelola zakat yang lebih baik, transparan, serta mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Ia juga mengingatkan agar publik tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.
“Isu zakat seharusnya menjadi momentum untuk meningkatkan literasi keuangan syariah, memperbaiki sistem distribusi, serta memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran,” tegasnya.
Rektor menambahkan, pernyataan Menteri Agama tidak dapat dimaknai sebagai perubahan terhadap kewajiban zakat. Justru, yang ditekankan adalah bagaimana seluruh instrumen keuangan Islam dapat dioptimalkan secara profesional untuk mendukung kesejahteraan umat.
Dengan pemahaman yang utuh, ia berharap masyarakat dapat melihat isu ini sebagai bagian dari upaya membangun ekonomi umat yang lebih mandiri dan berkelanjutan.















