Clickinfo.co.id – Semangat kewirausahaan anak muda di Kota Palembang kembali menunjukkan geliat positif. Sebuah destinasi kuliner baru bertajuk Lapan Kopi resmi dibuka melalui acara grand opening yang digelar di Jalan Rambutan Nomor 5, Kelurahan 30 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II, Palembang, pada Minggu, 8 Februari 2026.
Tak sekadar menjadi tempat menikmati kopi, Lapan Kopi hadir membawa misi sosial dan lingkungan. Kafe ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru sekaligus menjadi pelopor gerakan “Asri” (Alam Sehat, Rakyat Indonesia) yang menitikberatkan pada pengelolaan sampah secara mandiri dan berkelanjutan.
Pemilihan nama “Lapan” memiliki filosofi tersendiri. Salah satu owner Lapan Kopi, Martalia Kartika Ulfa, menjelaskan bahwa angka delapan melambangkan nilai tak terhingga atau infinity.
Menurutnya, Lapan Kopi ingin diposisikan bukan hanya sebagai tempat minum kopi, tetapi juga sebagai “rumah ketiga” bagi masyarakat—ruang berkumpul, berbagi cerita, dan bertemunya berbagai ide serta harapan. Filosofi angka delapan juga menjadi doa agar keberkahan dan rezeki usaha ini terus mengalir tanpa henti.
Dari sisi konsep, Lapan Kopi mengusung operasional 24 jam dengan berbagai pilihan ruang, mulai dari smoking area, smoking AC area, hingga ruang VIP. Ragam menu yang ditawarkan pun cukup variatif, mulai dari racikan kopi khas yang berbeda dari kompetitor, hingga menu makanan berat seperti nasi goreng favorit dan aneka olahan bebek. Harga yang ditawarkan terbilang inklusif, berkisar antara Rp20.000 hingga Rp45.000.
Kehadiran Lapan Kopi mendapat apresiasi langsung dari Hj. Kartika Sandra Desi, S.H., M.M., Ketua DPD Partai Gerindra Sumsel sekaligus Anggota DPR RI. Dalam sambutannya, ia menyebut para pemilik Lapan Kopi sebagai “Pejuang PAD” yang patut mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah daerah.
Ia menilai keberanian anak muda membuka usaha di tengah tantangan ekonomi merupakan kontribusi nyata dalam mengurangi angka pengangguran di Palembang. Karena itu, ia mendorong pemerintah kota dan provinsi agar memberikan kemudahan perizinan serta dukungan nyata bagi pelaku usaha muda.
Selain aspek ekonomi, peresmian Lapan Kopi juga menyoroti isu lingkungan. Sejalan dengan visi Presiden Republik Indonesia terkait pembangunan berkelanjutan, Hj. Kartika Sandra Desi menantang manajemen Lapan Kopi untuk menjadi pionir kafe ramah lingkungan di Palembang.
Ia menekankan pentingnya pengelolaan sampah secara bijak, mulai dari pemilahan sampah plastik dan organik, pemanfaatan ampas kopi sebagai pupuk, hingga daur ulang limbah plastik agar tidak menambah persoalan lingkungan di kota Palembang.
Menanggapi hal tersebut, Muhammad Ridho selaku owner Lapan Kopi menyatakan kesiapan pihaknya untuk menerapkan sistem manajemen kebersihan yang lebih modern dan berkelanjutan, termasuk rencana pengolahan limbah plastik ke depannya.
Peresmian Lapan Kopi terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan tanggal 8, selaras dengan nama kafe, serta berdekatan dengan momentum Hari Ulang Tahun ke-18 Partai Gerindra dan identitas angka “08” yang lekat dengan Presiden Republik Indonesia.
Acara grand opening ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Kurniawan Abadi selaku Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan yang mewakili Pj Gubernur Sumatera Selatan, Raden Gempita selaku Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumsel, Ari Apriansyah selaku Wakil Ketua DPRD Kota Palembang, Sekretaris Daerah Kota Palembang, Camat Kertapati, Camat Gandus, serta tokoh masyarakat lainnya.
Sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat Palembang, Lapan Kopi memberikan promo diskon sebesar 20 persen untuk seluruh menu selama 14 hari ke depan.











