Clickinfo.co.id – Pemerintah Kota Palembang bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meresmikan Masjid Al-Fatah Baznas Kota Palembang yang berlokasi di Komplek Pemda KM 7, Kelurahan Talang Kelapa, Jumat, 13 Februari 2026. Peresmian ini menjadi momentum penting dalam memperkuat fungsi masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan sosial dan ekonomi umat.
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, dalam sambutannya menegaskan komitmen pemerintah kota untuk memperkuat program keagamaan dan sosial di tengah masyarakat. Salah satu program unggulan adalah pemberangkatan marbot masjid untuk umroh secara bertahap serta pemberian insentif sebesar Rp500.000 bagi marbot. Selain itu, perhatian juga diberikan kepada guru TK/TPA dan kader posyandu melalui insentif dan dukungan operasional yang telah diatur dalam Peraturan Wali Kota.
“Di Palembang ada lebih dari 2.123 masjid. Saya berpesan agar masjid tidak hanya megah secara fisik, tetapi juga makmur jamaahnya. Jadikan masjid sebagai ruang membahas persoalan sosial dan pembangunan masyarakat,” ujar Ratu Dewa.
Ia menekankan pentingnya membina generasi muda agar menjadi generasi Qur’ani yang berakhlak dan berdaya. Menurutnya, meningkatnya angka buta aksara Al-Qur’an serta maraknya peredaran narkoba menjadi tantangan serius yang harus dihadapi bersama.
“Masjid harus hadir sebagai benteng moral dan spiritual, termasuk memperhatikan anak yatim dan kaum dhuafa di sekitarnya,” tegasnya.
Menjelang bulan suci Ramadan, Wali Kota juga mengimbau agar seluruh tempat hiburan yang berpotensi mengarah pada aktivitas negatif ditutup mulai H-1 hingga H+3 Ramadan. Ia juga meminta pelaku usaha kuliner untuk menjaga etika dengan menutup tampilan makanan secara tertib selama siang hari.
Sementara itu, Ketua Baznas Kota Palembang, Kgs. M. Ridwan Nawawi, menjelaskan bahwa Masjid Al-Fatah merupakan hibah dari Hj. Mery yang kemudian dikelola Baznas agar lebih profesional dan berkelanjutan. Pengelolaan masjid tetap melibatkan masyarakat setempat, sementara Baznas bertindak sebagai pengawas dan manajemen.
“Masjid ini akan kita makmurkan bersama. Kegiatan keagamaan, pembinaan remaja, santunan yatim, hingga pemberdayaan ekonomi umat akan menjadi fokus utama. Kita ingin masjid ini menjadi contoh seperti masjid-masjid sukses di daerah lain, seperti Masjid Jogokariyan,” jelasnya.
Ridwan juga mengungkapkan bahwa Baznas terus mengembangkan aset umat, termasuk pembangunan Rumah Sehat Baznas di kawasan Sekojo yang ditargetkan rampung pertengahan tahun ini, serta pengelolaan pesantren yang sebelumnya dihibahkan di kawasan Plaju.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, Baznas, dan masyarakat, Masjid Al-Fatah diharapkan menjadi simbol kebangkitan peran masjid di tengah kehidupan sosial masyarakat Palembang, bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat solusi, kepedulian, dan kesejahteraan umat.
Kegiatan peresmian ditutup dengan pelaksanaan Sholat Jumat berjamaah, menandai dimulainya peran baru Masjid Al-Fatah sebagai pusat ibadah dan pemberdayaan masyarakat.














