Clickinfo.co.id – Sektor pendidikan di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mendapat suntikan energi baru. Sebanyak 4.091 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu resmi menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan dan penugasan. Momentum ini diharapkan menjadi tonggak lahirnya inovasi baru di lingkungan sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Hj. Mondyaboni, S.E., S.Kom., M.Si., M.Pd., menjelaskan bahwa penyerahan SK dilakukan secara bertahap guna memastikan seluruh proses administrasi berjalan optimal.
“Alhamdulillah, hari ini dan Selasa mendatang, SK bagi 4.091 PPPK paruh waktu diserahkan. Kami mengucapkan selamat dan berharap seluruh pegawai dapat bekerja dengan dedikasi serta tanggung jawab penuh,” ujar Mondyaboni di Palembang.
Mondyaboni menegaskan bahwa status baru tersebut harus dibarengi dengan perubahan pola pikir. Ia mendorong para pendidik untuk tidak terjebak dalam rutinitas, melainkan terus menghadirkan inovasi yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas peserta didik.
“Setiap hari harus ada inovasi. Kita membutuhkan ide-ide kreatif yang bermanfaat bagi kemajuan siswa di Sumatera Selatan,” tambahnya.
Edukasi Ketahanan Pangan di SMK
Semangat inovasi tersebut sejalan dengan langkah nyata yang diterapkan SMK Negeri 2 Palembang. Di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah H. Suparman, S.Pd., M.Si., sekolah ini tidak hanya berfokus pada kurikulum teknik, tetapi juga mengembangkan program ketahanan pangan sebagai muatan lokal wajib.
Lahan sekolah dimanfaatkan secara produktif dengan menanam berbagai komoditas hortikultura seperti cabai, terong, dan kencur, serta tanaman tahunan seperti sirsak, kelapa, dan kelengkeng.
“Tujuan utamanya adalah edukasi. Kami ingin membentuk mentalitas siswa agar lebih produktif. Jika mereka mampu menanam sendiri, minimal kebutuhan dapur terpenuhi, bahkan dapat menjadi sumber pendapatan tambahan,” ujar Suparman.
Menurutnya, program tersebut merupakan implementasi dukungan pemerintah melalui kurikulum muatan lokal dan ko-kurikuler resmi. Ia berharap para siswa dapat mempraktikkan ilmu yang diperoleh di rumah masing-masing, meskipun dengan lahan terbatas menggunakan media polybag.
Di sela penguatan sumber daya manusia pendidikan, Suparman juga menyampaikan refleksi singkat terkait peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW. Ia memaknai peristiwa tersebut sebagai momentum penguatan nilai disiplin melalui perintah salat.
“Intinya adalah perintah salat. Dari sana kita belajar kedisiplinan dan tanggung jawab yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan pendidikan,” pungkasnya.
Dengan penguatan status ribuan tenaga pendidik serta integrasi kurikulum berbasis kemandirian, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan optimistis mampu mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga tangguh dan inovatif dalam menghadapi tantangan zaman. (Nopi)













