Clickinfo.co.id – Olahraga, digitalisasi transaksi, dan penguatan ekonomi masyarakat dipadukan dalam Siger Smash Padel Tournament 2026 yang digelar Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Lampung di The Canopy Lampung, Bandar Lampung, Minggu (19/7/2026).
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengapresiasi penyelenggaraan turnamen tersebut. Menurutnya, kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang olahraga, tetapi juga ruang mempertemukan masyarakat, pelaku UMKM, dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan dalam satu semangat kolaborasi.
“Turnamen seperti ini mempertemukan semangat banyak orang. Di satu tempat hadir pelaku UMKM, edukasi transaksi digital, silaturahmi, dan yang paling penting tumbuhnya semangat kebersamaan. Semangat kebersamaan inilah yang akan selalu menjadi kekuatan masyarakat Lampung,” ujar Mirza.
Menurutnya, kegiatan olahraga seperti Siger Smash Padel Tournament memiliki manfaat yang lebih luas. Di tengah pertandingan, masyarakat juga mendapatkan edukasi mengenai transaksi digital, ruang untuk bersilaturahmi, serta peluang bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar.
Mirza juga mengapresiasi peran Bank Indonesia yang dinilai konsisten menjadi mitra strategis Pemprov Lampung dalam mendukung pembangunan daerah.
Ia mengatakan, sinergi BI dan pemerintah daerah tidak hanya berkaitan dengan kebijakan moneter, tetapi juga mencakup upaya menjaga stabilitas ekonomi, mengendalikan inflasi, memperluas digitalisasi transaksi, hingga mendorong UMKM agar memiliki akses pasar dan pembiayaan yang lebih baik.
“Bahkan, BI kerap menjadi early warning system melalui berbagai masukan, analisis, dan rekomendasi agar kebijakan pemerintah memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” katanya.
Kolaborasi tersebut juga terlihat dalam berbagai program pengendalian inflasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), percepatan dan perluasan digitalisasi daerah melalui TP2DD, serta pendampingan UMKM agar mampu berkembang dan naik kelas.
Menurut Mirza, kemitraan strategis antara pemerintah daerah dan BI juga turut diperkuat dalam menjaga ketahanan pangan. Seluruh agenda tersebut, kata dia, menunjukkan bahwa pembangunan tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri.
“Semua itu menunjukkan bahwa hubungan antarlembaga, antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dapat berjalan secara kolaboratif. Tidak ada satu pun pihak yang mampu bekerja sendiri. Seluruh upaya pembangunan hanya akan berhasil apabila didasari oleh niat yang tulus untuk memperbaiki kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Di sektor digitalisasi, Mirza menilai Lampung menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan catatan Bank Indonesia, transaksi QRIS di Provinsi Lampung pada Mei 2026 tumbuh mencapai 95,1 persen.
“Pertumbuhan transaksi digital sebesar 95,1 persen merupakan perkembangan yang sangat baik dan menjadi budaya baru yang harus mampu diadaptasi oleh seluruh lapisan masyarakat,” kata Mirza.
Bagi Mirza, capaian tersebut menjadi indikator bahwa transformasi digital semakin diterima masyarakat. Namun, digitalisasi harus terus dibarengi dengan penguatan ekonomi kerakyatan agar manfaat perkembangan teknologi dapat dirasakan secara luas.
Ia menegaskan, modal utama pembangunan Lampung bukan hanya APBD, sumber daya alam, maupun sumber daya manusia, tetapi juga kekuatan sosial berupa kebersamaan dan gotong royong.
Nilai tersebut, menurutnya, sejalan dengan falsafah hidup masyarakat Lampung seperti Nemui Nyimah, Nengah Nyappur, Sakai Sambayan, dan Juluk Adek yang mengajarkan penghormatan, keterbukaan, saling membantu, serta kebersamaan.
“Saya meyakini modal terbesar pembangunan bukan hanya APBD, bukan pula semata-mata sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Modal terbesar pembangunan adalah semangat kebersamaan. Dengan kolaborasi, saya optimistis cita-cita mewujudkan Lampung Maju akan semakin cepat kita wujudkan bersama,” tegasnya.
Ia berharap kegiatan seperti Siger Smash Padel Tournament dapat terus berkembang sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang sehat sekaligus produktif.
“Dengan masyarakat yang sehat, ekonomi yang kuat, digitalisasi yang semakin maju, dan kolaborasi yang terus terjaga, saya yakin Provinsi Lampung akan semakin maju dan semakin sejahtera,” katanya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Bimo Epyanto mengatakan Siger Smash Padel Tournament 2026 merupakan bagian dari upaya BI memperluas penggunaan pembayaran non-tunai, khususnya QRIS.
Pemilihan olahraga padel, kata Bimo, dilakukan karena olahraga tersebut tengah berkembang dan memiliki daya tarik yang cukup besar di tengah masyarakat.
Turnamen ini menjadi bagian dari rangkaian Siger Sport 2026 yang terintegrasi dalam Siger Fest 2026. Kegiatan tersebut menjadi kampanye bersama BI, pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, serta mitra strategis untuk memperluas penggunaan pembayaran digital dan transaksi non-tunai di Lampung.
Tidak hanya mendorong adopsi pembayaran digital, kegiatan tersebut juga membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat dan memanfaatkan meningkatnya aktivitas ekonomi selama penyelenggaraan acara.
Melalui tagline “Bijak Bertransaksi, Siap Digitalisasi”, Bank Indonesia mengajak masyarakat Lampung semakin terbiasa menggunakan transaksi digital secara aman, mudah, dan efisien.
Sinergi olahraga, digitalisasi, dan UMKM dalam Siger Smash Padel Tournament 2026 sekaligus memperlihatkan bahwa transformasi ekonomi dapat dibangun melalui berbagai ruang aktivitas masyarakat. Dengan kolaborasi yang semakin kuat, agenda digitalisasi diharapkan berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi lokal dan peningkatan kualitas hidup masyarakat Lampung.
















