Clickinfo.co.id — Di bawah atap Gedung Olahraga (GOR) Tanggamus, Bupati Tanggamus Hi. Moh. Saleh Asnawi secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Tanggamus Tahun 2026, Selasa (31/3/2026).
Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027, sekaligus momentum refleksi capaian pembangunan daerah di tengah suasana Syawal dan peringatan Hari Ulang Tahun ke-29 Kabupaten Tanggamus.
Dalam arahannya, Bupati menyampaikan bahwa kinerja perekonomian daerah menunjukkan tren positif. Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) tahun 2025 tercatat sebesar 4,87 persen, meningkat dari 4,01 persen pada tahun sebelumnya dan menjadi capaian tertinggi dalam lima tahun terakhir.
“Pertumbuhan ekonomi kita menguat, angka kemiskinan turun menjadi 10,1 persen, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) telah mencapai 71,36 atau masuk kategori tinggi,” ujar Saleh Asnawi di hadapan perwakilan Pemerintah Provinsi Lampung dan jajaran Forkopimda.
Meski demikian, Bupati juga menyoroti tantangan serius terkait pemerataan pembangunan. Ia mengungkapkan adanya peningkatan Gini Ratio dari 0,228 menjadi 0,276 yang menandakan ketimpangan pendapatan masih terjadi.
“Ini menjadi sinyal bahwa pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya inklusif. Kita harus memastikan manfaat pembangunan dirasakan hingga ke seluruh lapisan masyarakat, termasuk di pelosok pekon,” tegasnya.
Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tanggamus menetapkan tema RKPD 2027, yakni “Peningkatan Produktivitas Melalui Infrastruktur dan Investasi Daerah untuk Mendorong Hilirisasi Menuju Pertumbuhan Ekonomi yang Berkualitas.”
Bupati menekankan pentingnya hilirisasi sebagai strategi utama penguatan ekonomi daerah. Komoditas unggulan seperti kopi, kakao, lada, dan hasil perikanan diharapkan tidak lagi dijual dalam bentuk mentah, melainkan diolah untuk meningkatkan nilai tambah dan membuka lapangan kerja.
Selain itu, ia juga mengingatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bekerja lebih efektif dan efisien, dengan mengutamakan program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Di tengah keterbatasan fiskal, setiap anggaran harus tepat sasaran dan berorientasi pada hasil. Kita juga membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, swasta, akademisi, dan masyarakat,” ujarnya.
Pembukaan Musrenbang ditandai dengan ketukan palu oleh Bupati, sebagai simbol dimulainya proses perencanaan pembangunan daerah.
Musrenbang ini diharapkan menjadi langkah awal bagi Tanggamus dalam mewujudkan pembangunan yang tidak hanya maju secara indikator, tetapi juga merata dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat.













